Jumat, 03 Juli 2015

(FANFICTION) The Tree Of My Life

Tittle               : The Tree Of My Life
Cast                 :
- Jeje
- Min Ji
- Ren
- Nara
- Other cast
Genre              : Romance , Drama
Lenght             : Oneshoot
Author             : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Summary         : Ketika cinta sejati di uji dengan sebuah perpisahan :')




'' Chagi ,Sesulit apapun cobaan yang tuhan berikan pada kita , aku ingin melewatinya bersamamu. Hanya bersamamu . . . '' Ucap Jeje lembut

Hari ini , tepat di penghujung tahun 2014 . Kedua orang tua Min Ji pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya . Kedua orang tuanya meninggal akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan indonesia . Betapa sakit dan terpukulnya hati Min Ji sekarang. Bagaimana tidak , Sekarang Ia hidup seorang diri di ibu kota korea yaitu seoul , Tak ada saudara ataupun kerabat yang tinggal disini . Ia hanyalah seorang imigran gelap yang meninggalkan tempat kelahirannya demi meraih sebuah angan dan cita-cita . Dulunya , Kedua orang tuanya adalah pedagang kecil Yang selalu berpindah-pindah tempat untuk berjualan.

'' Aku akan selalu menemanimu hingga maut menjemputku . '' Ucap Jeje untuk kedua kalinya Ia mengusap air mata min ji yang terus mengalir.

'' aku sudah tidak tahan lagi . Ini seperti mimpi buruk bagiku . '' Celoteh min ji

'' Ini Bukanlah mimpi buruk , ini kenyataan pahit yang harus kau terima chagiya. ''

'' Tuhan tidak adil ! Kenapa dia selalu memberikanku cobaan sebesar ini ? Apa tidak cukup dengan kematian dongsaengku ? ''

'' Chagiya , kau tidak boleh berbicara seperti itu. Tenang ya . . . '' Jeje memeluk tubuh min ji erat Ia tidak ingin melihat kekasihnya berbicara yang aneh di acara pemakaman seperti ini .

'' Noona , kedua orang tua anda akan segera di kremasi sekarang . Kumohon anda sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini . '' ucap salah seorang pendeta

'' Ani . . . Aniya !!! Appa , eomma , jangan tinggalkan min ji sendirian disini . Min ji tidak punya siapa-siapa lagi eomma , appa . Bangunlah , temani min ji . . . '' teriak min ji dan langsung berlari ke arah peti mati kedua orang tuanya

'' Mianhae noona , anda harus kembali duduk. ''

'' Ani ! aku ingin disini . . . Aku tidak akan pergi.''

'' Chagiya . . . Kemarilah . '' Jeje berdiri tepat di belakang Min Ji . Ia mengulurkan tangan kanannya pada min ji

'' Aku tidak akan pergi . '' teriak min ji

'' Dengarkan aku , biarkanlah kedua orang tuamu beristirahat dengan tenang .''

'' Memang apa urusanmu ? Mereka kedua orang tuaku. Aku membutuhkan mereka , bukan kau.''
Jleb! Ucapan kasar yang baru saja di lontarkan min ji membuat hati jeje seakan tersayat pisau tajam . Perlahan , ia mulai meneteskan air matanya . Ia tidak tahan lagi dengan ucapan min ji barusan .

'' Baiklah aku akan pergi . '' Jeje membalikkan tubuhnya

'' Pergilah .'' usir min ji kasar

Jeje keluar dari gereja dengan air mata yang terus menetes . Sedangkan min ji , ia tidak memperdulikan jeje dan masih memandangi wajah kedua orang tuanya . Ia sama sekali tidak mau pergi meskipun sudah di tarik oleh pendeta yang akan mengkremasi jenazah kedua orang tuanya .

----000----

Suasana duka masih menyelimuti hati min ji . Meski kedua orang tuanya sudah berpulang 3 hari yang lalu , namun ia masih berlarut dalam kesedihan . Ia juga tidak mau makan dan tidak mau menemui jeje , yang ada dihatinya sekarang hanyalah ingin bertemu dengan kedua orang tuanya .

'' Dear , aku masih berduka atas kematian eomma dan appa . Aku berfikir jika tuhan tidak adil bagiku , aku selalu saja diberikan cobaan yang membuat hatiku terluka . Aku sudah tidak kuat dengan semua ini . Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi . Tapi aku masih bersyukur karena jeje masih ada buatku , meski aku sering kali memarahinya dia tetap berada di sampingku . Saranghae jeje oppa . ''

Min Ji menutup diary Pink nya setelah menyelesaikan tulisannya . Ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur , matanya memandang foto kedua orang tuanya yang masih terpampang jelas di sudut kamarnya .

