Jumat, 03 Juli 2015

(FANFICTION) Back ( Can You Save Me )

Tittle. : Back ( Can You Save Me )~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Sad Ending
Cast. : Sunggyeol , Woohyun , MinAh , Hoya , Myungsoo , Dongwoo , Sunggyu
Rating. : PG 15+
Length. : Oneshoot


Can You Save Me , Please ...
Sunggyeol terisak dalam tangisnya . Ia memandang jeruji besi yang kini ia tinggali bersama WooHyun dengan air mata yang mengucur deras . Betapa tidak , Mereka berdua akan menjalani Hukuman mati jika tidak ada satu orang pun yang menyelamatkannya . Mereka berdua baru saja terlibat kasus atas kematian sahabatnya sendiri yaitu MinAh , sebenarnya mereka sama sekali tidak berniat untuk membunuh yeoja cantik tersebut . Namun apa boleh buat , nasi sudah menjadi bubur . Lelucon yang mereka buat sa'at malam natal berakhir tragis seperti ini .

-FLASHBACK-
" MinAh , apakah malam ini kau mau tidur denganku ? " Goda sunggyeol

" Aniyaa , aku tidak mau . Kau jelek ! Haha " MinAh membalas godaan dari sunggyeol dengan tawa khasnya

" Haha , Kau dengar sendirikan ? Kau jelek sunggyeol . " Seru Woohyun

" Yak! Kalian berdua memang setan . " Sunggyeol mendorong tubuh mereka berdua hingga terjatuh ke lantai .

" Appo , Sakit oppa ... " Rengek Minah

" Iya nih , sunggyeol bercandanya kelewatan . "

" Salah sendiri , kalian dulu kan yang mulai . " Sunggyeol melipat kedua tangannya di dada . Sepertinya ia memang marah kepada sunggyeol dan minah .

" Yah , apa kau marah betulan ?" Tanya woohyun mencoba memastikan

" Bagaimana menurutmu ? "

" Aish , dasar pemarah , jelek pula . Haha . "

Bruakk !!!
Sunggyeol melempar sepatu sneakers yang memiliki duri-duri tajam di atasnya ke arah Woohyun . Namun ...

" Wheekk , tidak kena . " Woohyun menjulurkan lidahnya ke arah sunggyeol . Ia tidak tahu jika sepatu yang lumayan tajam tadi tepat mengenai minah yang berada di belakangnya .

" Minah , apa kau tidak apa-apa . " Sunggyeol mendekat ke arah minah dengan ekspresi ketakutan . Pasalnya , minah langsung terkapar tak berdaya di lantai .

" Woohyun apa yang harus kita lakukan ? "

" Aku tidak tahu . Ini salahmu . "

" Ini salah kita berdua , kau jangan egois . "

Mereka berdua di selimuti rasa gugup sekaligus ketakutan . Bagaimana tidak , meski badannya sudah di goyang-goyangkan minah tetap tidak sadar . Bahkan Badannya juga berubah menjadi dingin layaknya balok es .

" Apa minah sudah meninggal ?" Tanya woohyun

" Entahlah . Aku juga tidak tahu . " Sunggyeol mendekatkan jari telunjuknya ke hidung minah .

" Astaga , Oh my god . " Sunggyeol tersentak kaget , badannya perlahan mulai menjauh dari tubuh minah . Ia ketakutan karena minah sudah tak bernyawa lagi

" Wae ? "

" Jangan dekati minah lagi . Dia sudah meninggal . Menjauhlah woohyun . " Seru Sunggyeol

" Jinjja ? Eottheoke ? "

" Kita kabur saja . Aku tidak ingin di penjara . Aku takut . "

" Baiklah ... "
-FLASHBACK OFF-

Tak ada yang mengira jika sebuah lelucon natal akan mengakibatkan hal setragis ini . Mereka berdua sangat terpukul atas kematian sahabatnya yang tidak masuk akal seperti ini . Bahkan , sunggyeol sudah hampir bunuh diri karena ketakutan akan dosa besar yang telah ia perbuat . Untung saja woohyun datang dan menggagalkan upaya sunggyeol untuk bunuh diri . Jika woohyun telat dalam satu detik saja , pasti sunggyeol sudah menyusul minah ke alam sana .

" Saudara sunggyeol dan woohyun , ada orang yang ingin menemuimu . " Ucap salah seorang polisi

" Jinjja ? Siapa dia ? " Tanya sunggyeol tak percaya

" Bukan dia , tapi mereka . " Polisi itu menunjuk ke arah pintu masuk

Datanglah ketiga Namja tampan yang membawa kantong plastik yang entah apa isinya . Ketiga namja itu mendekat dan di sambut gembira oleh sunggyeol dan woohyun .

" Omoo ... Bagaimana kalian bisa tahu jika kita ada disini ?" Ucap Woohyun

" Tentu saja kita tahu , seluruh sekolah sedang heboh membicarakan kasus kalian . Maka dari itu , kita ingin memastikan keadaan kalian . " Pungkas Myungsoo

" Gomawo , " Woohyun meraih tangan Hoya dari balik jeruji besi

" Apa kau juga sudah tahu kita akan di hukum mati ?" Ucap Sunggyeol

" Kita sudah mengetahui semuanya , maka dari itu kita datang kesini . " Balas Dongwoo

" Kalian kesini ingin membantu kita kan ? Iyakan ? "

" Kata siapa kita ingin membantumu ? " Tanya dongwoo balik

" Lalu , apa yang kalian lakukan disini ? "

" Kita datang kemari untuk memberimu ini . " Hoya memberikan kanton plastik yang di pegangnya pada sunggyeol

" Apa ini ? " Tanya sunggyeol yang mencoba membongkar isi dari kantong plastik tersebut

" Al-Kitab ? Kenapa kalian memberikanku Al-kitab ? " Tanya sunggyeol lagi

" Kalian ingin tahu ? " Ucap Myungsoo sembari menatap sinis ke arah mereka berdua

Mereka mengangguk pasti , wajahnya nampak ceria karena mereka berfikir jika teman-temannya akan membebaskannya hari ini .

" Supaya kalian bertobat sebelum mati , kalian pikir kita akan membebaskanmu . Cih , manusia semacam kalian pantas mendapat hukuman mati ." Jawab Myungsoo sembari menyeringai pada mereka berdua

" Omoo ... Apa telingaku baru saja mendengar kata-kata yang tak sepantasnya aku dengar ?" Tanya Woohyun

" Tentu saja , Kalian pikir aku akan membantumu . Tidak sama sekali , hatiku sudah tergores atas perbuatan kalian berdua . Kalian kan yang sudah menabrakku hingga aku mengalami patah tulang kaki , iyakan ? Kalian memang setan . " Jawab Hoya dengan amarah yang semakin memuncak

" Kalian juga yang sudah membullyku , apa kalian sadar atas perbuatan yang telah kalian perbuat , hah ? Jawab , jangan hanya menangis . Kalian pikir aku akan merasa kasihan jika kalian menangis seperti itu , Tidak ! Aku akan pergi sekarang , aku muak melihat muka kalian berdua . Kajja kita pergi . " Dongwoo menarik tangan Hoya dan myungsoo , dan berlalu pergi dari hadapan tahanan hukuman mati .

" Mianhae , Mianhae ... " Teriak woohyun , namun mereka sudah berlalu dan tak ada di hadapannya lagi

" Akuu benar-benar tidak percaya , mungkinkah ini karma bagi kita ? " Sunggyeol menoleh ke arah woohyun dengan air mata yang mengucur deras

" Maybe . Bunuh aku . Bunuh akuu sunggyeol. " Jawab Woohyun sembari menarik-narik tangan sunggyeol

" Tenang saja , besok kita akan mati bersama . Tolong berpeganglah padaku , aku tidak ingin masuk neraka sendirian . Aku takut woohyun ."

" Aku juga . Kita tunggu saja esok hari , "

#########
31 Des 2014

Tepat di penghujung tahun kali ini , woohyun dan sunggyeol akan meninggalkan indahnya kehidupan di dunia . Mereka berdua akan memasuki dunia yang kekal abadi di akhirat nanti . Sebelum di eksekusi mati , mereka berdua di berikan kebebasan untuk melihat keindahan kembang api yang akan di nyalakan tepat pukul 12 malam . Lalu , mereka akan bersiap di suntik mati dan melepaskan gelar sebagai King Of bullying .

" Apa kau gugup ? " Tanya salah seorang polisi

" Tidak , aku sudah siap . " Jawab mereka serempak

" Baguslah kalau begitu , aku harap kalian tenang di alam sana . "

Mereka berdua mengangguk sembari menatap kosong ke arah langit . Mereka tidak ingin melewatkan malam pergantian tahun kali ini . Meskipun setelah acara kembang api , mereka sudah mati .

12 PM

Doorr...Dorr...Dorrr......
Suara Kembang api mulai bergemuruh di atas langit . Begitu indah dan sayang jika di lewatkan . Sunggyeol dan woohyun menyaksikan pesta pergantian tahun dengan hati yang senang . Mereka berdua mencoba menikmati malam ini , meski tak dapat di pungkiri jika hati mereka tengah gugup dan takut .

" Sunggyeol , Ma'afkan aku jika selama ini aku sering melukaimu . " Ucap woohyun yang langsung di sambut sunggyeol dengan pelukan hangat

" Nado , ma'afkan aku juga woohyun . "

Waktu eksekusi sudah datang . Kini sa'atnya mereka berdua untuk bersiap menjalani kehidupannya di alam kekal . Mereka sama sekali tidak ingin melepaskan pelukannya . Tangannya pun berpegang erat satu sama lain .
Para Polisi yang melihat mereka berdua tengah berpelukan seperti itu merasakan sedikit rasa iba di hatinya . Apalagi polisi yang akan mengeksekusinya , ia pun mendekat ke arah mereka untuk meminta ma'af sekaligus menyuntikkan suntik mati .

" Mianhae Sunggyeol-ah , woohyun-ah . Semoga kalian tenang di alam sana . "

Dan Cuss .... Suntik itu sudah masuk ke dalam tubuh mereka berdua , perlahan-lahan tubuh mereka berdua mulai terjatuh ke lantai dan mengejang . Kematian mereka di saksikan para polisi yang menemaninya malam ini . Tak hanya itu , Hoya , Myungsoo , dongwoo dan sunggyu juga melihat kematian mereka . Mereka berempat sengaja datang untuk menyaksikan kematian dari King of Bullying yang mengenaskan .

" Can You save Me ? " Ucap Hoya

" Noooo ...... " Jawab Dongwoo , Myungsoo dan sunggyu serempak dan di akhiri dengan gelak tawa

###########END##########

Tidak ada komentar:

Posting Komentar