Tittle : Love Is Blind
Cast : Karen Ann, Mayumi, Pearly, Kendy
Genre : Girl X Girl, Friendship, Romance
Rate : 18++
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Karen Ann, gadis yang sekarang menetap bersama ibunya di Bangkok inipun memiliki style yang jauh dari kata feminim. Ann, sapaan akrabnya. Sejak kecil ia memang sering berpakaian layaknya seorang pria. Hal ini bukan hanya dilakukannya untuk semata-mata. Ia memiliki alasan kenapa ia menyukai dandanan ala pria daripada wanita. Dan alasan itupun yang membuat dirinya bisa berubah seperti ini.
-----0000-----
'' mom, Ann pergi dulu. Doakan Ann supaya hari ini ann bisa bertemu dengan rommate yang bisa mengerti ann. Chu~'' Ann mencium kening ibunya sekilas, ia berpamitan untuk pergi ke asrama barunya.
'' Be carefull darling, pai pai muuaah.''
'' Pai pai mom . . .''
Ann menyunggingkan senyum termanisnya pada sang ibu tercinta.
Sementara itu, di asrama sedang heboh dengan kedatangan penghuni baru yang memiliki paras secantik bidadari.
'' Hallo, nama saya Karenina Mayumi, panggil saja May.''
May memperkenalkan dirinya dengan senyum yang begitu ramah, para penghuni asrama yang lain pun tidak merasa keberatan dengan kehadiran gadis yang ramah sepertinya. Namun ada salah seorang gadis yang sejak tadi memasang wajah sinis ketika May memperkenalkan diri. Dialah Pearl, gadis yang juga tak kalah cantik namun mempunyai kelainan seksual yaitu suka sesama jenis.
'' Oh ya may, ini kunci kamarmu. '' ketua asrama menyerahkan kunci yang bernomor 211 itu pada may
'' Terima kasih nona.''
Dengan segera, ia pun langsung menuju ke kamarnya. Namun di tengah jalan, langkahnya terhenti sa'at melihat seorang gadis tampan membuka kamarnya terlebih dahulu. ia kesal seketika karena ia harus memiliki roomate yang aneh dan tidak wajar.
'' Permisi, ini kamarku. Apa yang kau lakukan disini.'' ucap May ketus
'' Oh, ini juga kamarku. Senang bertemu denganmu.'' Ann tersenyum manis pada may
'' Hah? Kau roomateku kali ini?''
'' Aha.''
'' ish. . . '' May memandang ann dengan tatapan yang jijik.
-----00000------
'' Hallo mom, doaku di kabulkan oleh tuhan. Aku senang karena roomateku seorang gadis yang sangat sangat sangat cantik.''
'' mommy juga turut bahagia darling, semoga kau nyaman dengan roomatemu kali ini.''
'' Tentu mom, aku akan sangat nyaman dengannya.''
'' Ok baiklah darling, mommy masih ada urusan dengan client, see youu muah.''
'' muaahh.'' Ann menutup sambungan telfonnya.
Ann keluar dari kamar mandi. Senyum sumringah nampak jelas di wajah tampannya. Namun, sesosok mata berwarna kecoklatan sedang memperhatikannya sejak tadi. Ia tahu siapa pemilik bola mata itu.
'' Apa kau mendengar semuanya? Aku bisa jelaskan may.'' Ucap ann lembut
'' tidak perlu! Aku sudah mendengar semuanya.''
'' Tapi itu semua tidak seburuk yang ada di pikiranmu.''
'' Halah, ternyata kau ini seorang tomboy yang juga lesbi.'' May memandang ann dengan ekspresi jijik
'' Jika aku memang lesbi, apa aku salah? Ini semua bukan urusanmu. Jadi berhentilah memandangku seperti itu.''bentak Ann
Ia pun keluar dari kamarnya karena merasa sakit hati dengan ucapan May barusan.
'' Ish, menyebalkan sekali! Kenapa aku harus bertemu roomate seperti dia.''
May mendudukkan dirinya di kursi belajar. Ia Memandang foto ann yang terpampang di dinding kamarnya, jijik. Itulah yang ada di pikirannya sa'at ini.
----0000-----
Ann merenung di tepi danau, ia tidak habis pikir tentang dirinya sa'at ini.
'' Apa aku salah menjadi seorang tomboy? Apa aku salah? Jawab aku!!!'' Teriaknya sembari melempar kerikil yang di pegangnya
'' Kau tidak salah.'' suara halus itu terdengar begitu nyaring di telinga ann, ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis yang tak kalah cantik dari may
'' Boleh aku duduk disini?'' ucapnya
'' Tentu saja.''
gadis itu mendudukkan dirinya tepat di samping ann, ia tersenyum manis.
'' Namaku pearl.''
'' Aku ann.''
'' senang bertemu denganmu ann.''
Ann tersenyum.
'' Jadi apa masalahmu?'' tanya pearl
'' Yaa begitulah. Aku malas menceritakannya, tak ada satu orangpun yang pernah mengerti keadaanku, kecuali mommy.''
'' Aku mengerti keadaanmu ann,''
'' Maksudmu?'' Ann menatap pearl heran
'' Aku juga memiliki kelainan sepertimu, memang terkadang hati kecilku sakit sa'at ada orang yang menghinaku. Tapi itulah yang membuat diriku kuat. Aku seperti ini juga punya alasan tersendiri, aku tidak suka dengan pria karena mereka semua jahat.'' Pearl mengakhiri ucapannya dengan air mata yang menetes
'' Ini.'' Ann menyodorkan tissue padanya
'' terima kasih ann.'' Pearl mengusap air matanya perlahan
'' Sekarang aku sudah menemukan orang yang bisa mengerti dengan keadaanku. So, kita bisa berteman kan?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
Pearl mengiyakan permintaan ann dengan senang hati.
'' Mulai sekarang, aku akan menghabiskan waktu denganmu. Kau mau kan?'' Tanya ann lembut
'' Tentu saja ann.''
-----0000------
Ann kembali ke kamarnya dengan menenteng plastik berisi kaos couple yang dibelinya bersama pearl. Ia senang sekali, berkat pearl ia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Ann membaringkan tubuhnya di tempat tidur sembari terus membayangkan wajah cantik pearl.
Bruakk!
Ann bangkit untuk memastikan suara yang mengganggunya.
'' Haha, dasar lelaki bodoh! Haha.'' Ucap May
Ann melongo melihat roomatenya mabuk berat.
'' Aduh, hahaha lelaki bodoh! Kau mau apakan tubuhku,tidak akan pernah bisa!'' Kali ini pearl mulai berbicara yang aneh-aneh. Tubuhnya pun sempoyongan tak karuan.
'' Ann... Haha''
Ann yang melihat may hampir terjatuh pun dengan sigap langsung menangkapnya. Ia membawanya ke ranjang miliknya.
'' ish, baru kali ini aku melihat gadis mabuk berat seperti ini. '' ujarnya
May melihat ann dengan tatapan yang tajam. Ia tersenyum manis, hingga membuat ann heran.