'' Eomma , Appa . . . '' ucapnya lirih

Tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk di ponselnya .

'' Ren . '' ucapnya

'' Yeobeoseyo . . . ''

'' Aku dengar kedua orang tuamu kecelakaan , aku turut berduka cita noona . ''

'' Nde , gomawo oppa . ''

'' sekarang kau tinggal dengan siapa noona ?''

'' aku sekarang tinggal sendiri.''

'' Bolehkah aku menemanimu ? aku bosan dengan kehidupan di sini .''

'' Baiklah , datang saja kemari . ''

'' Oke , aku akan segera meluncur kesana . See you noona . ''

'' See you . ''

Min Ji mengakhiri obrolannya dengan Ren . Dialah teman masa kecilnya yang tinggal di mokpo . Kota yang jauh dari hiburan dan tergolong masih kuno . Pantas saja jika ren bosan tinggal disana.

Kring...Kring...
Suara bel sepeda terdengar begitu nyaring di telinga min ji . Ia tahu persis siapa orang yang membunyikan bel itu . Dengan secepat kilat , ia keluar dari kamarnya dan menemui pemilik sepeda tersebut .   

'' Oppa . . . '' Teriak Min Ji seraya memeluk tubuh kekasihnya

'' Bogoshipeo oppa , Chu~ '' Min Ji melayangkan ciuman manisnya di bibir jeje

'' Nado bogoshipeo chagiya . '' Jeje mencubit kedua pipi min ji saking gemasnya

'' Sakit . . . '' Min Ji mengusap kedua pipinya yang memerah

'' Sudah berapa lama aku tidak memelukmu seperti ini? ''

'' Entahlah , aku lupa oppa.''

'' Mau ikut denganku sekarang?'' ajak jeje

'' Kemana oppa ?''

'' Ke tempat biasanya . ''

'' Kajja . . . ''

Mereka berdua bergegas pergi ke suatu tempat yang bersejarah baginya . Tempat dimana mereka pertama kali bertemu dan akhirnya memutuskan berpacaran di tempat itu juga .
Selama perjalanan menuju nami island , Jeje dan Min Ji terlihat sangat bahagia . Mereka seringkali tertawa terbahak-bahak hingga tak sadar mereka sedang di perhatikan banyak orang . Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.

-SKIP-

'' Tempat ini masih sama seperti 3 tahun yang lalu . '' Ucap Min Ji

'' Nde . . . ''

Jeje memegang erat tangan min ji dan mengajaknya ke sebuah pohon yang bersejarah baginya . Pohon yang masih berdiri kokoh di tepi laut itu mengingatkannya pada sa'at pertama kali bertemu . Banyak kenangan yang mereka ukir di bawah pohon yang mereka juluki sebagai pohon pembawa cinta . Tak banyak orang yang tahu keberadaan pohon tersebut , karena letaknya yang memang sangat terpencil dan jauh dari keramaian nami island . 

-FLASHBACK-

Sa'at itu , Min Ji sedang meneliti sebuah pohon sebagai tugas akhir dari proposalnya . Di pohon besar itu juga , sosok namja berpostur tinggi sedang mengeluarkan sesuatu dari balik celananya.

'' Kyaaaa . . . . . Kau yadong ! '' teriak min ji histeris .

'' Hey~ siapa kau ! Kau mengintipku ya . '' jawab jeje terkejut

'' Hahaha . . . Aish kau ini , pipis sembarangan.'' ledek min ji

'' Ssstt . . . Jangan keras-keras , aku malu .''

'' Hahaha . . . Ada orang yadong disini.'' teriak min ji

'' Ssstt . . . '' jeje langsung menutup mulut min ji dengan tangannya .

'' Ungh. . . Lepaskan aku! Babo,ya!'' Min Ji menjitak kepala jeje keras

'' Auh . . . Kau ini , rasakan ini . '' Jeje langsung mencium bibir min ji dengan agresif . Ia tidak peduli jika mereka baru saja bertemu dan belum mengenal satu sama lain .

'' uh , lepaskan!'' min ji mendorong tubuh jeje hingga tersungkur ke tanah

'' Cih! Namja yadong .'' Min Ji langsung memungut buku dan pulpennya yang terjatuh dan langsung pergi meninggalkan jeje .

'' hey~ namamu siapa? Aku Jeje .'' teriaknya

Min Ji tidak memperdulikan ucapan jeje barusan . Namun dalam hatinya , ia senang bisa bertemu namja setampan dan seaneh jeje .

'' Yeoja cantik yang menggemaskan . '' ucap jeje
Ia mendudukkan tubuhnya tepat di bawah pohon itu , ia masih memikirkan wajah cantik dari yeoja yang baru saja ia temui .

PLOKK!!!

sebuah name tag terjatuh di sampingnya . Ia mendongkakkan kepalanya ke atas . Betapa terkejutnya dia sa'at orang yang dilihatnya sekarang adalah yeoja yang baru saja ia temui . Ia pun menyunggingkan senyuman manis dan mengambil name tag nya .

'' Park Min Ji . Seoul High School . ''

Min Ji mendudukkan tubuhnya tepat disamping jeje .

'' senang bertemu denganmu je . '' Min Ji mengulurkan tangannya pada jeje

'' Nado noona . ''

Dan dari situlah mereka mulai menghabiskan waktu seharian di bawah pohon pinus . Dan pada hari itu juga , mereka memutuskan untuk berpacaran .

-FLASHBACK OFF-

'' Will You marry Me ? '' Jeje mengeluarkan kotak cincin berwarna merah di hadapan min ji

Min Ji hanya bisa terdiam . Ia spechless dan tidak tahu harus berbicara apa . Namja yang sudah 3 tahun menjadi kekasihnya itu kini tengah mengeluarkan sebuah cincin untuk dirinya .

'' Bagaimana ?'' Tanya Jeje lagi

'' Nde oppa , aku mau . '' Jeje langsung memakaikan cincin ruby itu di jari manis min ji

'' Jika aku mati nanti , jangan pernah lupakan tempat ini chagi . Chu~ ''

'' kenapa oppa bilang seperti itu? Memangnya oppa mau mati sekarang? ''

'' Aku tidak tahu . Kematian adalah rahasia terbesar yang tuhan miliki . ''

'' Oppa jangan bilang seperti itu . '' Min ji langsung memeluk tubuh jeje karena tidak ingin berpisah dengannya.

'' Jangan pernah tinggalin aku oppa , aku sangat menyayangimu... ''

'' Nado chagiya ...''

---000---

Ren Sudah menunggu kepulangan min ji hingga berjam-jam . Ia sudah beberapa kali menghubungi min ji namun tidak ada jawaban sama sekali .

'' Kemana dia? '' Batin Ren

Ia pun memutuskan untuk beristirahat di sofa yang berada di depan rumah min ji . Ia memasang earphone dan mulai memejamkan matanya .

'' Sampai jumpa chagiya . . . '' Ucap Min Ji sembari melambaikan tangannya pada Jeje

Min Ji memasuki rumahnya dengan santai , ia terlihat senang karena sudah bertemu dengan kekasihnya. Namun ia terkejut sa'at melihat seorang namja tengah tertidur ngorok di sofa miliknya.

'' Oh My God , siapa ini .''   ia mulai mendekati namja itu dan mencolek-colek tubuhnya

'' Hoaamm . . . '' Namja itu menggeliat

'' Ren . '' Ucap Min Ji terkejut

'' Oh hey min ji , kau sudah pulang? Aku sudah menunggumu berjam-jam . '' Jawab ren seadanya

'' Kajja masuklah , di luar dingin . ''

'' Baiklah . ''

---000---

Pukul 03.00 Malam

Jeje terbangun dari tidur nyenyaknya . Ia memegang hatinya yang terasa sangat menyakitkan . Perlahan , tangannya mulai meraih gelas berisi air mineral di sampingnya . Ia pun menenggak air mineral itu sampai habis dan tak tersisa .

'' Kenapa hatiku begitu sakit seperti ini?'' batinnya sembari mengelus dadanya

Ia pun kembali untuk memejamkan matanya karena hari masih gelap .

Sedangkan di sisi lain , min ji dan ren tengah asik bercerita hingga mereka tidak sadar jika sekarang sudah jam 3 tepat . Konon , setiap jam 3 malam para hantu mulai keluar dan menghantui manusia yang belum tidur .

'' Aku merasakan hal yang aneh . '' ucap min ji sambil mengelus tengkuknya

''  Haha , pasti hantu . ''

'' sstt . . . Kau tidak boleh seperti itu . ''

'' Kenapa? Apa kau takut dengan hantu?''

Min Ji menggeleng . Ia langsung menarik selimutnya dan bergegas untuk tidur .

-----000-----

Kring...Kring...
Seperti biasa , suara bel sepeda milik jeje mulai terdengar nyaring . Min Ji yang baru saja tidur 3 jam yang lalu pun masih enggan untuk membuka matanya . Ia malah mengambil bantal untuk menutup kedua telinganya dengan rapat .

Kring...kring...

'' Aish , siapa sih yang diluar . '' gumam ren , ia segera turun dari tempat tidurnya untuk menemui jeje

Dibukalah pintu rumah min ji yang berwarna putih itu .

'' Hey kau , kenapa kau berisik sekali di depan rumah orang ! '' Bentak ren

Jeje yang melihat namja tanpa mengenakan kaos itupun langsung shock . Hatinya seketika langsung merasakan sakit  Yang amat dalam .

'' Kau siapa?'' Tanya jeje Sembari menahan sakit di dadanya

'' Aku penghuni rumah ini. Sudah sana pergi . '' usir ren se'enaknya

'' Dimana min ji ? ''

'' Dia sedang tidur . Sudah pergilah , aku ingin tidur lagi . '' Ren langsung menutup pintunya dan bergegas tidur lagi

'' Apa min ji berselingkuh dengan namja tersebut . astaga , cobaan apa lagi ini . . . '' Jeje menuntun sepedanya karena tubuhnya begitu lemas dan tak berdaya . Hatinya terasa sakit dan Tak kuasa menahan sedih yang di alaminya pagi ini .  Di sepanjang jalan menuju rumahnya , ia hanya bisa berfikir tentang min ji . Dia kecewa karena yeoja yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun menghianatinya seperti ini .

Tut...Tut...
Suara klakson mobil ferrari merah itu menghentikan langkah Jeje . Ia menoleh ke belakang tepat ke arah mobil itu . Keluarlah yeoja berparas cantik dan memiliki tubuh layaknya seorang model , yeoja itu tersenyum manis pada jeje . Perlahan ia mulai mendekat ke arah jeje dan membuka pembicaraan .

'' kau Kim Jeje kan? ''

'' Nde . ''

'' Perkenalkan , aku Jung Nara . ''

'' Nara?'' jeje mengernyitkan dahinya

'' Iya , ayahmu sudah memberitahumu tentang aku kan ? ''

'' Bukankah Kau yeoja yang akan tinggal bersamaku ?''

'' Yaps , aku akan tinggal bersamamu selama magang disini . Kajja masuklah, aku akan mengantarkanmu pulang''

'' tapi sepedaku?''

'' Taruh saja di sini , aku akan menghubungi supirku untuk mengambil sepedamu . Ayo . . ''

'' Baiklah . ''

Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.

'' Jadi apa yang kau lakukan disini ?'' Tanya nara
'' Aku... '' Jeje tertunduk

'' Kenapa kau sedih? Ma'afkan aku Jika pertanyaanku menyakitimu . ''

'' kau tidak salah. ''

'' lalu kenapa kau bersedih seperti ini ?''

'' Aku hanya . . . '' jeje sudah tidak sanggup meneruskan ucapannya . Kali ini hatinya benar-benar sakit seakan tertusuk ribuan duri . Ia merintih kesakitan hingga membuat nara panik dan akhirnya langsung menghentikan mobilnya Tepat di depan rumah sakit.

'' Je , kau kenapa ? ''

'' I i i ni , sakit . '' jeje memegang hatinya

'' Kajja kita turun , aku akan menggendongmu.''
'' Ti i ii dak usah , aku baik-baik saja .''

'' Kau sedang tidak baik je . '' dengan secepat kilat , nara keluar dari mobilnya untuk meminta pertolongan .

'' suster , suster , tolong saya . Ada pasien di dalam mobil saya . ''

'' Baiklah . ''

Para suster langsung berlarian ke arah mobil nara . tubuh jeje yang sudah tidak sadar pun langsung di angkat ke atas tempat tidur .

Di sisi lain , min ji dan ren masih tertidur pulas . Ia tidak sadar jika malapetaka besar akan menimpanya kali ini .

'' Arrrggghhh . . . . . '' Min ji terbangun dari mimpi buruknya , ia langsung mencari ponselnya untuk menghubungi jeje .

'' Kenapa kau berteriak sekencang itu?'' tanya ren

'' sstt . . . Aku sedang menghubungi seseorang.''
'' Aku tahu , pasti kau sedang menghubungi namja yang memiliki sepeda itukan ? ''

'' Darimana kau tahu?''

'' Tadi pagi dia kesini . Dan aku mengusirnya.''

'' Apa???!!!!''
Min Ji langsung menatap ren dengan tampang sinis . Ia kesal karena namjachingunya sudah di usir oleh temannya sendiri.

Plakk!!!

'' Kau tahu , dia namjachinguku,babo!'' bentak min ji . Ia pun langsung meraih jaketnya dan keluar dari rumahnya.


Beppbeppbepp . . .
Satu panggilan masuk dari jeje , dengan senyum yang mengembang di bibirnya , min ji langsung mengangkat telfon itu .

'' Chagiya . . . Ma'afkan aku .'' ucap min ji sedikit manja

'' Mianhae , benarkah ini Hwang Min Ji ?''

Deg! Mendengar suara seorang yeoja yang menelfonnya membuat min ji langsung berubah menjadi ketus.

'' Nde , kau siapa? Selingkuhannya jeje?'' balas min ji ketus

'' Bukan , aku nara . Aku menelfonmu karena ... '' Nara menghentikan ucapannya

'' Karena apa? '' pekik min ji

'' Karena sekarang kau tidak akan bertemu jeje lagi. Dia sudah tenang di alam sana.''

'' Mwo???!!! Apa yang kau bicarakan padaku,hah!''

'' sabarlah eonni , jeje oppa sudah tiada.''

Bruakk!!!
Ponsel min ji terlepas dari genggamannya . Tubuhnya seketika langsung terkulai lemas di jalan. Air matanya pun tumpah begitu saja. mimpi buruk yang baru saja ia alami akhirnya menjadi kenyataan pahit yang harus ia terima pagi ini .

'' Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkk . . . . . '' teriak min ji histeris , ia pun langsung lari ke rumah jeje tanpa mengenakan alas kaki apapun . Ia tak peduli dengan rasa sakit yang ada di kakinya . Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan sa'at ini . Jauh dari jeje saja ia sudah tidak sanggup apalagi di tinggal pergi dan tidak akan kembali untuk selamanya , Itu yang membuat min ji sudah tidak kuat dan ingin menyusul sang kekasih .

----000----

'' Temui aku di pohon pembawa cinta setiap tanggal 14 di tiap bulannya . Aku akan menemuimu disana. '' Tulis jeje untuk terakhir kalinya , nara yang memberikan sepucuk surat itu pada min ji tak kuasa menahan tangisnya. Ia juga merasakan apa yang sekarang dirasakan oleh min ji . Meski, ia baru saja mengenal min ji dan jeje , tapi hatinya seakan sudah menyatu dengan kuat.

'' Eonni yang sabar nde . '' Nara memeluk tubuh min ji dengan erat

'' Aku tahu inilah takdir yang harus aku terima. Mulai dari kehilangan dongsaengku , appa dan eomma , dan sekarang ... Aku harus kehilangan  Orang yang amat aku cintai , hingga akhir hayatnya pun aku masih mencintainya. '' ucap min ji dengan air mata yang terus mengalir

'' tapi aku harus kuat , seberat apapun cobaan yang tuhan berikan kepadaku , itu tandanya tuhan masih menyayangiku .''

Nara tersenyum manis ke arah min ji .

Dari kejauhan , sosok ren muncul dalam pemakaman jeje . Ia membawa sebuket bunga dan sebuah surat kecil yang dipegangnya .

'' Min Ji ... '' Panggil ren lirih

'' Nde oppa .''

'' Ini untukmu .'' ren menyodorkan secarik kertas padanya

'' Apa ini . . . '' Min Ji membuka kertas itu dan membacanya dalam hati

'' Min Ji , ma'afkan aku karena selama ini aku tidak berkata jujur padamu . Aku hanya ingin menemanimu dan tak berniat untuk menyakitimu . Sebenarnya , aku hanyalah sebuah arwah dari Teman masa kecilmu,yaitu ren . Aku sudah meninggal 3 tahun yang lalu , persis di hari jadianmu . Sa'at itu , aku juga berada di nami island , aku sengaja datang kesana karena ingin bertemu denganmu . Aku ingin mengucapkan sesuatu padamu , tapi kau malah bersama dengan jeje , lalu akupun pergi meninggalkanmu . Tapi ternyata , sa'at aku hendak menyeberang jalan , aku tertabrak bus dan akhirnya meninggalkanmu untuk selamanya . Ma'afkan aku min ji , mulai sekarang aku akan menjauh dari hidupmu . Aku sudah tenang karena masih bisa bersamamu meski cuma sebentar . '' Min Ji membaca surat itu dengan air mata yang terus mengalir. Ia tidak percaya jika ren juga sudah meninggal .

'' Ma'afkan aku karena sudah menamparmu tadi pagi . '' ucap min ji

Ren hanya tersenyum manis , perlahan ia pun mulai pergi ke alam asalnya . Ia melambaikan tangannya pada min ji dan mengucapkan selamat tinggal .

'' Reeeennnn .....'' teriak min ji histeris

'' Tuhan , kapan engkau akan memberikanku sebuah kebahagiaan?'' Pekiknya

                                                       ------END--------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar