Tittle. : Back ( Can You Save Me )~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Sad Ending
Cast. : Sunggyeol ,
Woohyun ,
MinAh ,
Hoya ,
Myungsoo ,
Dongwoo ,
Sunggyu
Rating. : PG 15+
Length. : Oneshoot
Can You Save Me , Please ...
Sunggyeol terisak dalam tangisnya . Ia memandang jeruji besi yang
kini ia tinggali bersama WooHyun dengan air mata yang mengucur deras .
Betapa tidak , Mereka berdua akan menjalani Hukuman mati jika tidak ada
satu orang pun yang menyelamatkannya . Mereka berdua baru saja terlibat
kasus atas kematian sahabatnya sendiri yaitu MinAh , sebenarnya mereka
sama sekali tidak berniat untuk membunuh yeoja cantik tersebut . Namun
apa boleh buat , nasi sudah menjadi bubur . Lelucon yang mereka buat
sa'at malam natal berakhir tragis seperti ini .
-FLASHBACK-
" MinAh , apakah malam ini kau mau tidur denganku ? " Goda sunggyeol
" Aniyaa , aku tidak mau . Kau jelek ! Haha " MinAh membalas godaan dari sunggyeol dengan tawa khasnya
" Haha , Kau dengar sendirikan ? Kau jelek sunggyeol . " Seru Woohyun
" Yak! Kalian berdua memang setan . " Sunggyeol mendorong tubuh mereka berdua hingga terjatuh ke lantai .
" Appo , Sakit oppa ... " Rengek Minah
" Iya nih , sunggyeol bercandanya kelewatan . "
" Salah sendiri , kalian dulu kan yang mulai . " Sunggyeol melipat
kedua tangannya di dada . Sepertinya ia memang marah kepada sunggyeol
dan minah .
" Yah , apa kau marah betulan ?" Tanya woohyun mencoba memastikan
" Bagaimana menurutmu ? "
" Aish , dasar pemarah , jelek pula . Haha . "
Bruakk !!!
Sunggyeol melempar sepatu sneakers yang memiliki duri-duri tajam di atasnya ke arah Woohyun . Namun ...
" Wheekk , tidak kena . " Woohyun menjulurkan lidahnya ke arah
sunggyeol . Ia tidak tahu jika sepatu yang lumayan tajam tadi tepat
mengenai minah yang berada di belakangnya .
" Minah , apa kau tidak apa-apa . " Sunggyeol mendekat ke arah minah
dengan ekspresi ketakutan . Pasalnya , minah langsung terkapar tak
berdaya di lantai .
" Woohyun apa yang harus kita lakukan ? "
" Aku tidak tahu . Ini salahmu . "
" Ini salah kita berdua , kau jangan egois . "
Mereka berdua di selimuti rasa gugup sekaligus ketakutan . Bagaimana
tidak , meski badannya sudah di goyang-goyangkan minah tetap tidak
sadar . Bahkan Badannya juga berubah menjadi dingin layaknya balok es .
" Apa minah sudah meninggal ?" Tanya woohyun
" Entahlah . Aku juga tidak tahu . " Sunggyeol mendekatkan jari telunjuknya ke hidung minah .
" Astaga , Oh my god . " Sunggyeol tersentak kaget , badannya
perlahan mulai menjauh dari tubuh minah . Ia ketakutan karena minah
sudah tak bernyawa lagi
" Wae ? "
" Jangan dekati minah lagi . Dia sudah meninggal . Menjauhlah woohyun . " Seru Sunggyeol
" Jinjja ? Eottheoke ? "
" Kita kabur saja . Aku tidak ingin di penjara . Aku takut . "
" Baiklah ... "
-FLASHBACK OFF-
Tak ada yang mengira jika sebuah lelucon natal akan mengakibatkan
hal setragis ini . Mereka berdua sangat terpukul atas kematian
sahabatnya yang tidak masuk akal seperti ini . Bahkan , sunggyeol sudah
hampir bunuh diri karena ketakutan akan dosa besar yang telah ia perbuat
. Untung saja woohyun datang dan menggagalkan upaya sunggyeol untuk
bunuh diri . Jika woohyun telat dalam satu detik saja , pasti sunggyeol
sudah menyusul minah ke alam sana .
" Saudara sunggyeol dan woohyun , ada orang yang ingin menemuimu . " Ucap salah seorang polisi
" Jinjja ? Siapa dia ? " Tanya sunggyeol tak percaya
" Bukan dia , tapi mereka . " Polisi itu menunjuk ke arah pintu masuk
Datanglah ketiga Namja tampan yang membawa kantong plastik yang
entah apa isinya . Ketiga namja itu mendekat dan di sambut gembira oleh
sunggyeol dan woohyun .
" Omoo ... Bagaimana kalian bisa tahu jika kita ada disini ?" Ucap Woohyun
" Tentu saja kita tahu , seluruh sekolah sedang heboh membicarakan
kasus kalian . Maka dari itu , kita ingin memastikan keadaan kalian . "
Pungkas Myungsoo
" Gomawo , " Woohyun meraih tangan Hoya dari balik jeruji besi
" Apa kau juga sudah tahu kita akan di hukum mati ?" Ucap Sunggyeol
" Kita sudah mengetahui semuanya , maka dari itu kita datang kesini . " Balas Dongwoo
" Kalian kesini ingin membantu kita kan ? Iyakan ? "
" Kata siapa kita ingin membantumu ? " Tanya dongwoo balik
" Lalu , apa yang kalian lakukan disini ? "
" Kita datang kemari untuk memberimu ini . " Hoya memberikan kanton plastik yang di pegangnya pada sunggyeol
" Apa ini ? " Tanya sunggyeol yang mencoba membongkar isi dari kantong plastik tersebut
" Al-Kitab ? Kenapa kalian memberikanku Al-kitab ? " Tanya sunggyeol lagi
" Kalian ingin tahu ? " Ucap Myungsoo sembari menatap sinis ke arah mereka berdua
Mereka mengangguk pasti , wajahnya nampak ceria karena mereka berfikir jika teman-temannya akan membebaskannya hari ini .
" Supaya kalian bertobat sebelum mati , kalian pikir kita akan
membebaskanmu . Cih , manusia semacam kalian pantas mendapat hukuman
mati ." Jawab Myungsoo sembari menyeringai pada mereka berdua
" Omoo ... Apa telingaku baru saja mendengar kata-kata yang tak sepantasnya aku dengar ?" Tanya Woohyun
" Tentu saja , Kalian pikir aku akan membantumu . Tidak sama sekali ,
hatiku sudah tergores atas perbuatan kalian berdua . Kalian kan yang
sudah menabrakku hingga aku mengalami patah tulang kaki , iyakan ?
Kalian memang setan . " Jawab Hoya dengan amarah yang semakin memuncak
" Kalian juga yang sudah membullyku , apa kalian sadar atas
perbuatan yang telah kalian perbuat , hah ? Jawab , jangan hanya
menangis . Kalian pikir aku akan merasa kasihan jika kalian menangis
seperti itu , Tidak ! Aku akan pergi sekarang , aku muak melihat muka
kalian berdua . Kajja kita pergi . " Dongwoo menarik tangan Hoya dan
myungsoo , dan berlalu pergi dari hadapan tahanan hukuman mati .
" Mianhae , Mianhae ... " Teriak woohyun , namun mereka sudah berlalu dan tak ada di hadapannya lagi
" Akuu benar-benar tidak percaya , mungkinkah ini karma bagi kita ? "
Sunggyeol menoleh ke arah woohyun dengan air mata yang mengucur deras
" Maybe . Bunuh aku . Bunuh akuu sunggyeol. " Jawab Woohyun sembari menarik-narik tangan sunggyeol
" Tenang saja , besok kita akan mati bersama . Tolong berpeganglah
padaku , aku tidak ingin masuk neraka sendirian . Aku takut woohyun ."
" Aku juga . Kita tunggu saja esok hari , "
#########
31 Des 2014
Tepat di penghujung tahun kali ini , woohyun dan sunggyeol akan
meninggalkan indahnya kehidupan di dunia . Mereka berdua akan memasuki
dunia yang kekal abadi di akhirat nanti . Sebelum di eksekusi mati ,
mereka berdua di berikan kebebasan untuk melihat keindahan kembang api
yang akan di nyalakan tepat pukul 12 malam . Lalu , mereka akan bersiap
di suntik mati dan melepaskan gelar sebagai King Of bullying .
" Apa kau gugup ? " Tanya salah seorang polisi
" Tidak , aku sudah siap . " Jawab mereka serempak
" Baguslah kalau begitu , aku harap kalian tenang di alam sana . "
Mereka berdua mengangguk sembari menatap kosong ke arah langit .
Mereka tidak ingin melewatkan malam pergantian tahun kali ini . Meskipun
setelah acara kembang api , mereka sudah mati .
12 PM
Doorr...Dorr...Dorrr......
Suara Kembang api mulai bergemuruh di atas langit . Begitu indah dan
sayang jika di lewatkan . Sunggyeol dan woohyun menyaksikan pesta
pergantian tahun dengan hati yang senang . Mereka berdua mencoba
menikmati malam ini , meski tak dapat di pungkiri jika hati mereka
tengah gugup dan takut .
" Sunggyeol , Ma'afkan aku jika selama ini aku sering melukaimu . "
Ucap woohyun yang langsung di sambut sunggyeol dengan pelukan hangat
" Nado , ma'afkan aku juga woohyun . "
Waktu eksekusi sudah datang . Kini sa'atnya mereka berdua untuk
bersiap menjalani kehidupannya di alam kekal . Mereka sama sekali tidak
ingin melepaskan pelukannya . Tangannya pun berpegang erat satu sama
lain .
Para Polisi yang melihat mereka berdua tengah berpelukan seperti itu
merasakan sedikit rasa iba di hatinya . Apalagi polisi yang akan
mengeksekusinya , ia pun mendekat ke arah mereka untuk meminta ma'af
sekaligus menyuntikkan suntik mati .
" Mianhae Sunggyeol-ah , woohyun-ah . Semoga kalian tenang di alam sana . "
Dan Cuss .... Suntik itu sudah masuk ke dalam tubuh mereka berdua ,
perlahan-lahan tubuh mereka berdua mulai terjatuh ke lantai dan
mengejang . Kematian mereka di saksikan para polisi yang menemaninya
malam ini . Tak hanya itu , Hoya , Myungsoo , dongwoo dan sunggyu juga
melihat kematian mereka . Mereka berempat sengaja datang untuk
menyaksikan kematian dari King of Bullying yang mengenaskan .
" Can You save Me ? " Ucap Hoya
" Noooo ...... " Jawab Dongwoo , Myungsoo dan sunggyu serempak dan di akhiri dengan gelak tawa
###########END##########
Tidak ada komentar:
Posting Komentar