'' kenapa kau memandangku seperti itu may?'' tanya ann yang mulai merasa aneh
Tangan mungil may mulai mengelus pipi ann, ia tersenyum manis. Dengan secepat kilat, may mendekatkan wajahnya ke wajah ann dan langsung menciumnya secara agresif. Ann yang merasa spechless pun hanya bisa membulatkan matanya. Setelah beberapa menit berciuman, may pun langsung tak sadar. Ia terlelap hingga membuat ann bertanya-tanya dalam hati. ann memegang bibirnya, baru kali ini ia merasakan first kiss. Ia pun melihat ke arah may yang sedang tidur, wajahnya tak kalah cantik dari pearl. Ann pun memilih membaringkan tubuhnya di samping may, ia memeluk tubuh mungil may dengan hangat.
06.00 A.M
'' Hoekss... '' may memuntahkan isi perutnya ke wajah ann yang berada persis di sampingnya.
'' Aish, kenapa kau muntah di wajahku? Dasar tolol!'' ann mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya
'' Hoekss... ''
'' arrrgghh... '' teriaknya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Tok!tok!
'' Ann, apa kau di dalam? Aku pearl.''
'' Ya, masuk saja. Pintunya tidak di kunci.''
Pearl masuk ke kamar ann secara perlahan, ia menutup hidungnya rapat karena menghirup bau yang tidak sedap.
'' Bau apa ini.'' batinnya
'' Hey...'' ann keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer dan tanktop
'' Hah?'' pearl melongo melihat tubuh ann yang lebih mulus dari dirinya
'' hey, kenapa bengong? Ada yang aneh.'' tanya ann
'' Oh, tidak. Bau apa ini?''
'' Roomateku tadi malam mabuk berat, dan kau tahu sendiri kan pasti paginya bakal muntah-muntah.'' jelas ann
'' Jadi kau punya roomate?''
'' tentu saja.''
'' Dia cantik?seksi?'' selidik pearl
'' ya, dia cantik dan seksi sepertimu.''
'' Aku penasaran,boleh aku melihatnya?''
'' silahkan, tapi dia masih tidur.''
Pearl berjalan perlahan menuju tempat tidur may, hatinya mulai merasakan gejolak api cemburu yang amat dahsyat. Wajahnya pun seketika berubah layaknya monster yang siap menerkam mangsanya.
'' Uh...'' pearl menutup hidungnya, matanya dengan tajam melihat ke arah gadis yang hanya terbalut kaos tipis dan skirt pendek.
'' uunnghh...'' may menggeliat dan secara tidak sengaja memperlihatkan pusarnya yang memiliki tindik tepat di depan pearl. Pearl yang sudah mengetahui siapa gadis itupun langsung geram. Ternyata dugaannya benar, dia adalah may. Gadis cantik yang telah menghebohkan asrama.
'' Ann...'' Teriak pearl
'' sebentar, aku sedang ganti baju.''
Pearl melipat tangannya di dada. Ia benar-benar benci karena ann memiliki roomate yang lebih cantik dari dirinya.
'' Ada apa pearl?'' tanya ann
'' dia roomate mu?''
ann mengangguk.
'' kau menyukainya? Atau malah dia yang menyukaimu,jawab aku!''
'' hey, kenapa kau membentakku seperti ini. Memangnya apa salahnya jika aku menyukainya? Dia cantik.'' jawab ann enteng
'' Dasar tomboy sialan! Apa kau tidak mengerti apa isi hatiku padamu,hah?!!!''
Ann membulatkan matanya.
'' maksudmu apa pearl?''
'' Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.''
Ann menelan ludahnya. Ia kaget sekaligus spechless karena gadis yang sudah dianggapnya sebagai sahabat ternyata menyukai dirinya.
'' kau juga mencintaiku kan ann?'' pearl memegang tangan ann dengan lembut
'' jawab aku ann, kau mencintaiku kan?''
'' ma'afkan aku pearl, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat.'' ann melepaskan genggaman pearl
Plakk!!!
pearl menampar pipi ann keras.
'' Jadi selama ini, apa yang aku lakukan sia-sia saja? Kau memang bajingan ann, kau jahat!!! Aku membencimu!!!''
'' Kita kan baru dekat kemarin, kenapa kau malah seperti ini pearl?''
'' Aish... '' pearl bergegas keluar dari kamar ann. Ia berlari sembari menangis karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan
'' pearll... '' teriak ann
'' Ada apa sih ribut-ribut?'' ucap may dengan mata yang masih sedikit tertutup
Ann menoleh ke arah may yang terlihat menjijikkan, ia Pun menggelengkan kepalanya.
'' May, kau harus bangun dan mandi sekarang juga. Badanmu kotor dan bau.''
'' aku tidak mau. kepalaku pusing.''
'' Apa aku harus memandikanmu?'' tanya ann
'' terserah.''
Tanpa pikir panjang, ann membuka pakaian yang di kenakan may secara perlahan. Matanya tak berhenti berkedip karena melihat kemolekan tubuh roomatenya yang begitu indah.
'' Dasar tomboy bajingan!'' Teriak pearl yang sudah ada di belakang ann, ia memecahkan sebuah vas bunga Dan Langsung keluar dari kamar ann.
May pun seketika langsung tersadar. Ia menjerit sekencang angin tornado sa'at melihat tubuhnya tengah di telanjangi oleh ann.
'' apa yang kau lakukan denganku,hah!!!'' may menendang tubuh ann hingga tubuhnya tersungkur ke lantai dan mengenai pecahan vas bunga
'' Dasar bajingan!!!'' Caci may, ia tidak tahu jika ann tengah terluka
'' Hey, bajingan! Kenapa kau hanya diam saja. Apa kau bisu?''
Tak ada jawaban. May pun memutuskan untuk turun dari ranjangnya untuk memastikan keadaan ann.
'' Oh my god, ann apa kau tidak apa-apa?'' may membalikkan tubuh ann dengan hati-hati
'' Arrrrggggghhhhh . . . . . . . . '' teriakNya, tubuhnya langsung lemas seketika.
-------0000-------
Dengan di temani ibu ann, may menunggu hasil dari keterangan dokter yang masih berada di emergency room. Ia hanya bisa mondar mandir tidak jelas. Hati kecilnya merasa bersalah karena ia sudah menyebabkan ann kecelakaan. ia pun berjanji dengan dirinya sendiri, ia akan merawat ann hingga sembuh dan bersikap baik padanya.
'' May, duduklah.'' Pinta ibu ann
'' Aku tidak bisa duduk dengan tenang tante, lebih baik aku mondar-mandir seperti ini.''
Cklek,
Dokter membuka pintu emergency room dengan raut muka yang sedikit muram. Keringatnya pun terlihat mengucur deras dari pelipisnya.
'' bagaimana dokter? Anak saya baik-baik saja kan?''
'' tolong ibu dan nona tarik nafas yang dalam,lalu keluarkan.'' pinta sang dokter
'' ada apa dokter? Teman saya baik-baik saja kan?'' Tanya may
'' Ann tidak apa-apa, namun kemungkinan besar ia akan Buta. Karena saya menemukan pecahan vas bunga itu menusuk kedua bola mata ann. Saya turut bersedih atas kejadian ini bu.''
'' Oh my god.''
May langsung memeluk tubuh ibu ann yang masih tidak percaya jika anaknya akan buta. Air matanya pun seketika langsung membasahi pipinya.
'' Tapi jika ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk ann, ia pasti bisa melihat lagi. Baiklah, saya pergi dulu. Permisi.'' dokter itu tersenyum manis lalu pergi meninggalkan may dan ibu ann
-----0000-----
'' Ann... '' panggil may lirih
Tak ada jawaban
'' aku tahu ini menyakitkan bagimu, aku minta ma'af karena akulah penyebab semua ini. Aku benar-benar minta ma'af padamu ann...'' may memeluk tubuh ann dari belakang, ia menangis di pundak ann
'' selama ini aku tidak pernah baik padamu, tapi malah sebaliknya, aku sering menyakitimu. aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu hingga kau sembuh total. Aku tidak akan meninggalkanmu ann.''
Ann hanya bisa menangis. Ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun pada may. Bukan karena ia membencinya, tapi karena ia sangat menyayanginya.
'' ayo jawab aku ann, kenapa kau hanya diam saja? Aku menyayangimu.''
Mendengar kata sayang dari may, ann pun tersenyum simpul. Ia berusaha meraih tangan may untuk di genggamnya.
'' aku juga menyayangimu may.''
may tersenyum. Ia mencium pipi ann kilat.
'' Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan favoritmu.'' may melepas pelukannya dan bergegas mengambil sekotak bento di dalam tasnya
'' aku tidak mau makan.''
'' kau harus makan ann. Aku suapin mau ya.''
ann mengangguk.
'' nah gitu dong.''
------0000------
Semenjak kejadian yang baru saja mengenai ann, kehidupan may mulai berubah 360 derajat. Hampir setiap hari ia merawat ann yang sekarang berada di rumah. Ia juga sering bolos kuliah hanya demi ann, ia merasa sangat bersalah hingga membuatnya mau melakukan apapun demi ann. Sedangkan pearl, gadis cantik itu juga tak jauh berbeda dari may. Perasaan bersalah juga menghantui dirinya setiap hari. Ia sudah beberapa kali ke kamar asrama ann, namun hasilnya nihil. Ann sudah tidak tinggal disana lagi. Ia hanya bisa menangisi kepergian ann yang hilang Seperti di telan bumi.
'' May, jika aku mati. Apa kau masih menyayangiku?''
'' jangan bicara seperti itu. Memangnya kau ingin mati?''
'' Takdir tuhan siapa yang tahu may. Ayo jawab.''
'' tentu saja aku masih menyayangimu. Sampai kapanpun aku akan tetap menyayangimu.''
'' Promise?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
'' Promise.''
'' ann...'' panggil ibu ann
May menoleh ke arah ibu ann, matanya seakan tak asing lagi melihat gadis yang sekarang berada di samping ibunya. Gadis itu menyunggingkan senyumnya.
'' ann, ada pearl disini.'' bisik may
'' pearl? Pergi! Pergi kau! Wanita sialan! beraninya kau menginjakkan kakimu ke rumahku!'' bentak ann
'' aku kesini hanya ingin meminta ma'af padamu ann.'' ucap pearl dengan mata berkaca-kaca
'' tidak perlu! jangan pernah mengemis ma'af padaku, apa kau tidak pernah berfikir sekarang aku seperti apa? kau tahu ini semua ulah siapa? Ulahmu!!!''
'' ma'afkan aku ann. Ma'afkan aku.''
'' arrgghh! Aku tidak sudi menerima ma'afmu. Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku menyuruh anjingku untuk membunuhmu. Pergiii!!!!''
'' Tapi ann... '' pearl pun tak kuasa menahan tangisnya
'' pearl, lebih baik kau pulang saja. Mungkin ann masih belum bisa menerimamu. Kau mengerti maksudku kan?'' ucap may lembut
Pearl mengangguk.
'' ia sudah pergi ann.''
'' Baguslah, aku muak dengannya.''
-----00000-------
'' ann, ada kabar bahagia buatmu. Ada orang yang mau mendonorkan matanya untukmu. mommy senang sekali, akhirnya penantian panjang kita membuahkan hasil.''
'' Benarkah? Siapa orangnya mom?''
'' Dia tidak mau menyebutkan namanya ann.''
'' Baik sekali orang itu. lalu kapan aku harus operasi mom?''
'' besok. Persiapkan mentalmu ann.''
'' baiklah mom, aku akan istirahat sekarang.''
'' jaga kondisimu darling,chu~'' mommy mencium kening ann kilat
-----0000------
The day, hari ini mungkin menjadi hari paling menegangkan sekaligus menyenangkan bagi ann. pasalnya, hari ini ia akan memiliki mata baru.
'' kau siap kan ann?'' tanya may lembut
'' aku siap may.''
Ann di dorong para perawat menuju ruang operasi. ia terlihat sangat tenang karena ia mendapat support dari orang terkasihnya. May menunggu ann sendirian karena ibunya sedang ada meeting dengan clientnya. Ia pun memilih menulis sebuah catatan di blog pribadinya. Blog yang berisi tentang curahan hatinya itu telah mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Terutama dari kalangan lesbian. Yah, semenjak may pindah di asrama barunya dan sekamar dengan ann, hidupnya mulai berubah. Awalnya ia mengira perasaan yang muncul setiap kali melihat ann akan hilang dengan sendirinya, Namun perkiraannya salah. Perasaan itu pun makin besar ketika ia melihat ann tengah berduaan dengan pearl di danau. Ia makin merasa tidak waras. Hatinya merasakan cemburu yang amat dahsyat. Ia pun mendatangi seorang psikolog dan bercerita tentang perasaannya selama ini. Dan hasilnya cukup mencengangkan, ternyata ia menderita kelainan seksual yaitu lesbi. Karena shock dan merasa tidak terima, ia pun memutuskan untuk pergi ke diskotik dan mabuk berat. ia tidak sadar jika tubuhnya menjadi incaran para lelaki hidung belang. Untung saja ada seorang pria yang menyelamatkannya dan Mengantarnya pulang.
Operasi yang memakan waktu 2,5 jam itu kini selesai sudah. Ann sudah di pindahkan ke ruang Icu untuk perawatan intensif.
Kring...kring...
Sebuah panggilan masuk pada ponsel may. Tak ada nama yang tercantum di ponselnya.
'' halo...''
'' may, apa kau mau menemani di sisa hidupku?''
'' siapa ini?''
'' kemarilah, kau akan tahu siapa aku.''
'' kau dimana?''
'' aku berada di kamar no 13 ruang angel.''
'' baiklah,aku akan segera kesana.''
May berlari menuju ruangan orang misterius yang telah menelfonnya.
'' Cepat may.'' ucap seorang lelaki yang berada di belakangnya
'' kau.''
lelaki itu tersenyum manis.
'' Mari ku tunjukkan ruangannya.''
'' sebenarnya apa yang terjadi?''
'' sebentar lagi kau juga akan tahu semuanya.'' lelaki itu membukakan pintu ruang angel untuk may,
'' dia ada di pojok sebelah timur.''
Saking penasarannya, may mempercepat langkahnya. Ia ingin tahu siapa orang yang telah menerornya kali ini.
'' May.......''
Betapa terkejutnya ia sa'at melihat orang yang berada di depannya.
'' Pearl.''
'' iya may, ini aku. Ma'af aku telah merepotkanmu.''
'' bagaimana bisa kau ada disini? Kau sakit apa pearl?''
'' aku baik-baik saja kok. Hanya saja, umurku sudah tak panjang lagi.''
'' maksudmu apa?''
'' selama ini aku menderita Aids may, dokter juga sudah memvonisku seminggu yang lalu jika aku akan segera meninggal. ''
'' pearl, kenapa kau merahasiakan ini semua?''
'' ma'afkan aku may, aku tidak bisa menceritakan ini semua padamu. Aku memang bodoh.''
'' Pearl, meskipun kita tak saling dekat, aku akan menemani waktu terakhirmu di dunia.''
'' terima kasih may, kau memang baik. Pantas saja jika ann lebih memilihmu daripada aku.''
'' jangan bilang seperti itu, oiya, ann juga sekarang berada disini. Ia baru saja selesai operasi mata. Kata ibunya, ada seorang dermawan yang baik hati mau mendonorkan matanya untuk ann. Aku sangat berterima kasih pada orang itu, berkatnya ann bisa melihat lagi.''
Pearl meneteskan air matanya.
'' pearl, kenapa kau menangis? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Ma'afkan aku jika telah menyakitimu.''
'' kau tidak salah may. Aku yang salah. Jika aku boleh jujur, pendonor mata yang kau maksud adalah aku. Aku sengaja melakukan ini semua, karena aku merasa sangat bersalah padanya. kau pasti masih ingat kedatanganku kerumahnya dulu, dia mengusirku mentah-mentah. dan sa'at itu juga aku memutuskan untuk pergi dari hadapannya, namun tanpa kalian ketahui, sebenarnya aku sedang berdiskusi dengan ibunya. Aku merelakan mataku untuk dia, karena tepat hari itu juga dokter telah memvonis hidupku tidak akan lama lagi. Ku mohon jangan beritahu dia untuk semua ini may. Kau bisa merahasiakannya kan?''
Hanya tetesan air mata yang mampu keluar. Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun pada pearl. Ia benar-benar berterima kasih padanya. Ia pun memeluk tubuh pearl erat, ia seakan-akan tidak rela jika pearl akan meninggalkannya. Selama ini, ia telah salah menilai pearl. Gadis yang selama ini ia pikir sebagai seorang iblis ternyata adalah seorang malaikat yang baik hati. Ia menyesal karena telah menilai seseorang dari luarnya saja.
'' Aku menyayangimu pearl.'' ucap may lirih
Namun tak ada jawaban. Sontak may langsung panik. Ia melepas pelukannya dan mendapati tubuh pearl sudah kaku dan terasa dingin.
'' Pearrrllll . . . . . . '' teriaknya histeris
-------00000---------
'' may, apa kau baik-baik saja?'' tanya ann sembari menyodorkan segelas susu hangat
'' aku baik-baik saja.''
'' lalu kenapa akhir-akhir ini kau terlihat murung?''
'' benarkah? Mungkin perasaanmu saja ann.''
'' aneh. '' ann menggaruk kepalanya yang tak gatal
'' apanya yang aneh?'' tanya balik
'' entahlah. '' ann tertunduk
'' may, kau menyayangiku kan?''
'' tentu saja. ''
'' apa kau mau menuruti permintaanku?''
'' permintaan apa ann?''
'' menikahlah dengan pria yang sudah menyelamatkanmu di diskotik.''
'' hah? Kau mengenal pria itu.''
'' tentu saja. Dia teman masa kecilku dulu, dia baik dan aku yakin kau pasti akan bahagia bila dengannya. aku juga tidak ingin kau menjadi seorang wanita abnormal sepertiku. Kau cantik,kau seksi,kau sempurna may. Jangan sia-siakan hidupmu karena aku.''
'' maksudmu apa,hah!!!'' Bentak may
'' may, dengarkan aku. Kau seorang perempuan, aku juga seorang perempuan. Kita butuh sosok lelaki sebagai pelindung may. Aku memang tomboy, tapi aku juga masih mencintai seorang laki-laki. Kau tidak pernah tahu mengapa aku menjadi gadis tomboy.''
'' aku tidak perduli! Aku tidak mau menikah dengannya. Aku hanya ingin kau ann.''
'' may, ucapan ann benar. Jika kau menyayanginya, turutilah permintaannya. Ia akan bahagia jika melihat orang yang ia sayangi juga bahagia.'' ujar ibu ann
'' baiklah jika ini maumu, mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu ann. Jangan harap kau bisa bertemu denganku lagi. Selamat tinggal!''
May berlari keluar dari rumah ann dengan air mata yang mengucur deras. ia tak kuasa menahan tangisnya. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa orang yang telah membuatnya nyaman tega menyakitinya seperti ini? Berbulan-bulan sudah ia menghabiskan waktunya hanya untuk merawatnya, tapi apa balasan yang ia berikan? Ia rela melakukan apa saja demi dia, demi sang kekasih yang telah membuat hidupnya berubah. Mungkin ia memang bodoh karena telah mencintai seorang wanita, tapi cinta itu buta. Tak ada satu orang pun yang menyangka jika cinta juga tumbuh diantara sesama jenis. itulah cinta, cinta itu rumit dan tak mudah untuk di taklukkan.
------00000------
2 Tahun kemudian,
rangkaian bunga menghiasi setiap sudut ruangan dengan indah. ruangan bernuansa pink itu terlihat semakin menawan sa’at sepasang pengantin memasuki ruangan tersebut. 2 sejoli yang sudah mengucapkan janji suci tersebut melakukan ritual pelemparan bunga.
'' kalian sudah siap kan?'' teriak pengantin wanita
'' siappp ......'' ucap para undangan serentak
'' 1 2 3 .... '' pasangan itu melempar buket bunga mawar yang di pegangnya.
kericuhan pun tak terelakan sa'at proses perebutan sebuket bunga tersebut. Namun, sa'at para undangan lain sibuk meraih bunga itu, seorang gadis tampan dengan mudahnya mendapatkan bunga yang menjadi rebutan tersebut. Sang pengantin wanita tersenyum manis pada gadis tomboy itu. Ia mendekat ke arah gadis itu sembari mengucapkan selamat.
'' Selamat, kau pasti akan segera menemukan jodohmu. “
“ apa kau tahu siapa jodohku?” tanya wanita itu
Sang pengantin menggelengkan kepalanya.
“ kaulah jodohku may. “ Ann tersenyum manis lalu meninggalkan may yang masih shock
“aku sudah menuruti permintaanmu ann. Sekarang giliranmu menuruti permintaanku, tetaplah menjadi sahabatku.''
'' Tentu, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya may.''
Ann memberikan selamat pada kendy, suami sekaligus orang yang telah menyelamatkan may sa'at di diskotik dulu. Mereka bertiga pun melakukan foto bersama dengan senyum ceria yang mengembang di bibirnya.
'' Meski kau adalah sahabatku, tapi aku tidak akan pernah memberitahumu soal pearl. biarkanlah rahasia ini tersimpan manis di dalam hatiku. Selamat jalan pearl, aku akan selalu menjaga rahasia ini sampai aku menyusulmu nanti. Aku menyayangimu.'' Batin may.
------THE END-------
Cast : Karen Ann, Mayumi, Pearly, Kendy
Genre : Girl X Girl, Friendship, Romance
Rate : 18++
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Karen Ann, gadis yang sekarang menetap bersama ibunya di Bangkok inipun memiliki style yang jauh dari kata feminim. Ann, sapaan akrabnya. Sejak kecil ia memang sering berpakaian layaknya seorang pria. Hal ini bukan hanya dilakukannya untuk semata-mata. Ia memiliki alasan kenapa ia menyukai dandanan ala pria daripada wanita. Dan alasan itupun yang membuat dirinya bisa berubah seperti ini.
-----0000-----
'' mom, Ann pergi dulu. Doakan Ann supaya hari ini ann bisa bertemu dengan rommate yang bisa mengerti ann. Chu~'' Ann mencium kening ibunya sekilas, ia berpamitan untuk pergi ke asrama barunya.
'' Be carefull darling, pai pai muuaah.''
'' Pai pai mom . . .''
Ann menyunggingkan senyum termanisnya pada sang ibu tercinta.
Sementara itu, di asrama sedang heboh dengan kedatangan penghuni baru yang memiliki paras secantik bidadari.
'' Hallo, nama saya Karenina Mayumi, panggil saja May.''
May memperkenalkan dirinya dengan senyum yang begitu ramah, para penghuni asrama yang lain pun tidak merasa keberatan dengan kehadiran gadis yang ramah sepertinya. Namun ada salah seorang gadis yang sejak tadi memasang wajah sinis ketika May memperkenalkan diri. Dialah Pearl, gadis yang juga tak kalah cantik namun mempunyai kelainan seksual yaitu suka sesama jenis.
'' Oh ya may, ini kunci kamarmu. '' ketua asrama menyerahkan kunci yang bernomor 211 itu pada may
'' Terima kasih nona.''
Dengan segera, ia pun langsung menuju ke kamarnya. Namun di tengah jalan, langkahnya terhenti sa'at melihat seorang gadis tampan membuka kamarnya terlebih dahulu. ia kesal seketika karena ia harus memiliki roomate yang aneh dan tidak wajar.
'' Permisi, ini kamarku. Apa yang kau lakukan disini.'' ucap May ketus
'' Oh, ini juga kamarku. Senang bertemu denganmu.'' Ann tersenyum manis pada may
'' Hah? Kau roomateku kali ini?''
'' Aha.''
'' ish. . . '' May memandang ann dengan tatapan yang jijik.
-----00000------
'' Hallo mom, doaku di kabulkan oleh tuhan. Aku senang karena roomateku seorang gadis yang sangat sangat sangat cantik.''
'' mommy juga turut bahagia darling, semoga kau nyaman dengan roomatemu kali ini.''
'' Tentu mom, aku akan sangat nyaman dengannya.''
'' Ok baiklah darling, mommy masih ada urusan dengan client, see youu muah.''
'' muaahh.'' Ann menutup sambungan telfonnya.
Ann keluar dari kamar mandi. Senyum sumringah nampak jelas di wajah tampannya. Namun, sesosok mata berwarna kecoklatan sedang memperhatikannya sejak tadi. Ia tahu siapa pemilik bola mata itu.
'' Apa kau mendengar semuanya? Aku bisa jelaskan may.'' Ucap ann lembut
'' tidak perlu! Aku sudah mendengar semuanya.''
'' Tapi itu semua tidak seburuk yang ada di pikiranmu.''
'' Halah, ternyata kau ini seorang tomboy yang juga lesbi.'' May memandang ann dengan ekspresi jijik
'' Jika aku memang lesbi, apa aku salah? Ini semua bukan urusanmu. Jadi berhentilah memandangku seperti itu.''bentak Ann
Ia pun keluar dari kamarnya karena merasa sakit hati dengan ucapan May barusan.
'' Ish, menyebalkan sekali! Kenapa aku harus bertemu roomate seperti dia.''
May mendudukkan dirinya di kursi belajar. Ia Memandang foto ann yang terpampang di dinding kamarnya, jijik. Itulah yang ada di pikirannya sa'at ini.
----0000-----
Ann merenung di tepi danau, ia tidak habis pikir tentang dirinya sa'at ini.
'' Apa aku salah menjadi seorang tomboy? Apa aku salah? Jawab aku!!!'' Teriaknya sembari melempar kerikil yang di pegangnya
'' Kau tidak salah.'' suara halus itu terdengar begitu nyaring di telinga ann, ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis yang tak kalah cantik dari may
'' Boleh aku duduk disini?'' ucapnya
'' Tentu saja.''
gadis itu mendudukkan dirinya tepat di samping ann, ia tersenyum manis.
'' Namaku pearl.''
'' Aku ann.''
'' senang bertemu denganmu ann.''
Ann tersenyum.
'' Jadi apa masalahmu?'' tanya pearl
'' Yaa begitulah. Aku malas menceritakannya, tak ada satu orangpun yang pernah mengerti keadaanku, kecuali mommy.''
'' Aku mengerti keadaanmu ann,''
'' Maksudmu?'' Ann menatap pearl heran
'' Aku juga memiliki kelainan sepertimu, memang terkadang hati kecilku sakit sa'at ada orang yang menghinaku. Tapi itulah yang membuat diriku kuat. Aku seperti ini juga punya alasan tersendiri, aku tidak suka dengan pria karena mereka semua jahat.'' Pearl mengakhiri ucapannya dengan air mata yang menetes
'' Ini.'' Ann menyodorkan tissue padanya
'' terima kasih ann.'' Pearl mengusap air matanya perlahan
'' Sekarang aku sudah menemukan orang yang bisa mengerti dengan keadaanku. So, kita bisa berteman kan?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
Pearl mengiyakan permintaan ann dengan senang hati.
'' Mulai sekarang, aku akan menghabiskan waktu denganmu. Kau mau kan?'' Tanya ann lembut
'' Tentu saja ann.''
-----0000------
Ann kembali ke kamarnya dengan menenteng plastik berisi kaos couple yang dibelinya bersama pearl. Ia senang sekali, berkat pearl ia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Ann membaringkan tubuhnya di tempat tidur sembari terus membayangkan wajah cantik pearl.
Bruakk!
Ann bangkit untuk memastikan suara yang mengganggunya.
'' Haha, dasar lelaki bodoh! Haha.'' Ucap May
Ann melongo melihat roomatenya mabuk berat.
'' Aduh, hahaha lelaki bodoh! Kau mau apakan tubuhku,tidak akan pernah bisa!'' Kali ini pearl mulai berbicara yang aneh-aneh. Tubuhnya pun sempoyongan tak karuan.
'' Ann... Haha''
Ann yang melihat may hampir terjatuh pun dengan sigap langsung menangkapnya. Ia membawanya ke ranjang miliknya.
'' ish, baru kali ini aku melihat gadis mabuk berat seperti ini. '' ujarnya
May melihat ann dengan tatapan yang tajam. Ia tersenyum manis, hingga membuat ann heran.
'' kenapa kau memandangku seperti itu may?'' tanya ann yang mulai merasa aneh
Tangan mungil may mulai mengelus pipi ann, ia tersenyum manis. Dengan secepat kilat, may mendekatkan wajahnya ke wajah ann dan langsung menciumnya secara agresif. Ann yang merasa spechless pun hanya bisa membulatkan matanya. Setelah beberapa menit berciuman, may pun langsung tak sadar. Ia terlelap hingga membuat ann bertanya-tanya dalam hati. ann memegang bibirnya, baru kali ini ia merasakan first kiss. Ia pun melihat ke arah may yang sedang tidur, wajahnya tak kalah cantik dari pearl. Ann pun memilih membaringkan tubuhnya di samping may, ia memeluk tubuh mungil may dengan hangat.
06.00 A.M
'' Hoekss... '' may memuntahkan isi perutnya ke wajah ann yang berada persis di sampingnya.
'' Aish, kenapa kau muntah di wajahku? Dasar tolol!'' ann mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya
'' Hoekss... ''
'' arrrgghh... '' teriaknya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Tok!tok!
'' Ann, apa kau di dalam? Aku pearl.''
'' Ya, masuk saja. Pintunya tidak di kunci.''
Pearl masuk ke kamar ann secara perlahan, ia menutup hidungnya rapat karena menghirup bau yang tidak sedap.
'' Bau apa ini.'' batinnya
'' Hey...'' ann keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer dan tanktop
'' Hah?'' pearl melongo melihat tubuh ann yang lebih mulus dari dirinya
'' hey, kenapa bengong? Ada yang aneh.'' tanya ann
'' Oh, tidak. Bau apa ini?''
'' Roomateku tadi malam mabuk berat, dan kau tahu sendiri kan pasti paginya bakal muntah-muntah.'' jelas ann
'' Jadi kau punya roomate?''
'' tentu saja.''
'' Dia cantik?seksi?'' selidik pearl
'' ya, dia cantik dan seksi sepertimu.''
'' Aku penasaran,boleh aku melihatnya?''
'' silahkan, tapi dia masih tidur.''
Pearl berjalan perlahan menuju tempat tidur may, hatinya mulai merasakan gejolak api cemburu yang amat dahsyat. Wajahnya pun seketika berubah layaknya monster yang siap menerkam mangsanya.
'' Uh...'' pearl menutup hidungnya, matanya dengan tajam melihat ke arah gadis yang hanya terbalut kaos tipis dan skirt pendek.
'' uunnghh...'' may menggeliat dan secara tidak sengaja memperlihatkan pusarnya yang memiliki tindik tepat di depan pearl. Pearl yang sudah mengetahui siapa gadis itupun langsung geram. Ternyata dugaannya benar, dia adalah may. Gadis cantik yang telah menghebohkan asrama.
'' Ann...'' Teriak pearl
'' sebentar, aku sedang ganti baju.''
Pearl melipat tangannya di dada. Ia benar-benar benci karena ann memiliki roomate yang lebih cantik dari dirinya.
'' Ada apa pearl?'' tanya ann
'' dia roomate mu?''
ann mengangguk.
'' kau menyukainya? Atau malah dia yang menyukaimu,jawab aku!''
'' hey, kenapa kau membentakku seperti ini. Memangnya apa salahnya jika aku menyukainya? Dia cantik.'' jawab ann enteng
'' Dasar tomboy sialan! Apa kau tidak mengerti apa isi hatiku padamu,hah?!!!''
Ann membulatkan matanya.
'' maksudmu apa pearl?''
'' Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.''
Ann menelan ludahnya. Ia kaget sekaligus spechless karena gadis yang sudah dianggapnya sebagai sahabat ternyata menyukai dirinya.
'' kau juga mencintaiku kan ann?'' pearl memegang tangan ann dengan lembut
'' jawab aku ann, kau mencintaiku kan?''
'' ma'afkan aku pearl, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat.'' ann melepaskan genggaman pearl
Plakk!!!
pearl menampar pipi ann keras.
'' Jadi selama ini, apa yang aku lakukan sia-sia saja? Kau memang bajingan ann, kau jahat!!! Aku membencimu!!!''
'' Kita kan baru dekat kemarin, kenapa kau malah seperti ini pearl?''
'' Aish... '' pearl bergegas keluar dari kamar ann. Ia berlari sembari menangis karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan
'' pearll... '' teriak ann
'' Ada apa sih ribut-ribut?'' ucap may dengan mata yang masih sedikit tertutup
Ann menoleh ke arah may yang terlihat menjijikkan, ia Pun menggelengkan kepalanya.
'' May, kau harus bangun dan mandi sekarang juga. Badanmu kotor dan bau.''
'' aku tidak mau. kepalaku pusing.''
'' Apa aku harus memandikanmu?'' tanya ann
'' terserah.''
Tanpa pikir panjang, ann membuka pakaian yang di kenakan may secara perlahan. Matanya tak berhenti berkedip karena melihat kemolekan tubuh roomatenya yang begitu indah.
'' Dasar tomboy bajingan!'' Teriak pearl yang sudah ada di belakang ann, ia memecahkan sebuah vas bunga Dan Langsung keluar dari kamar ann.
May pun seketika langsung tersadar. Ia menjerit sekencang angin tornado sa'at melihat tubuhnya tengah di telanjangi oleh ann.
'' apa yang kau lakukan denganku,hah!!!'' may menendang tubuh ann hingga tubuhnya tersungkur ke lantai dan mengenai pecahan vas bunga
'' Dasar bajingan!!!'' Caci may, ia tidak tahu jika ann tengah terluka
'' Hey, bajingan! Kenapa kau hanya diam saja. Apa kau bisu?''
Tak ada jawaban. May pun memutuskan untuk turun dari ranjangnya untuk memastikan keadaan ann.
'' Oh my god, ann apa kau tidak apa-apa?'' may membalikkan tubuh ann dengan hati-hati
'' Arrrrggggghhhhh . . . . . . . . '' teriakNya, tubuhnya langsung lemas seketika.
-------0000-------
Dengan di temani ibu ann, may menunggu hasil dari keterangan dokter yang masih berada di emergency room. Ia hanya bisa mondar mandir tidak jelas. Hati kecilnya merasa bersalah karena ia sudah menyebabkan ann kecelakaan. ia pun berjanji dengan dirinya sendiri, ia akan merawat ann hingga sembuh dan bersikap baik padanya.
'' May, duduklah.'' Pinta ibu ann
'' Aku tidak bisa duduk dengan tenang tante, lebih baik aku mondar-mandir seperti ini.''
Cklek,
Dokter membuka pintu emergency room dengan raut muka yang sedikit muram. Keringatnya pun terlihat mengucur deras dari pelipisnya.
'' bagaimana dokter? Anak saya baik-baik saja kan?''
'' tolong ibu dan nona tarik nafas yang dalam,lalu keluarkan.'' pinta sang dokter
'' ada apa dokter? Teman saya baik-baik saja kan?'' Tanya may
'' Ann tidak apa-apa, namun kemungkinan besar ia akan Buta. Karena saya menemukan pecahan vas bunga itu menusuk kedua bola mata ann. Saya turut bersedih atas kejadian ini bu.''
'' Oh my god.''
May langsung memeluk tubuh ibu ann yang masih tidak percaya jika anaknya akan buta. Air matanya pun seketika langsung membasahi pipinya.
'' Tapi jika ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk ann, ia pasti bisa melihat lagi. Baiklah, saya pergi dulu. Permisi.'' dokter itu tersenyum manis lalu pergi meninggalkan may dan ibu ann
-----0000-----
'' Ann... '' panggil may lirih
Tak ada jawaban
'' aku tahu ini menyakitkan bagimu, aku minta ma'af karena akulah penyebab semua ini. Aku benar-benar minta ma'af padamu ann...'' may memeluk tubuh ann dari belakang, ia menangis di pundak ann
'' selama ini aku tidak pernah baik padamu, tapi malah sebaliknya, aku sering menyakitimu. aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu hingga kau sembuh total. Aku tidak akan meninggalkanmu ann.''
Ann hanya bisa menangis. Ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun pada may. Bukan karena ia membencinya, tapi karena ia sangat menyayanginya.
'' ayo jawab aku ann, kenapa kau hanya diam saja? Aku menyayangimu.''
Mendengar kata sayang dari may, ann pun tersenyum simpul. Ia berusaha meraih tangan may untuk di genggamnya.
'' aku juga menyayangimu may.''
may tersenyum. Ia mencium pipi ann kilat.
'' Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan favoritmu.'' may melepas pelukannya dan bergegas mengambil sekotak bento di dalam tasnya
'' aku tidak mau makan.''
'' kau harus makan ann. Aku suapin mau ya.''
ann mengangguk.
'' nah gitu dong.''
------0000------
Semenjak kejadian yang baru saja mengenai ann, kehidupan may mulai berubah 360 derajat. Hampir setiap hari ia merawat ann yang sekarang berada di rumah. Ia juga sering bolos kuliah hanya demi ann, ia merasa sangat bersalah hingga membuatnya mau melakukan apapun demi ann. Sedangkan pearl, gadis cantik itu juga tak jauh berbeda dari may. Perasaan bersalah juga menghantui dirinya setiap hari. Ia sudah beberapa kali ke kamar asrama ann, namun hasilnya nihil. Ann sudah tidak tinggal disana lagi. Ia hanya bisa menangisi kepergian ann yang hilang Seperti di telan bumi.
'' May, jika aku mati. Apa kau masih menyayangiku?''
'' jangan bicara seperti itu. Memangnya kau ingin mati?''
'' Takdir tuhan siapa yang tahu may. Ayo jawab.''
'' tentu saja aku masih menyayangimu. Sampai kapanpun aku akan tetap menyayangimu.''
'' Promise?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
'' Promise.''
'' ann...'' panggil ibu ann
May menoleh ke arah ibu ann, matanya seakan tak asing lagi melihat gadis yang sekarang berada di samping ibunya. Gadis itu menyunggingkan senyumnya.
'' ann, ada pearl disini.'' bisik may
'' pearl? Pergi! Pergi kau! Wanita sialan! beraninya kau menginjakkan kakimu ke rumahku!'' bentak ann
'' aku kesini hanya ingin meminta ma'af padamu ann.'' ucap pearl dengan mata berkaca-kaca
'' tidak perlu! jangan pernah mengemis ma'af padaku, apa kau tidak pernah berfikir sekarang aku seperti apa? kau tahu ini semua ulah siapa? Ulahmu!!!''
'' ma'afkan aku ann. Ma'afkan aku.''
'' arrgghh! Aku tidak sudi menerima ma'afmu. Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku menyuruh anjingku untuk membunuhmu. Pergiii!!!!''
'' Tapi ann... '' pearl pun tak kuasa menahan tangisnya
'' pearl, lebih baik kau pulang saja. Mungkin ann masih belum bisa menerimamu. Kau mengerti maksudku kan?'' ucap may lembut
Pearl mengangguk.
'' ia sudah pergi ann.''
'' Baguslah, aku muak dengannya.''
-----00000-------
'' ann, ada kabar bahagia buatmu. Ada orang yang mau mendonorkan matanya untukmu. mommy senang sekali, akhirnya penantian panjang kita membuahkan hasil.''
'' Benarkah? Siapa orangnya mom?''
'' Dia tidak mau menyebutkan namanya ann.''
'' Baik sekali orang itu. lalu kapan aku harus operasi mom?''
'' besok. Persiapkan mentalmu ann.''
'' baiklah mom, aku akan istirahat sekarang.''
'' jaga kondisimu darling,chu~'' mommy mencium kening ann kilat
-----0000------
The day, hari ini mungkin menjadi hari paling menegangkan sekaligus menyenangkan bagi ann. pasalnya, hari ini ia akan memiliki mata baru.
'' kau siap kan ann?'' tanya may lembut
'' aku siap may.''
Ann di dorong para perawat menuju ruang operasi. ia terlihat sangat tenang karena ia mendapat support dari orang terkasihnya. May menunggu ann sendirian karena ibunya sedang ada meeting dengan clientnya. Ia pun memilih menulis sebuah catatan di blog pribadinya. Blog yang berisi tentang curahan hatinya itu telah mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Terutama dari kalangan lesbian. Yah, semenjak may pindah di asrama barunya dan sekamar dengan ann, hidupnya mulai berubah. Awalnya ia mengira perasaan yang muncul setiap kali melihat ann akan hilang dengan sendirinya, Namun perkiraannya salah. Perasaan itu pun makin besar ketika ia melihat ann tengah berduaan dengan pearl di danau. Ia makin merasa tidak waras. Hatinya merasakan cemburu yang amat dahsyat. Ia pun mendatangi seorang psikolog dan bercerita tentang perasaannya selama ini. Dan hasilnya cukup mencengangkan, ternyata ia menderita kelainan seksual yaitu lesbi. Karena shock dan merasa tidak terima, ia pun memutuskan untuk pergi ke diskotik dan mabuk berat. ia tidak sadar jika tubuhnya menjadi incaran para lelaki hidung belang. Untung saja ada seorang pria yang menyelamatkannya dan Mengantarnya pulang.
Operasi yang memakan waktu 2,5 jam itu kini selesai sudah. Ann sudah di pindahkan ke ruang Icu untuk perawatan intensif.
Kring...kring...
Sebuah panggilan masuk pada ponsel may. Tak ada nama yang tercantum di ponselnya.
'' halo...''
'' may, apa kau mau menemani di sisa hidupku?''
'' siapa ini?''
'' kemarilah, kau akan tahu siapa aku.''
'' kau dimana?''
'' aku berada di kamar no 13 ruang angel.''
'' baiklah,aku akan segera kesana.''
May berlari menuju ruangan orang misterius yang telah menelfonnya.
'' Cepat may.'' ucap seorang lelaki yang berada di belakangnya
'' kau.''
lelaki itu tersenyum manis.
'' Mari ku tunjukkan ruangannya.''
'' sebenarnya apa yang terjadi?''
'' sebentar lagi kau juga akan tahu semuanya.'' lelaki itu membukakan pintu ruang angel untuk may,
'' dia ada di pojok sebelah timur.''
Saking penasarannya, may mempercepat langkahnya. Ia ingin tahu siapa orang yang telah menerornya kali ini.
'' May.......''
Betapa terkejutnya ia sa'at melihat orang yang berada di depannya.
'' Pearl.''
'' iya may, ini aku. Ma'af aku telah merepotkanmu.''
'' bagaimana bisa kau ada disini? Kau sakit apa pearl?''
'' aku baik-baik saja kok. Hanya saja, umurku sudah tak panjang lagi.''
'' maksudmu apa?''
'' selama ini aku menderita Aids may, dokter juga sudah memvonisku seminggu yang lalu jika aku akan segera meninggal. ''
'' pearl, kenapa kau merahasiakan ini semua?''
'' ma'afkan aku may, aku tidak bisa menceritakan ini semua padamu. Aku memang bodoh.''
'' Pearl, meskipun kita tak saling dekat, aku akan menemani waktu terakhirmu di dunia.''
'' terima kasih may, kau memang baik. Pantas saja jika ann lebih memilihmu daripada aku.''
'' jangan bilang seperti itu, oiya, ann juga sekarang berada disini. Ia baru saja selesai operasi mata. Kata ibunya, ada seorang dermawan yang baik hati mau mendonorkan matanya untuk ann. Aku sangat berterima kasih pada orang itu, berkatnya ann bisa melihat lagi.''
Pearl meneteskan air matanya.
'' pearl, kenapa kau menangis? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Ma'afkan aku jika telah menyakitimu.''
'' kau tidak salah may. Aku yang salah. Jika aku boleh jujur, pendonor mata yang kau maksud adalah aku. Aku sengaja melakukan ini semua, karena aku merasa sangat bersalah padanya. kau pasti masih ingat kedatanganku kerumahnya dulu, dia mengusirku mentah-mentah. dan sa'at itu juga aku memutuskan untuk pergi dari hadapannya, namun tanpa kalian ketahui, sebenarnya aku sedang berdiskusi dengan ibunya. Aku merelakan mataku untuk dia, karena tepat hari itu juga dokter telah memvonis hidupku tidak akan lama lagi. Ku mohon jangan beritahu dia untuk semua ini may. Kau bisa merahasiakannya kan?''
Hanya tetesan air mata yang mampu keluar. Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun pada pearl. Ia benar-benar berterima kasih padanya. Ia pun memeluk tubuh pearl erat, ia seakan-akan tidak rela jika pearl akan meninggalkannya. Selama ini, ia telah salah menilai pearl. Gadis yang selama ini ia pikir sebagai seorang iblis ternyata adalah seorang malaikat yang baik hati. Ia menyesal karena telah menilai seseorang dari luarnya saja.
'' Aku menyayangimu pearl.'' ucap may lirih
Namun tak ada jawaban. Sontak may langsung panik. Ia melepas pelukannya dan mendapati tubuh pearl sudah kaku dan terasa dingin.
'' Pearrrllll . . . . . . '' teriaknya histeris
-------00000---------
'' may, apa kau baik-baik saja?'' tanya ann sembari menyodorkan segelas susu hangat
'' aku baik-baik saja.''
'' lalu kenapa akhir-akhir ini kau terlihat murung?''
'' benarkah? Mungkin perasaanmu saja ann.''
'' aneh. '' ann menggaruk kepalanya yang tak gatal
'' apanya yang aneh?'' tanya balik
'' entahlah. '' ann tertunduk
'' may, kau menyayangiku kan?''
'' tentu saja. ''
'' apa kau mau menuruti permintaanku?''
'' permintaan apa ann?''
'' menikahlah dengan pria yang sudah menyelamatkanmu di diskotik.''
'' hah? Kau mengenal pria itu.''
'' tentu saja. Dia teman masa kecilku dulu, dia baik dan aku yakin kau pasti akan bahagia bila dengannya. aku juga tidak ingin kau menjadi seorang wanita abnormal sepertiku. Kau cantik,kau seksi,kau sempurna may. Jangan sia-siakan hidupmu karena aku.''
'' maksudmu apa,hah!!!'' Bentak may
'' may, dengarkan aku. Kau seorang perempuan, aku juga seorang perempuan. Kita butuh sosok lelaki sebagai pelindung may. Aku memang tomboy, tapi aku juga masih mencintai seorang laki-laki. Kau tidak pernah tahu mengapa aku menjadi gadis tomboy.''
'' aku tidak perduli! Aku tidak mau menikah dengannya. Aku hanya ingin kau ann.''
'' may, ucapan ann benar. Jika kau menyayanginya, turutilah permintaannya. Ia akan bahagia jika melihat orang yang ia sayangi juga bahagia.'' ujar ibu ann
'' baiklah jika ini maumu, mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu ann. Jangan harap kau bisa bertemu denganku lagi. Selamat tinggal!''
May berlari keluar dari rumah ann dengan air mata yang mengucur deras. ia tak kuasa menahan tangisnya. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa orang yang telah membuatnya nyaman tega menyakitinya seperti ini? Berbulan-bulan sudah ia menghabiskan waktunya hanya untuk merawatnya, tapi apa balasan yang ia berikan? Ia rela melakukan apa saja demi dia, demi sang kekasih yang telah membuat hidupnya berubah. Mungkin ia memang bodoh karena telah mencintai seorang wanita, tapi cinta itu buta. Tak ada satu orang pun yang menyangka jika cinta juga tumbuh diantara sesama jenis. itulah cinta, cinta itu rumit dan tak mudah untuk di taklukkan.
------00000------
2 Tahun kemudian,
rangkaian bunga menghiasi setiap sudut ruangan dengan indah. ruangan bernuansa pink itu terlihat semakin menawan sa’at sepasang pengantin memasuki ruangan tersebut. 2 sejoli yang sudah mengucapkan janji suci tersebut melakukan ritual pelemparan bunga.
'' kalian sudah siap kan?'' teriak pengantin wanita
'' siappp ......'' ucap para undangan serentak
'' 1 2 3 .... '' pasangan itu melempar buket bunga mawar yang di pegangnya.
kericuhan pun tak terelakan sa'at proses perebutan sebuket bunga tersebut. Namun, sa'at para undangan lain sibuk meraih bunga itu, seorang gadis tampan dengan mudahnya mendapatkan bunga yang menjadi rebutan tersebut. Sang pengantin wanita tersenyum manis pada gadis tomboy itu. Ia mendekat ke arah gadis itu sembari mengucapkan selamat.
'' Selamat, kau pasti akan segera menemukan jodohmu. “
“ apa kau tahu siapa jodohku?” tanya wanita itu
Sang pengantin menggelengkan kepalanya.
“ kaulah jodohku may. “ Ann tersenyum manis lalu meninggalkan may yang masih shock
“aku sudah menuruti permintaanmu ann. Sekarang giliranmu menuruti permintaanku, tetaplah menjadi sahabatku.''
'' Tentu, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya may.''
Ann memberikan selamat pada kendy, suami sekaligus orang yang telah menyelamatkan may sa'at di diskotik dulu. Mereka bertiga pun melakukan foto bersama dengan senyum ceria yang mengembang di bibirnya.
'' Meski kau adalah sahabatku, tapi aku tidak akan pernah memberitahumu soal pearl. biarkanlah rahasia ini tersimpan manis di dalam hatiku. Selamat jalan pearl, aku akan selalu menjaga rahasia ini sampai aku menyusulmu nanti. Aku menyayangimu.'' Batin may.
------THE END-------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar