Tittle. : Back~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Drama , Friendship
Cast. : Hoya , Myungsoo , MinAh , Dongwoo , Sunggyu , Sunggyeol , Woohyun , Sungjong
Rating. : PG 13+
Length. : Oneshoot
Butiran butiran salju mulai turun secara perlahan . membuat seorang
namja yang sedang menunggu bus kedinginan karena ia tidak membawa mantel
. Namja yang tengah duduk seorang diri itu menatap kosong ke arah jalan
. Matanya tersirat segudang masalah yang sedang ia pendam . Entah apa
yang sedang hoya pikirkan sekarang . Yang pasti , ia hanya terdiam tanpa
sepatah katapun yang ia ucapkan .
Bus yang ia tunggu akhirnya datang , hoya bergegas masuk dan memilih
tempat duduk paling belakang . Raut mukanya tak berubah sama sekali ,
ia masih murung dan terlihat sangat sedih . Ia menatap ke arah luar
sembari menyandarkan kepalanya di jendela .
@KoreanNationalHighSchool
Hoya berlari ke arah namja yang tengah bersama dengan seorang gadis .
Namja itu adalah sahabat terbaiknya , Kim Myungsoo . Ia menghampiri
myungsoo karena ingin meminta bantuan padanya .
" Myungsoo , bisakah kau membantuku sekarang? "
" Ma'af . Untuk kali ini aku tidak bisa membantumu ." Jawab myungsoo sedikit ketus
" Τp kan kau belum tahu permintaanku ?"
" Aku tahu . Kau pasti ingin meminjam uang kan? Ma'af , aku tidak punya uang . "
Jleb ! Myungsoo berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan hoya
yang masih berdiri kokoh . Ia langsung menarik tubuh minah dengan paksa .
" Dimana myung soo yang dulu , dimana ? " Batinnya
Hoya duduk di kursi tempat myungsoo tadi. Air matanya perlahan
menetes , ia menyeka air mata itu dengan jemari mungilnya . Ia benar
benar kecewa dengan tingkah myung soo kali ini . Ia merindukan myung soo
yang dulu . Bukan myung soo yang sekarang . Akhir-akhir ini myungsoo
memang terlihat bersikap aneh padanya . Semenjak ia berpacaran dengan
MinAh , ia seakan sudah tidak dibutuhkan lagi . Hal itulah yang membuat
hatinya sedih dan kecewa .
" Hey Hoya kau kemana saja , aku mencarimu ." Ucap Dongwoo
" Ada apa kau mencariku ? "
Dong woo menatap hoya lekat .
" Apa kau baru saja menangis ?" Tanya dongwoo
Hoya menggeleng . Ia masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .
" Kau tidak bisa membohongiku , aku tahu dari matamu yang sembab itu . Kenapa kau menangis ? Apa aku bisa membantumu ? "
Hoya langsung memeluk dongwoo erat . Ia menangis di pundak dongwoo
dengan keras . Ia tidak malu lagi jika ia dikatakan banci dan sebagainya
. Ia menangis karena punya alasan tersendiri .
" Jika aku menangis apa aku tidak gentle lagi ? " Ucapnya sesenggukan
" Tentu saja tidak , pria juga bsa menangis . Menangis itu untuk
meluapkan emosi kita , kau menangis pasti punya alasan tersendiri kan?. "
Dongwoo menepuk punggung Hoya
" Menangislah , luapkan semua uneg-uneg yang ada di hatimu . Aku siap menjadi sandaranmu Hoya . " Ucap dongwoo lagi
" Gomawo dongwoo , aku tidak tahu harus dengan siapa aku begini . Hanya kamu satu-satunya orang yang care denganku . "
Dongwoo melepas pelukan dari hoya . Ia menatap hoya sembari tersenyum manis . Ia pun menyodorkan sebuah tissue pada hoya .
" Ini , ambilah . Hapus airmatamu , kau sudah di tunggu di ruang
guru . Jika ada apa-apa , panggilah aku . Aku siap membantumu . "
" Gomawo , baiklah aku pergi dulu . "
@Ruang Guru
" Permisi ... Apa seongsaengnim mencari saya ?"
" Nde , duduklah . "
Hoya mendudukkan dirinya tepat di depan Sungjong seongsaengnim .
" Apa kau tahu kenapa aku menyuruhmu datang kesini ?" Tanya sungjong dengan death glarenya
" Saya tahu . Ma'afkan saya karena tidak bisa membayar uang sekolah . " Hoya tertunduk
" Dan apakah kau tahu konsekuensinya ?" Kali ini sungjong sedikit menaikkan suaranya
" Jelas aku tahu . Tapi aku tidak mampu untuk melunasinya . Aku
tidak punya uang . Ekonomi keluargaku juga tidak baik . Aku minta ma'af ,
seongsaengnim boleh mengeluarkanku dari sekolah . Aku sudah tidak mampu
untuk bersekolah disini . " Pungkas Hoya dan di akhiri dengan tetesan
air matanya
Sungjong yang melihat hoya menangis pun sedikit terharu . Ia memberikan sehelai tisu untuk mengusap air matanya .
" Ma'afkan saya karena sedikit kasar padamu . Tapi ini sudah
kebijakan sekolah . Aku tidak bisa membantumu . " Sungjong memberikan
sebuah amplop pengeluaran dari sekolah pada hoya
Hoya meraih amplop itu dan mengucapkan terima kasih pada sungjong
seongsaengnim . Ia membungkukkan badannya dan bergegas keluar dari ruang
itu .
@Class
Kelas yang penuh dengan canda dan tawa kini perlahan akan sirna .
Beberapa sa'at lagi , salah satu penghuni yang terkenal dengan ke
geniusannya , akan pergi . Dia adalah hoya , namja beruntung yang bisa
bersekolah disini karena beasiswa . Namun , entah apa yang terjadi
tiba-tiba saja beasiswanya di cabut oleh orang yang tidak ia ketahui .
Hal inilah yang mengakibatkan ia di keluarkan dari sekolah karena tidak
mampu membayar biaya sekolah . Dengan berat hati , ia pun meninggalkan
sekolah yang amat ia cintai ini dengan sejuta kenangan manis yang pernah
ia buat bersama dengan teman temannya terutama , myung soo .
Hoya merapikan semua barang barang miliknya ke dalam tas . Di sisi
lain , myung soo melihat sekilas ke arah hoya dan membiarkannya begitu
saja . Hoya yang melihat sahabatnya bersikap seperti itu pun hanya bisa
membiarkannya . Setelah rampung merapikan barang barangnya , hoya
langsung keluar dari kelas tanpa berpamitan pada myungsoo . Ia benar
benar kecewa padanya . Hatinya sakit , mengingat kejadian tadi pagi . Ia
merindukan myungsoo yang dulu . Namun sekarang , myungsoo yang dulu
hilang seakan di telan bumi .
" Hoya kau mau kemana ? " Tanya Dongwoo yang berpapasan dengannya
" Aku out dari sekolah . " Jawabnya singkat
" Mwo? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa kau bisa out dari sekolah ?
Dimana myungsoo , kenapa dia tidak ada disampingmu ? " Dongwoo
celingukan mencari sosok myungsoo yang biasanya selalu ada pada hoya
" Entahlah , Sekarang tidak ada myungsoo lagi . Dia sudah meninggalkanku , dan memilih seorang gadis . "
" Jadi Rumor itu benar ? "
" Rumor tentang apa ? "
" Rumor tentang keretakan persahabatan mu dengan myungsoo . "
Hoya terkejut . Siapa yang menyebarkan sebuah rumor tentang dirinya .
" Siapa yang bilang seperti itu ? "
" Woohyun dan Sunggyeol . "
" Selalu saja mereka . Kenapa mereka selalu saja menggangguku . "
" Aku mendengar ucapanmu . " Ucap woohyun yang entah dari mana
datangnya . Ia di temani sunggyeol membawa sebuah ember berisi air
penuh .
" Ini yang kau mau . " Sunggyeol menumpahkan semua isi dari ember tersebut ke tubuh hoya
" Hentikan ! Apa salah hoya pada kalian ? " Dongwoo melemparkan ember itu dan tepat mengenai wajah woohyun
Woo hyun merintih kesakitan karena bibirnya sedikit berdarah .
" Kau jangan ikut campur , dongwoo !" Ancam Sunggyeol
" Aku tanya , kenapa kau melakukan ini pada hoya ? Apa salah dia pada kalian ,hah ? " Bentak dongwoo
" Dia dengan temannya , si myungsoo itu sudah merebut gadis impianku , MinAh . " Bentak Sunggyeol
" Halah , banyak bacot . Pukul saja mereka . " Seru woo hyun
Mereka berempat pun terlibat perkelahian di lobby sekolah . Hingga
mengakibatkan ke empat namja tersebut terluka di bagian wajah dan
tangannya .
######
" Hoya , bangunlah . Apa kau tidak berangkat sekolah ? "
Teriak ibu hoya dari dapur . Hoya yang sudah setengah sadar itupun
menghampiri ibunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami kali ini .
" Jadi kau sudah di keluarkan dari sekolah ?" Tanya ibunya yang masih tidak percaya
" Nde eomma . Ma'afkan hoya . " Hoya berlutut sembari menangis di
hadapan ibunya . Hati kecilnya memang masih terasa berat harus berhenti
bersekolah . Ia masih menunggu suatu keajaiban dari tuhan . Agar ia bisa
bersekolah kembali .
" Bangunlah , eomma tahu apa yang kau rasakan sa'at ini . Tp eomma
tidak tahu apa yang harus eomma lakukan sekarang . Ma'afkan eomma karena
sudah mengecewakanmu , sayang . " Dengan setulus hatinya , ibu hoya
memeluk dirinya yang tengah menangis tersedu-sedu . Ibunya pun tak kuasa
menahan air matanya , melihat ia menangis seperti itu .
@National High School
" Apa dia sudah di keluarkan dari sini ? "
" Nde , kalau boleh tahu . Kenapa kau mencabut beasiswanya ? "
" Karena , aku tidak suka hubunganku di ganggu dia . "
" Ap yang kau maksud ? "
" MinAh menyukai Hoya . Aku tidak ingin MinAh dekat-dekat dengannya ,
sekalipun ia sahabatku , aku tidak akan membiarkan itu . "
Myungsoo keluar dari ruang guru dengan puas . Ia berjalan layaknya
seorang binatang yang sudah melumpuhkan mangsanya . Dongwoo yang sedari
tadi mendengar semua ucapan Myungsoo dan Sungjong seongsaengnim pun
hanya bsa geleng geleng kepala . Ia tidak percaya , myungsoo setega ini
dengan Hoya . Padahal , ia tahu betul jika myungsoo adalah sahabat
terdekat hoya selama ini .
Saking kesalnya dengan myungsoo , dongwoo berjalan membuntutinya dan
melemparkan sebuah buku yang sedang ia pegang . Myungsoo berbalik ke
arah dongwoo . Ia tersenyum kecut melihat dongwoo yang penuh dengan
amarah .
" Apa ? Kau mau apa denganku,hah ? " Bentak myungsoo
" Kau benar-benar iblis ! Kau tega dengan sahabatmu sendiri . "
Dduakk ! Myungsoo memukul wajah dongwoo hingga lebam .
" Shit ! Kau pikir aku takut denganmu . " Dongwoo memegang pipinya yang membiru
" Haha . Manusia tidak berguna . Bulsshit . " Myungsoo mendorong
tubuh dongwoo hingga terjatuh ke lantai . Sebelum ia pergi , ia
menyempatkan untuk menginjak buku milik Dongwoo hingga rusak .
" Dasar Bajingan ! " Teriak Dongwoo
@Toko Bunga
Dengan tampangnya yang begitu mempesona , toko bunga milik ibunya
kebanjiran pembeli . Para pembeli sengaja mampir ke tokonya , karena
ingin melihat wajahnya secara dekat .
" Wah , kau benar benar tampan . Apa kau artis ?"Tanya salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah
" Ani , aku anak dari pemilik toko ini . " Balasnya
" Tapi wajahmu benar benar tampan . Bolehkah saya berfoto denganmu ? "
" Tentu saja , Kajja . "
Mereka berdua mengambil foto dengan ekspresi yang cute .
" Gomawo oppa . " Yeoja itu membungkukkan badannya pada hoya
" Cheonmaneyo . "
Ibu hoya yang melihat tokonya kebanjiran pembeli hanya bisa
tersenyum puas . Ia benar benar berterima kasih pada hoya , berkat wajah
tampannya toko bunga yang biasanya sepi kini berubah menjadi ramai
seperti pasar .
" Eomma , aku lelah . Bolehkah aku istirahat sebentar ? " Tanya Hoya
" Istirahatlah , eomma yang akan menggantikanmu . "
" Baiklah eomma , aku istirahat dulu . "
Hoya meraih ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja . Ia
melihat galeri fotonya dengan myungsoo , semuanya tampan . Ia tersenyum
sembari terus menelusuri galerinya hingga ke bawah .
" Kau bilang akan tidur ? " Ucap Eomma yang ada di belakangnya
" Baiklah eomma aku akan tidur . "
Sebelum tidur , ia memasang headset dan mendengarkan sebuah lagu ciptaannya bersama myungsoo .
@Apgujeong
Myungsoo dan MinAh menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di
kawasan Apgujeong . Mereka berdua sengaja menghabiskan waktu berdua
untuk merayakan satu bulan hubungan mereka. Namun disisi lain , MinAh
ingin sekali bertemu hoya . Ia pun sengaja bilang pada Myungsoo bahwa ia
ingin sekali ke toko bunga . Myungsoo pun mengiyakan permintaan MinAh
begitu saja .
Mereka berjalan menuju sebuah jalan setapak yang cukup ramai . Di
samping kanan dan kiri terdapat toko toko kecil yang menjual berbagai
macam makanan serta accesories .
" Oppa , Kita ke toko bunga itu saja ya ? " MinAh menunjuk ke arah toko milik Hoya
" Kenapa harus yang itu ? Kita ke toko lain saja ya . " Ajak Myungsoo
" Aku ingin yang disana oppa . Disana bunganya bagus bagus dan masih segar . " Rayu MinAh
" Baiklah jika itu maumu . "
Myungsoo berjalan di belakang MinAh . Kali ini ia sengaja membiarkan
MinAh untuk berjalan sendirian . Ia masih belum bisa jika bertemu
dengan Hoya .
" Bi , bunga mawar merah 1 buket berapa ? " Tanya MinAh sembari memegang sebuket bunga mawar yang ada di depannya .
" 10 Won noona . "
" Semahal itukah ? "
" Nde , soalnya bunga ini baru saya petik dari kebun. "
MinAh bingung apakah ia mau membeli atau tidak . Ia pun bertanya pada Myungsoo yang ada di sampingnya .
" Bagaimana oppa , apa aku harus beli atau tidak ? "
" Terserah kamu saja . " Myungsoo memilih duduk daripada nantinya
ketahuan oleh hoya . Ia duduk di kursi yang ada di pojok jendela
Brakk! Ponsel Hoya terjatuh dari genggamannya . Otomatis headset
yang sedari tadi ia pakai terputus begitu saja . Lantunan lagu Back pun
mulai terdengar dengan nyaring . Myungsoo yang mendengar Lagu itu sontak
langsung celingukan mencari ke sumber suara . Ia malu jika ketahuan
oleh hoya sedang berada disini .
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Lagu itu terdengar semakin keras , hingga membuat myungsoo merasa
sedikit kebingungan . Seketika raut mukanya berubah seperti sedang
ketakutan .
" Oppa kau kenapa ? " MinAh terkejut melihat myungsoo bersikap seperti itu
" Kajja kita pulang . " Myungsoo menarik tangan minah dengan paksa
" Lepaskan ! " Bentak minah
" Kenapa kau membentakku seperti itu,hah?"
" Aku tidak suka di perlakukan kasar seperti itu oppa ! Aku tahu kau
ingin segera pulang karena kau tidak ingin ketahuan oleh Hoya , iyakan ?
"
Plak!
MinAh memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan myungsoo .
" Baiklah , jika ini maumu . Kita sudahi saja hubungan ini . Aku muak denganmu " Pungkas MinAh
" Dasar wanita jalang ! " Myungsoo kembali mengangkat tangannya untuk menampar minah
" Ayoo tampar aku ! Aku memang wanita jalang . "
" Aish . "
Myungsoo memilih pergi dari tempat itu . Daripada berdebat dengan wanita jalang seperti minah .
######
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Hoya melirik ke arah meja belajarnya . Sebuah panggilan masuk dari Sunggyu .
" Yeobeoseyo ? "
" Apa kau berada di rumah . "
" Tentu saja . "
" Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini ? Aku di usir hyungku . "
" Baiklah , aku tunggu . "
Hoya mematikan sambungan telfon itu dan memilih membaringkan
tubuhnya di tempat tidur . Ia melihat ke atas plafon rumahnya , ia
berfikir tentang masalah yang sedang di hadapi sunggyu dan myungsoo .
" Kenapa mereka bisa bertengkar ? Apa myungsoo berubah secepat ini ?
Bukankah dia sangat menyayangi sunggyu , baru kali ini aku mendengar
mereka berdua bertengkar . Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada
mereka berdua . " Batinnya
Di sisi lain , Myungsoo tengah marah besar pada sunggyu . Ia benar
benar membenci sunggyu sekarang . Pasalnya , ia mendapati sebuah foto
kemesraan mereka berdua terpampang di meja belajar .
Saking geramnya , myungsoo menghubungi minah dan mencaci makinya lewat telepon .
" Jadi kau memutuskanku gara-gara sunggyu,hah ? Dasar wanita murahan
! Apa kau tidak tahu jika sunggyu itu adik kandungku sendiri . Wanita
macam apa kau ! "
" Hahahaha ... Kau yang bodoh , sebelum aku berpacaran denganmu , aku sudah lebih dulu menyukai adikmu . "
" Dasar wanita Gila ! Wanita Jalang ! "
Myungsoo menutup sambungan telfonnya dan melemparkan ponselnya begitu saja
" Hah ! Apa-apa'an bisa-bisanya dia memacari adik kandungku sendiri .
Sunggyu , kau juga bodoh ! Kenapa kau mau menjadi kekasih wanita
jalang seperti dia . Aish dasar bodoh , tolol ! "
Myungsoo membakar foto yang sedang ia pegang sembari terus mencaci maki adik kandungnya dan minah .
@Hoya's House
" Permisi , Hoya hyung ... " Panggil sunggyu lirih
" Masuklah , aku berada di kamar . "
Sunggyu segera memasuki kamar hoya dengan cepat . Persis di depan
pintu kamarnya , masih terpampang foto kedekatan antara hoya dan
myungsoo . Sunggyu yang melihat foto itupun merasa senang melihatnya .
Ia membuka pintu perlahan dan menyapa hoya yang tengah melamun .
" Annyeong hyung ... "
" Aish , kau mengagetkanku saja . Kemarilah . "
Sunggyu berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tepat di samping hoya .
" Apa masalahmu dengan myungsoo ? " Selidik hoya
" Ini semua tentang MinAh , mantan myungsoo hyung . "
" Jadi mereka sudah putus ? "
" Nde , mereka baru saja putus kemarin sore . "
" Lalu apa hubungannya denganmu ? Kenapa dia bisa marah padamu ? "
" Jadi sebenarnya , MinAh itu selingkuh denganku . Aku tidak tahu
jika selama ini mereka pacaran , aku kira mereka hanya sebatas teman
dekat . "
" Dasar babo ! Kenapa kau mau berpacaran dengan kekasih hyungmu sendiri . "
" Semua namja yang melihatnya pun pasti tidak akan menolak jika
berpacaran dengannya . Hyung tahu kan secantik apa wajah minah ?
Lagipula aku tidak tahu jika dia pacar myungsoo hyung . Aku benar benar
tidak tahu . "
" Sudahlah , Lupakan . "
" Lalu apa masalahmu dengan myungsoo hyung ?" Kali ini sunggyu yang mulai bertanya pada hoya
Hoya menatap sunggyu tajam .
" Kata siapa ? Aku tidak punya masalah apa-apa dengannya . "
" Hyung jangan berpura-pura seperti itu . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung . Dia sudah menceritakan semuanya padaku . "
" Kau mengenal dongwoo ? "
" Tentu saja aku kenal , dia kan kakak dari teman sekelasku . Aku sering main ke rumahnya . "
" Dia bilang apa saja padamu ? "
" Yah , hyung mulai kepo deh . " Goda sunggyu
" Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku , kau boleh keluar sekarang . "
" Aniyaa , baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu . Tapi
hyung jangan mengusirku nde . Promise ? " Sunggyu mengacungkan jari
manis nya
" Promise . Kajja katakan . "
" Jadi sebenarnya , ... " Sunggyu menghela nafas panjang
" Kenapa berhenti ? "
" Sebentar hyung , aku mau kentut dulu ... Tutt .."
Aroma busuk mulai menyeruak masuk ke dalam hidung hoya .
" Aish menjijikkan , bau sekali ... " Hoya menutup hidungnya rapat
" Hehehehe , jadi begini hyung ... Sebenarnya , dalang dari semua ini adalah myungsoo hyung . "
" Maksudnya ? Aku tidak mengerti . "
" Ish , hyung babo sekali . Sebenarnya myungsoo hyung yang telah mencabut beasiswamu . "
Hoya langsung terkejut . Matanya melotot seakan ingin copot mendengar ucapan dari sunggyu barusan .
" Apa kau serius dengan ucapanmu ? " Hoya meyakinkan sunggyu lagi
" Aku serius hyung . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung , dia
tidak berani mengatakan padamu karena ia di ancam akan di keluarkan dari
sekolah . "
" Sebenarnya ada apa dengan myungsoo sekarang ? Kenapa dia begitu membenciku? Apa kau tahu ? "
" Tentu saja aku tahu , dia melakukan ini semua karena MinAh ,
ternyata diam diam minah juga mencintaimu hyung . Dia tidak mau melihat
minah mendekatimu . Makanya dia melakukan hal apa saja agar kau
meninggalkan sekolah itu . Ternyata minah benar-benar wanita murahan ya
Hyung , semua namja disukainya."
" Ternyata dia sekejam itu padaku . Aku masih tidak percaya dengan
apa yang telah ia perbuat padaku . Hanya karena minah , dia tega
mengeluarkanku dari sekolah . Sebenarnya apa arti persahabatanku
dengannya ? "
" Bersabarlah hyung , tenangkanlah hatimu . Aku yakin myungsoo hyung
pasti akan kembali padamu . Dia begini karena , ia baru saja merasakan
arti cinta pertama . Hyung mengerti ucapanku kan ? "
Hoya mengangguk .
" Sudahlah , aku tidur dulu hyung . Bibirku seakan sudah berbusa
sejak tadi bicara terus . Selamat malam hyung . " Sunggyu meraih
selimutnya dan mulai memejamkan matanya
Hoya mematikan lampu kamarnya dan memilih tidur membelakangi sunggyu .
####
Pagi yang begitu dingin di terjang oleh hoya begitu saja . Ia
mengendarai sepeda miliknya menuju ke rumah Dongwoo . Ia ingin
memastikan apakah ucapan sunggyu tadi malam benar atau tidak .
Hoya sengaja datang pagi pagi karena tidak ingin ketahuan oleh
myungsoo . Pasalnya , kurang satu jam lagi myungsoo pasti akan tiba di
halte dekat rumah dongwoo . Maka dari itu ia harus lebih sigap agar
tidak ketahuan oleh myungsoo .
Ia terus mengayuh sepedanya dengan cepat , tak peduli gundukan gundukan salju yang ada di sekelilingnya .
@Dongwoo House
Dengan tangan yang gemetaran , Hoya memencet bel rumah dongwoo perlahan .
" Permisi ... "
Tak ada jawaban apapun . Rumahnya pun terlihat sepi , seperti tidak berpenghuni .
" Permisi , Dongwoo apakah kau di dalam ? " Teriak Hoya
Namun masih tidak ada jawaban . Ia pun membalikkan badannya dan
mendapati Myungsoo sedang duduk di halte . Mereka berdua saling bertatap
muka , namun tanpa menyapa satu sama lain .
" Ternyata dugaanku salah , dia berangkat lebih pagi . " Batin Hoya
Hoya ingin sekali pergi dari rumah dongwoo . Namun perasaan tidak
enak muncul di hati kecilnya . Tiba tiba saja perasaannya mulai kacau ,
hatinya seakan sedang di tusuk tusuk ribuan duri . Hoya terus memegang
dadanya yang sesak . Ia tidak tahu apa arti dari semua ini . Ia pun
merintih kesakitan sembari terus memegang dadanya , ia menggigit bibir
bawahnya karena sudah tidak mampu menahan rasa sesak yang ada . Myungsoo
yang melihat hanya membiarkannya . Ia kembali memandang lurus ke arah
jalan tanpa memperdulikan hoya yang sedang kesakitan . Dengan langkah
tertatih , hoya berjalan ke arah myungsoo sembari memegang sepedanya
untuk meminta bantuan .
Di ujung jalan , tepat menghadap ke arah myungsoo , Woohyun dan
sunggyeol tengah mengincarnya . Mereka ingin sekali membunuh myungsoo
yang telah menghina Minah . Mereka sudah tahu semuanya dari mulut manis
MinAh .
" Kita harus secepatnya menghabisi dia . Jangan biarkan dia hidup . "
Ucap Sunggyeol yang sudah bersiap dengan pedal gas yang sudah di
injaknya
" Apa kau benar benar akan menghabisi myungsoo ? " Tanya Woohyun yang merasa ketakutan
" Tentu saja . Kenapa ? Apa kau takut ? "
" Tentu saja tidak . Aku tidak takut apapun . "
" Bersiaplah , aku akan membunuhnya sekarang juga . " Sunggyeol menyeringai pada woohyun
Pedal Gas sudah di injaknya , ia sengaja mengemudikan mobilnya
dengan kecepatan penuh . Mobil ferrari merah itu mulai memasuki kawasan
jalan raya yang masih sepi , dengan secepat kilat mobil itu langsung
menabrak Hoya yang tengah berjalan di depan myungsoo .
Bruaaakkk !!!
Sepeda Hoya terlempar mengenai sisi belakang mobil Sunggyeol .
Mereka ketakutan karena sasarannya kali ini meleset . Tanpa basa basi
mereka berduapun langsung pergi meninggalkan Hoya yang tengah terluka
parah .
" Bodoh , kau bodoh sekali . Kenapa kau malah membunuh hoya , bukannya myungsoo . " Kesal Woohyun
" Kau juga bodoh . Kenapa kau tidak bilang jika hoya tadi sedang mendekat ke arah myungsoo . "
Semuanya terdiam . Suasana mobil menjadi sepi tanpa adanya pembicaraan antara woohyun dan sunggyeol .
Myungsoo menghubungi ambulan secepatnya , ia seakan ingin
menumpahkan air matanya . Namun rasa gengsi yang masih menyelimuti
hatinya membuatnya memutuskan untuk tidak menangis . Ia hanya bisa
meratapi nasib buruk yang sedang menimpa hoya .
Setibanya di tempat kejadian , tubuh hoya langsung dimasukkan ke
dalam ambulan dan langsung membawanya ke rumah sakit . Sedangkan
myungsoo tengah di periksa polisi di kantor . Ia menceritakan semua yang
dilihatnya , mulai dari siapa pelaku yang dengan sengaja menabrak hoya
hingga mobil yang di gunakannya . Setelah selesai dengan proses
interogasi , myungsoo segera pergi ke rumah sakit tempat hoya di opname .
Ia menghubungi sunggyu yang masih tertidur di rumah Hoya . Ia
memberitahu sunggyu agar cepat datang kesini dengan membawa sedikit uang
untuk proses administrasi . Myungsoo sengaja tidak memberitahukan ibu
hoya karena ia tahu betul ibu hoya mempunyai penyakit jantung .
Sunggyu keluar dari rumah hoya tanpa berpamitan dengan ibunya . Ia
segera mengenakan jaket tebalnya dan bergegas menyusul hyungnya .
" Dokter , apa teman saya baik baik saja sekarang ? " Tanya myungsoo khawatir
" Dia baik baik saja . Tapi tulang kakinya patah dan harus di gips untuk sementara waktu . "
" Kata dokter dia baik baik saja , Τapi kenapa ada bagian tubuhnya yang terluka . " Omel myungsoo
" Tapi temanmu kelak bisa berjalan dengan normal kembali . Kau
tenang saja , berdoalah yang terbaik baginya . " Dokter menepuk pundak
myungsoo dan berlalu pergi begitu saja
Myungsoo yang masih tidak di perbolehkan masuk ruang ICU itupun
hanya bisa menunggu di ruang tunggu . Hatinya merasa menyesal karena
sudah menyianyiakan sahabat terbaiknya . Ia mulai meng introspeksi
dirinya sendiri , mengingat kembali hal apa saja yang membuatnya
membenci hoya seperti ini .
" MinAh . " Gumamnya
MinAh adalah penyebab semua ini . Dulu sebelum MinAh hadir di
kehidupan myungsoo , hubungannya dengan hoya baik baik saja . Namun
setelah MinAh datang dan menghiasi hari harinya , ia malah membiarkan
hoya begitu saja . Apalagi setelah ia mengetahui jika minah sebenarnya
juga mencintai hoya . Mulai dari situlah , persahabatannya mulai retak .
Ia mulai menyesal , selama ini ia memang egois , ia lebih memilih
seorang yeoja yang sudah menyakitinya dan meninggalkan sahabat yang
menyayanginya . Tanpa Woohyun dan Sunggyeol mungkin dia tidak akan
membenci hoya seperti ini . Karena , ia tahu minah mencintai hoya dari
kedua mulut mereka . Mulut yang hanya bisa membuat gosip dan menjelek
jelekan orang lain .
" Myungsoo hyung ... " Panggil sunggyu terengah engah
Myungsoo melihat adiknya sekilas , raut mukanya berubah seketika sa'at melihat sunggyu membawa amplop besar yang berisi uang .
" Duduklah ... "
" Dimana hoya hyung ? Apa dia baik baik saja ? "
" Nde , dia baik . "
" Syukurlah kalau begitu . "
Suasana kembali hening . Myungsoo melirik ke arah sunggyu yang asik dengan ponselnya .
" Sunggyu ... " Panggilnya lirih
Sunggyu menoleh ke arah hyungnya dengan tampang watadosnya .
" Hyung minta ma'af karena telah mengusirmu dari rumah . Hyung sadar , hyung salah padamu . Mianhae ... "
Sunggyu tersenyum manis pada hyungnya . Ia merasa lega karena hyung nya sudah mema'afkan kesalahan yang telah ia perbuat .
" Aku juga minta ma'af padamu hyung . Kita sama sama salah . Hyung mau kann ma'afin aku?"
" Tentu saja dongsaengku , hyung mema'afkanmu . " Hoya memeluk tubuh
sunggyu dengan penuh kasih sayang . Sunggyu pun membalas pelukan dari
hyungnya tersebut .
Setelah menunggu sekitar 3 jam , akhirnya myungsoo dan sunggyu di
persilahkan masuk oleh salah seorang dokter . Sebelum masuk ke dalam
ruang ICU , myungsoo dan sunggyu di haruskan untuk memakai baju khusus .
Mereka memasuki ruang ICU dengan berhati-hati , sunggyu yang tidak
sengaja melihat salah seorang pasien yang tengah sekarat pun langsung
bergidik ngeri . Ia memilih berlindung di belakang tubuh hyungnya .
Myungsoo membuka gorden yang menutupi ruangan hoya . Ia memandang hoya yang masih tertidur lelap .
" Sepertinya kita harus keluar lagi , hoya sedang tertidur . " Bisiknya pada sunggyu
" Baiklah hyung . Kita kesini besok saja . Lagi pula hari ini aku ada urusan dengan dongwoo . "
" Kau mengenal dongwoo ? " Tanya myungsoo terkejut
" Iya . Memangnya kenapa hyung ? " Tanya sunggyu balik . Sebenarnya
sunggyu telah mengetahui akal bulus hyungnya dari dongwoo , tp ia
berusaha menyembunyikannya dan menganggap semuanya baik-baik saja .
" Ah aniya , kau boleh pergi sekarang . "
" Baiklah hyung , aku pergi dulu. "
Myungsoo terlihat ketakutan dengan ucapan sunggyu tadi . Ia memegang
kepalanya dan berjalan mondar mandir di depan kamar hoya . Ia takut
jika hoya telah mengetahui semuanya dari sunggyu .
" Ooh God , apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Myungsoo menggigit kuku nya dan memandang ke arah Hoya
" Aku harus tenang . Aku tidak boleh terlihat gugup seperti ini . "
Myungsoo menghela nafas panjang . Ia memilih duduk di kursi yang ada di
samping hoya .
" Dorawajwo , I want u back back back back back ... " Myungsoo
menyanyikan lagu favoritnya pada hoya . Perlahan ia meraih tangan hoya
dan menggenggamnya erat
*Backsound Back*
" Can you save me?"
Myungsoo mengakhiri nyanyiannya dengan air mata yang mengalir .
" Apa kau menangis ? " Tanya hoya yang tiba tiba saja sudah membuka kedua matanya
" Kau sudah bangun ? " Jawab myungsoo sembari menghapus air matanya
Hoya mengangguk . Mukanya masih terlihat pucat pasi karena baru tersadar .
" Mianhae , " myungsoo tertunduk
Hoya masih memandang myungsoo tanpa ekspresi . Tangannya masih terikat dengan tangan myungsoo .
" Untuk kali ini aku tidak bisa mema'afkanmu ." Hoya melepaskan
tangannya dari genggaman myungsoo . Ia memalingkan wajahnya karena
kecewa dengan myungsoo
" Apa yang kau ucapkan barusan ? Kenapa kau tidak mau mema'afkanku ? "
Hoya terdiam . Ia menahan air mata yang seakan ingin keluar .
" Jawab aku hoya , why ? "
Hoya menghela nafas panjang . Wajahnya mulai menatap myungsoo kembali .
" Apa kau tahu , apa yang sudah kau lakukan padaku ?" Bentak hoya dengan mata berkaca-kaca
" Aku tahu . Aku memang salah , ma'afkan aku ."
" Apa kau juga tahu , gara-gara kau hidupku jadi begini . "
" Ma'afkan aku hoya , ma'afkan aku . " Myungsoo tak kuasa menahan
air matanya begitu saja . Ia tahu selama ini dia yang sudah membuat hoya
seperti ini . Dia yang sudah mengeluarkan hoya dari sekolah , dia juga
yang telah membuat hoya di bully habis habisan oleh woohyun dan
sunggyeol .
" Pergilah ... Aku ingin sendiri , aku tidak pernah membencimu .
Suatu sa'at nanti , aku pasti akan menemuimu lagi . " Pungkasnya
" Tapii ..... "
" Silahkan pergi , pintu keluar ada di sebelah sana ... " Hoya mempersilahkan myungsoo untuk segera keluar
Dengan berat hati , myungsoo meninggalkan hoya yang sudah mengusirnya mentah-mentah .
" HuHuHuHu .... "
Tangisnya mulai pecah sesaat setelah myungsoo keluar dari kamarnya .
Ia benar benar tidak sanggup menahan beban yang begitu besar kali ini .
" Ma'afkan aku myungsoo , aku masih terluka atas perbuatanmu . Aku
butuh waktu untuk memulihkan semua ini , " ucapnya sambil sesenggukan
Ia meraih ponselnya dan memutar lagu yang baru saja di nyanyikan oleh myungsoo .
*Now Playing-Back*
Hoya berusaha memejamkan kedua matanya berharap hatinya akan sedikit lebih tenang .
######
25 Desember ,
Natal kali ini terasa sangat sepi dan terkesan biasa saja . Pasalnya
, setelah kejadian beberapa minggu yang lalu , Hoya masih belum menemui
myungsoo sama sekali . Entah sampai kapan mereka berdua akan saling
membenci seperti ini . Yang pasti , mereka berdua menunggu sebuah
keajaiban yang kelak akan menyatukan persahabatan mereka lagi .
Sedangkan MinAh , woohyun dan Sunggyeol , mereka bertiga tengah
terseret kasus penggunaan obat terlarang . Sampai sa'at ini , mereka
bertiga memang masih berbuat onar . Mereka bertiga mulai dekat setelah
minah memutuskan myungsoo . Pada sa'at itu , MinAh sedang berada di bar
sendirian dan di susul oleh woohyun dan sunggyeol . Mereka berdua
mendekati minah dan mengintrogasinya secara tidak langsung . Dan mulai
dari situlah mereka akrab dan memutuskan untuk menjadi seorang sahabat .
Seorang Namja yang sedang mengenakan tongkat untuk menopang kakinya ,
berjalan perlahan menuju sebuah gereja . Tentu saja dia akan melakukan
ibadah karena kali ini adalah hari natal . Ia di temani seorang ibu
paruh baya yang ada di sampingnya . Mereka berdua memasuki gereja secara
perlahan . Mengingat keadaan kaki seperti itu yang tidak mungkin
berjalan seperti biasanya . Mereka mulai membaca al kitabnya sembari
berdoa pada tuhan yang mereka sembah .
***skipp***
Hoya menghentikan langkahnya setelah ia melihat Myungsoo memasuki gereja dengan sunggyu .
" Eomma pulang saja duluan . Aku akan menemui myungsoo . " Pintanya
" Baiklah , jaga dirimu baik-baik ." Ibu melayangkan sebuah ciuman di kening hoya
" Hati-hati eomma . "
" Kau juga sayang ... "
Hoya berbalik arah dan berjalan menuju ke mobil Myungsoo . Ia
sengaja memalingkan wajahnya agar myungsoo tidak mengetahui jika dirinya
tengah berada disini juga .
Setelah menunggu sekitar 15 menit , myungsoo dan sunggyu keluar dari
gereja dengan raut muka yang terlihat cerah . Mereka berdua berjalan
mendekat ke mobil , namun tiba-tiba myungsoo menghentikan langkahnya .
Sepertinya ia tahu siapa namja yang tengah berdiri di depan mobilnya .
Hoya yang merasa myungsoo telah mengetahui keberadaannya pun membalikkan
badannya . Kini mereka saling berhadapan satu sama lain .
" Kyaaa .... Itu Hoya Hyung ... " Teriak Sunggyu
Ia berlari ke arah Hoya dan langsung memeluknya .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah sembuh . " Panggil Sunggyu
Namun Myungsoo masih terdiam dan tak bergeming sama sekali . Ia seperti patung es yang berdiri kokoh di depan gereja .
" Dorawajwo , I want u back back back back. back , Back back back back back ,
Neowa nae gieok nareul sigane matgyeo duji ma"
Hoya melantunkan lagu back dengan penuh penghayatan . Ia telah siap mema'afkan dan kembali lagi pada myungsoo .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah mema'afkanmu . " Teriak sunggyu lagi
Myungsoo mengeluarkan air mata sesa'at setelah mendengar lantunan
lagu yang telah di nyanyikan Hoya . Ia segera mendekat ke arah sahabat
tercintanya dan memeluknya erat . Tangisnya pun pecah sa'at ia berada di
pelukan hangat hoya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar