Jumat, 03 Juli 2015

(FANFICTION) BACK

Tittle. : Back~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Drama , Friendship
Cast. : Hoya , Myungsoo , MinAh , Dongwoo , Sunggyu , Sunggyeol , Woohyun , Sungjong
Rating. : PG 13+
Length. : Oneshoot



Butiran butiran salju mulai turun secara perlahan . membuat seorang namja yang sedang menunggu bus kedinginan karena ia tidak membawa mantel . Namja yang tengah duduk seorang diri itu menatap kosong ke arah jalan . Matanya tersirat segudang masalah yang sedang ia pendam . Entah apa yang sedang hoya pikirkan sekarang . Yang pasti , ia hanya terdiam tanpa sepatah katapun yang ia ucapkan .
Bus yang ia tunggu akhirnya datang , hoya bergegas masuk dan memilih tempat duduk paling belakang . Raut mukanya tak berubah sama sekali , ia masih murung dan terlihat sangat sedih . Ia menatap ke arah luar sembari menyandarkan kepalanya di jendela .

@KoreanNationalHighSchool
Hoya berlari ke arah namja yang tengah bersama dengan seorang gadis . Namja itu adalah sahabat terbaiknya , Kim Myungsoo . Ia menghampiri myungsoo karena ingin meminta bantuan padanya .

" Myungsoo , bisakah kau membantuku sekarang? "

" Ma'af . Untuk kali ini aku tidak bisa membantumu ." Jawab myungsoo sedikit ketus

" Τp kan kau belum tahu permintaanku ?"

" Aku tahu . Kau pasti ingin meminjam uang kan? Ma'af , aku tidak punya uang . "

Jleb ! Myungsoo berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan hoya yang masih berdiri kokoh . Ia langsung menarik tubuh minah dengan paksa .

" Dimana myung soo yang dulu , dimana ? " Batinnya

Hoya duduk di kursi tempat myungsoo tadi. Air matanya perlahan menetes , ia menyeka air mata itu dengan jemari mungilnya . Ia benar benar kecewa dengan tingkah myung soo kali ini . Ia merindukan myung soo yang dulu . Bukan myung soo yang sekarang . Akhir-akhir ini myungsoo memang terlihat bersikap aneh padanya . Semenjak ia berpacaran dengan MinAh , ia seakan sudah tidak dibutuhkan lagi . Hal itulah yang membuat hatinya sedih dan kecewa .

" Hey Hoya kau kemana saja , aku mencarimu ." Ucap Dongwoo

" Ada apa kau mencariku ? "

Dong woo menatap hoya lekat .

" Apa kau baru saja menangis ?" Tanya dongwoo

Hoya menggeleng . Ia masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .

" Kau tidak bisa membohongiku , aku tahu dari matamu yang sembab itu . Kenapa kau menangis ? Apa aku bisa membantumu ? "

Hoya langsung memeluk dongwoo erat . Ia menangis di pundak dongwoo dengan keras . Ia tidak malu lagi jika ia dikatakan banci dan sebagainya . Ia menangis karena punya alasan tersendiri .

" Jika aku menangis apa aku tidak gentle lagi ? " Ucapnya sesenggukan

" Tentu saja tidak , pria juga bsa menangis . Menangis itu untuk meluapkan emosi kita , kau menangis pasti punya alasan tersendiri kan?. " Dongwoo menepuk punggung Hoya

" Menangislah , luapkan semua uneg-uneg yang ada di hatimu . Aku siap menjadi sandaranmu Hoya . " Ucap dongwoo lagi

" Gomawo dongwoo , aku tidak tahu harus dengan siapa aku begini . Hanya kamu satu-satunya orang yang care denganku . "

Dongwoo melepas pelukan dari hoya . Ia menatap hoya sembari tersenyum manis . Ia pun menyodorkan sebuah tissue pada hoya .

" Ini , ambilah . Hapus airmatamu , kau sudah di tunggu di ruang guru . Jika ada apa-apa , panggilah aku . Aku siap membantumu . "

" Gomawo , baiklah aku pergi dulu . "

@Ruang Guru

" Permisi ... Apa seongsaengnim mencari saya ?"

" Nde , duduklah . "

Hoya mendudukkan dirinya tepat di depan Sungjong seongsaengnim .

" Apa kau tahu kenapa aku menyuruhmu datang kesini ?" Tanya sungjong dengan death glarenya

" Saya tahu . Ma'afkan saya karena tidak bisa membayar uang sekolah . " Hoya tertunduk

" Dan apakah kau tahu konsekuensinya ?" Kali ini sungjong sedikit menaikkan suaranya

" Jelas aku tahu . Tapi aku tidak mampu untuk melunasinya . Aku tidak punya uang . Ekonomi keluargaku juga tidak baik . Aku minta ma'af , seongsaengnim boleh mengeluarkanku dari sekolah . Aku sudah tidak mampu untuk bersekolah disini . " Pungkas Hoya dan di akhiri dengan tetesan air matanya

Sungjong yang melihat hoya menangis pun sedikit terharu . Ia memberikan sehelai tisu untuk mengusap air matanya .

" Ma'afkan saya karena sedikit kasar padamu . Tapi ini sudah kebijakan sekolah . Aku tidak bisa membantumu . " Sungjong memberikan sebuah amplop pengeluaran dari sekolah pada hoya

Hoya meraih amplop itu dan mengucapkan terima kasih pada sungjong seongsaengnim . Ia membungkukkan badannya dan bergegas keluar dari ruang itu .

@Class

Kelas yang penuh dengan canda dan tawa kini perlahan akan sirna . Beberapa sa'at lagi , salah satu penghuni yang terkenal dengan ke geniusannya , akan pergi . Dia adalah hoya , namja beruntung yang bisa bersekolah disini karena beasiswa . Namun , entah apa yang terjadi tiba-tiba saja beasiswanya di cabut oleh orang yang tidak ia ketahui . Hal inilah yang mengakibatkan ia di keluarkan dari sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah . Dengan berat hati , ia pun meninggalkan sekolah yang amat ia cintai ini dengan sejuta kenangan manis yang pernah ia buat bersama dengan teman temannya terutama , myung soo .

Hoya merapikan semua barang barang miliknya ke dalam tas . Di sisi lain , myung soo melihat sekilas ke arah hoya dan membiarkannya begitu saja . Hoya yang melihat sahabatnya bersikap seperti itu pun hanya bisa membiarkannya . Setelah rampung merapikan barang barangnya , hoya langsung keluar dari kelas tanpa berpamitan pada myungsoo . Ia benar benar kecewa padanya . Hatinya sakit , mengingat kejadian tadi pagi . Ia merindukan myungsoo yang dulu . Namun sekarang , myungsoo yang dulu hilang seakan di telan bumi .

" Hoya kau mau kemana ? " Tanya Dongwoo yang berpapasan dengannya

" Aku out dari sekolah . " Jawabnya singkat

" Mwo? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa kau bisa out dari sekolah ? Dimana myungsoo , kenapa dia tidak ada disampingmu ? " Dongwoo celingukan mencari sosok myungsoo yang biasanya selalu ada pada hoya

" Entahlah , Sekarang tidak ada myungsoo lagi . Dia sudah meninggalkanku , dan memilih seorang gadis . "

" Jadi Rumor itu benar ? "

" Rumor tentang apa ? "

" Rumor tentang keretakan persahabatan mu dengan myungsoo . "

Hoya terkejut . Siapa yang menyebarkan sebuah rumor tentang dirinya .

" Siapa yang bilang seperti itu ? "

" Woohyun dan Sunggyeol . "

" Selalu saja mereka . Kenapa mereka selalu saja menggangguku . "

" Aku mendengar ucapanmu . " Ucap woohyun yang entah dari mana datangnya . Ia di temani sunggyeol membawa sebuah ember berisi air penuh .

" Ini yang kau mau . " Sunggyeol menumpahkan semua isi dari ember tersebut ke tubuh hoya

" Hentikan ! Apa salah hoya pada kalian ? " Dongwoo melemparkan ember itu dan tepat mengenai wajah woohyun

Woo hyun merintih kesakitan karena bibirnya sedikit berdarah .
" Kau jangan ikut campur , dongwoo !" Ancam Sunggyeol

" Aku tanya , kenapa kau melakukan ini pada hoya ? Apa salah dia pada kalian ,hah ? " Bentak dongwoo

" Dia dengan temannya , si myungsoo itu sudah merebut gadis impianku , MinAh . " Bentak Sunggyeol

" Halah , banyak bacot . Pukul saja mereka . " Seru woo hyun

Mereka berempat pun terlibat perkelahian di lobby sekolah . Hingga mengakibatkan ke empat namja tersebut terluka di bagian wajah dan tangannya .

######

" Hoya , bangunlah . Apa kau tidak berangkat sekolah ? "

Teriak ibu hoya dari dapur . Hoya yang sudah setengah sadar itupun menghampiri ibunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami kali ini .

" Jadi kau sudah di keluarkan dari sekolah ?" Tanya ibunya yang masih tidak percaya

" Nde eomma . Ma'afkan hoya . " Hoya berlutut sembari menangis di hadapan ibunya . Hati kecilnya memang masih terasa berat harus berhenti bersekolah . Ia masih menunggu suatu keajaiban dari tuhan . Agar ia bisa bersekolah kembali .

" Bangunlah , eomma tahu apa yang kau rasakan sa'at ini . Tp eomma tidak tahu apa yang harus eomma lakukan sekarang . Ma'afkan eomma karena sudah mengecewakanmu , sayang . " Dengan setulus hatinya , ibu hoya memeluk dirinya yang tengah menangis tersedu-sedu . Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya , melihat ia menangis seperti itu .

@National High School

" Apa dia sudah di keluarkan dari sini ? "

" Nde , kalau boleh tahu . Kenapa kau mencabut beasiswanya ? "

" Karena , aku tidak suka hubunganku di ganggu dia . "

" Ap yang kau maksud ? "

" MinAh menyukai Hoya . Aku tidak ingin MinAh dekat-dekat dengannya , sekalipun ia sahabatku , aku tidak akan membiarkan itu . "

Myungsoo keluar dari ruang guru dengan puas . Ia berjalan layaknya seorang binatang yang sudah melumpuhkan mangsanya . Dongwoo yang sedari tadi mendengar semua ucapan Myungsoo dan Sungjong seongsaengnim pun hanya bsa geleng geleng kepala . Ia tidak percaya , myungsoo setega ini dengan Hoya . Padahal , ia tahu betul jika myungsoo adalah sahabat terdekat hoya selama ini .

Saking kesalnya dengan myungsoo , dongwoo berjalan membuntutinya dan melemparkan sebuah buku yang sedang ia pegang . Myungsoo berbalik ke arah dongwoo . Ia tersenyum kecut melihat dongwoo yang penuh dengan amarah .

" Apa ? Kau mau apa denganku,hah ? " Bentak myungsoo

" Kau benar-benar iblis ! Kau tega dengan sahabatmu sendiri . "

Dduakk ! Myungsoo memukul wajah dongwoo hingga lebam .

" Shit ! Kau pikir aku takut denganmu . " Dongwoo memegang pipinya yang membiru

" Haha . Manusia tidak berguna . Bulsshit . " Myungsoo mendorong tubuh dongwoo hingga terjatuh ke lantai . Sebelum ia pergi , ia menyempatkan untuk menginjak buku milik Dongwoo hingga rusak .

" Dasar Bajingan ! " Teriak Dongwoo

@Toko Bunga

Dengan tampangnya yang begitu mempesona , toko bunga milik ibunya kebanjiran pembeli . Para pembeli sengaja mampir ke tokonya , karena ingin melihat wajahnya secara dekat .

" Wah , kau benar benar tampan . Apa kau artis ?"Tanya salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah

" Ani , aku anak dari pemilik toko ini . " Balasnya

" Tapi wajahmu benar benar tampan . Bolehkah saya berfoto denganmu ? "

" Tentu saja , Kajja . "

Mereka berdua mengambil foto dengan ekspresi yang cute .

" Gomawo oppa . " Yeoja itu membungkukkan badannya pada hoya

" Cheonmaneyo . "

Ibu hoya yang melihat tokonya kebanjiran pembeli hanya bisa tersenyum puas . Ia benar benar berterima kasih pada hoya , berkat wajah tampannya toko bunga yang biasanya sepi kini berubah menjadi ramai seperti pasar .

" Eomma , aku lelah . Bolehkah aku istirahat sebentar ? " Tanya Hoya

" Istirahatlah , eomma yang akan menggantikanmu . "

" Baiklah eomma , aku istirahat dulu . "

Hoya meraih ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja . Ia melihat galeri fotonya dengan myungsoo , semuanya tampan . Ia tersenyum sembari terus menelusuri galerinya hingga ke bawah .

" Kau bilang akan tidur ? " Ucap Eomma yang ada di belakangnya

" Baiklah eomma aku akan tidur . "
Sebelum tidur , ia memasang headset dan mendengarkan sebuah lagu ciptaannya bersama myungsoo .

@Apgujeong
Myungsoo dan MinAh menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di kawasan Apgujeong . Mereka berdua sengaja menghabiskan waktu berdua untuk merayakan satu bulan hubungan mereka. Namun disisi lain , MinAh ingin sekali bertemu hoya . Ia pun sengaja bilang pada Myungsoo bahwa ia ingin sekali ke toko bunga . Myungsoo pun mengiyakan permintaan MinAh begitu saja .
Mereka berjalan menuju sebuah jalan setapak yang cukup ramai . Di samping kanan dan kiri terdapat toko toko kecil yang menjual berbagai macam makanan serta accesories .

" Oppa , Kita ke toko bunga itu saja ya ? " MinAh menunjuk ke arah toko milik Hoya

" Kenapa harus yang itu ? Kita ke toko lain saja ya . " Ajak Myungsoo

" Aku ingin yang disana oppa . Disana bunganya bagus bagus dan masih segar . " Rayu MinAh

" Baiklah jika itu maumu . "

Myungsoo berjalan di belakang MinAh . Kali ini ia sengaja membiarkan MinAh untuk berjalan sendirian . Ia masih belum bisa jika bertemu dengan Hoya .

" Bi , bunga mawar merah 1 buket berapa ? " Tanya MinAh sembari memegang sebuket bunga mawar yang ada di depannya .

" 10 Won noona . "

" Semahal itukah ? "

" Nde , soalnya bunga ini baru saya petik dari kebun. "

MinAh bingung apakah ia mau membeli atau tidak . Ia pun bertanya pada Myungsoo yang ada di sampingnya .

" Bagaimana oppa , apa aku harus beli atau tidak ? "

" Terserah kamu saja . " Myungsoo memilih duduk daripada nantinya ketahuan oleh hoya . Ia duduk di kursi yang ada di pojok jendela

Brakk! Ponsel Hoya terjatuh dari genggamannya . Otomatis headset yang sedari tadi ia pakai terputus begitu saja . Lantunan lagu Back pun mulai terdengar dengan nyaring . Myungsoo yang mendengar Lagu itu sontak langsung celingukan mencari ke sumber suara . Ia malu jika ketahuan oleh hoya sedang berada disini .

" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "

Lagu itu terdengar semakin keras , hingga membuat myungsoo merasa sedikit kebingungan . Seketika raut mukanya berubah seperti sedang ketakutan .

" Oppa kau kenapa ? " MinAh terkejut melihat myungsoo bersikap seperti itu

" Kajja kita pulang . " Myungsoo menarik tangan minah dengan paksa

" Lepaskan ! " Bentak minah

" Kenapa kau membentakku seperti itu,hah?"

" Aku tidak suka di perlakukan kasar seperti itu oppa ! Aku tahu kau ingin segera pulang karena kau tidak ingin ketahuan oleh Hoya , iyakan ? "

Plak!

MinAh memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan myungsoo .

" Baiklah , jika ini maumu . Kita sudahi saja hubungan ini . Aku muak denganmu " Pungkas MinAh

" Dasar wanita jalang ! " Myungsoo kembali mengangkat tangannya untuk menampar minah

" Ayoo tampar aku ! Aku memang wanita jalang . "

" Aish . "
Myungsoo memilih pergi dari tempat itu . Daripada berdebat dengan wanita jalang seperti minah .

######
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "

Hoya melirik ke arah meja belajarnya . Sebuah panggilan masuk dari Sunggyu .

" Yeobeoseyo ? "

" Apa kau berada di rumah . "

" Tentu saja . "

" Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini ? Aku di usir hyungku . "

" Baiklah , aku tunggu . "

Hoya mematikan sambungan telfon itu dan memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur . Ia melihat ke atas plafon rumahnya , ia berfikir tentang masalah yang sedang di hadapi sunggyu dan myungsoo .

" Kenapa mereka bisa bertengkar ? Apa myungsoo berubah secepat ini ? Bukankah dia sangat menyayangi sunggyu , baru kali ini aku mendengar mereka berdua bertengkar . Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada mereka berdua . " Batinnya

Di sisi lain , Myungsoo tengah marah besar pada sunggyu . Ia benar benar membenci sunggyu sekarang . Pasalnya , ia mendapati sebuah foto kemesraan mereka berdua terpampang di meja belajar .
Saking geramnya , myungsoo menghubungi minah dan mencaci makinya lewat telepon .

" Jadi kau memutuskanku gara-gara sunggyu,hah ? Dasar wanita murahan ! Apa kau tidak tahu jika sunggyu itu adik kandungku sendiri . Wanita macam apa kau ! "

" Hahahaha ... Kau yang bodoh , sebelum aku berpacaran denganmu , aku sudah lebih dulu menyukai adikmu . "

" Dasar wanita Gila ! Wanita Jalang ! "
Myungsoo menutup sambungan telfonnya dan melemparkan ponselnya begitu saja

" Hah ! Apa-apa'an bisa-bisanya dia memacari adik kandungku sendiri . Sunggyu , kau juga bodoh ! Kenapa kau mau menjadi kekasih wanita jalang seperti dia . Aish dasar bodoh , tolol ! "
Myungsoo membakar foto yang sedang ia pegang sembari terus mencaci maki adik kandungnya dan minah .

@Hoya's House

" Permisi , Hoya hyung ... " Panggil sunggyu lirih

" Masuklah , aku berada di kamar . "

Sunggyu segera memasuki kamar hoya dengan cepat . Persis di depan pintu kamarnya , masih terpampang foto kedekatan antara hoya dan myungsoo . Sunggyu yang melihat foto itupun merasa senang melihatnya . Ia membuka pintu perlahan dan menyapa hoya yang tengah melamun .

" Annyeong hyung ... "

" Aish , kau mengagetkanku saja . Kemarilah . "

Sunggyu berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tepat di samping hoya .

" Apa masalahmu dengan myungsoo ? " Selidik hoya

" Ini semua tentang MinAh , mantan myungsoo hyung . "

" Jadi mereka sudah putus ? "

" Nde , mereka baru saja putus kemarin sore . "

" Lalu apa hubungannya denganmu ? Kenapa dia bisa marah padamu ? "

" Jadi sebenarnya , MinAh itu selingkuh denganku . Aku tidak tahu jika selama ini mereka pacaran , aku kira mereka hanya sebatas teman dekat . "

" Dasar babo ! Kenapa kau mau berpacaran dengan kekasih hyungmu sendiri . "

" Semua namja yang melihatnya pun pasti tidak akan menolak jika berpacaran dengannya . Hyung tahu kan secantik apa wajah minah ? Lagipula aku tidak tahu jika dia pacar myungsoo hyung . Aku benar benar tidak tahu . "

" Sudahlah , Lupakan . "

" Lalu apa masalahmu dengan myungsoo hyung ?" Kali ini sunggyu yang mulai bertanya pada hoya

Hoya menatap sunggyu tajam .
" Kata siapa ? Aku tidak punya masalah apa-apa dengannya . "

" Hyung jangan berpura-pura seperti itu . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung . Dia sudah menceritakan semuanya padaku . "

" Kau mengenal dongwoo ? "

" Tentu saja aku kenal , dia kan kakak dari teman sekelasku . Aku sering main ke rumahnya . "

" Dia bilang apa saja padamu ? "

" Yah , hyung mulai kepo deh . " Goda sunggyu

" Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku , kau boleh keluar sekarang . "

" Aniyaa , baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu . Tapi hyung jangan mengusirku nde . Promise ? " Sunggyu mengacungkan jari manis nya

" Promise . Kajja katakan . "

" Jadi sebenarnya , ... " Sunggyu menghela nafas panjang

" Kenapa berhenti ? "

" Sebentar hyung , aku mau kentut dulu ... Tutt .."

Aroma busuk mulai menyeruak masuk ke dalam hidung hoya .

" Aish menjijikkan , bau sekali ... " Hoya menutup hidungnya rapat

" Hehehehe , jadi begini hyung ... Sebenarnya , dalang dari semua ini adalah myungsoo hyung . "

" Maksudnya ? Aku tidak mengerti . "

" Ish , hyung babo sekali . Sebenarnya myungsoo hyung yang telah mencabut beasiswamu . "

Hoya langsung terkejut . Matanya melotot seakan ingin copot mendengar ucapan dari sunggyu barusan .

" Apa kau serius dengan ucapanmu ? " Hoya meyakinkan sunggyu lagi

" Aku serius hyung . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung , dia tidak berani mengatakan padamu karena ia di ancam akan di keluarkan dari sekolah . "

" Sebenarnya ada apa dengan myungsoo sekarang ? Kenapa dia begitu membenciku? Apa kau tahu ? "

" Tentu saja aku tahu , dia melakukan ini semua karena MinAh , ternyata diam diam minah juga mencintaimu hyung . Dia tidak mau melihat minah mendekatimu . Makanya dia melakukan hal apa saja agar kau meninggalkan sekolah itu . Ternyata minah benar-benar wanita murahan ya Hyung , semua namja disukainya."

" Ternyata dia sekejam itu padaku . Aku masih tidak percaya dengan apa yang telah ia perbuat padaku . Hanya karena minah , dia tega mengeluarkanku dari sekolah . Sebenarnya apa arti persahabatanku dengannya ? "

" Bersabarlah hyung , tenangkanlah hatimu . Aku yakin myungsoo hyung pasti akan kembali padamu . Dia begini karena , ia baru saja merasakan arti cinta pertama . Hyung mengerti ucapanku kan ? "

Hoya mengangguk .

" Sudahlah , aku tidur dulu hyung . Bibirku seakan sudah berbusa sejak tadi bicara terus . Selamat malam hyung . " Sunggyu meraih selimutnya dan mulai memejamkan matanya

Hoya mematikan lampu kamarnya dan memilih tidur membelakangi sunggyu .

####
Pagi yang begitu dingin di terjang oleh hoya begitu saja . Ia mengendarai sepeda miliknya menuju ke rumah Dongwoo . Ia ingin memastikan apakah ucapan sunggyu tadi malam benar atau tidak .
Hoya sengaja datang pagi pagi karena tidak ingin ketahuan oleh myungsoo . Pasalnya , kurang satu jam lagi myungsoo pasti akan tiba di halte dekat rumah dongwoo . Maka dari itu ia harus lebih sigap agar tidak ketahuan oleh myungsoo .
Ia terus mengayuh sepedanya dengan cepat , tak peduli gundukan gundukan salju yang ada di sekelilingnya .

@Dongwoo House
Dengan tangan yang gemetaran , Hoya memencet bel rumah dongwoo perlahan .

" Permisi ... "

Tak ada jawaban apapun . Rumahnya pun terlihat sepi , seperti tidak berpenghuni .

" Permisi , Dongwoo apakah kau di dalam ? " Teriak Hoya

Namun masih tidak ada jawaban . Ia pun membalikkan badannya dan mendapati Myungsoo sedang duduk di halte . Mereka berdua saling bertatap muka , namun tanpa menyapa satu sama lain .

" Ternyata dugaanku salah , dia berangkat lebih pagi . " Batin Hoya

Hoya ingin sekali pergi dari rumah dongwoo . Namun perasaan tidak enak muncul di hati kecilnya . Tiba tiba saja perasaannya mulai kacau , hatinya seakan sedang di tusuk tusuk ribuan duri . Hoya terus memegang dadanya yang sesak . Ia tidak tahu apa arti dari semua ini . Ia pun merintih kesakitan sembari terus memegang dadanya , ia menggigit bibir bawahnya karena sudah tidak mampu menahan rasa sesak yang ada . Myungsoo yang melihat hanya membiarkannya . Ia kembali memandang lurus ke arah jalan tanpa memperdulikan hoya yang sedang kesakitan . Dengan langkah tertatih , hoya berjalan ke arah myungsoo sembari memegang sepedanya untuk meminta bantuan .

Di ujung jalan , tepat menghadap ke arah myungsoo , Woohyun dan sunggyeol tengah mengincarnya . Mereka ingin sekali membunuh myungsoo yang telah menghina Minah . Mereka sudah tahu semuanya dari mulut manis MinAh .

" Kita harus secepatnya menghabisi dia . Jangan biarkan dia hidup . " Ucap Sunggyeol yang sudah bersiap dengan pedal gas yang sudah di injaknya

" Apa kau benar benar akan menghabisi myungsoo ? " Tanya Woohyun yang merasa ketakutan

" Tentu saja . Kenapa ? Apa kau takut ? "

" Tentu saja tidak . Aku tidak takut apapun . "

" Bersiaplah , aku akan membunuhnya sekarang juga . " Sunggyeol menyeringai pada woohyun

Pedal Gas sudah di injaknya , ia sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh . Mobil ferrari merah itu mulai memasuki kawasan jalan raya yang masih sepi , dengan secepat kilat mobil itu langsung menabrak Hoya yang tengah berjalan di depan myungsoo .

Bruaaakkk !!!

Sepeda Hoya terlempar mengenai sisi belakang mobil Sunggyeol . Mereka ketakutan karena sasarannya kali ini meleset . Tanpa basa basi mereka berduapun langsung pergi meninggalkan Hoya yang tengah terluka parah .

" Bodoh , kau bodoh sekali . Kenapa kau malah membunuh hoya , bukannya myungsoo . " Kesal Woohyun

" Kau juga bodoh . Kenapa kau tidak bilang jika hoya tadi sedang mendekat ke arah myungsoo . "

Semuanya terdiam . Suasana mobil menjadi sepi tanpa adanya pembicaraan antara woohyun dan sunggyeol .

Myungsoo menghubungi ambulan secepatnya , ia seakan ingin menumpahkan air matanya . Namun rasa gengsi yang masih menyelimuti hatinya membuatnya memutuskan untuk tidak menangis . Ia hanya bisa meratapi nasib buruk yang sedang menimpa hoya .

Setibanya di tempat kejadian , tubuh hoya langsung dimasukkan ke dalam ambulan dan langsung membawanya ke rumah sakit . Sedangkan myungsoo tengah di periksa polisi di kantor . Ia menceritakan semua yang dilihatnya , mulai dari siapa pelaku yang dengan sengaja menabrak hoya hingga mobil yang di gunakannya . Setelah selesai dengan proses interogasi , myungsoo segera pergi ke rumah sakit tempat hoya di opname .
Ia menghubungi sunggyu yang masih tertidur di rumah Hoya . Ia memberitahu sunggyu agar cepat datang kesini dengan membawa sedikit uang untuk proses administrasi . Myungsoo sengaja tidak memberitahukan ibu hoya karena ia tahu betul ibu hoya mempunyai penyakit jantung .

Sunggyu keluar dari rumah hoya tanpa berpamitan dengan ibunya . Ia segera mengenakan jaket tebalnya dan bergegas menyusul hyungnya .

" Dokter , apa teman saya baik baik saja sekarang ? " Tanya myungsoo khawatir

" Dia baik baik saja . Tapi tulang kakinya patah dan harus di gips untuk sementara waktu . "

" Kata dokter dia baik baik saja , Τapi kenapa ada bagian tubuhnya yang terluka . " Omel myungsoo

" Tapi temanmu kelak bisa berjalan dengan normal kembali . Kau tenang saja , berdoalah yang terbaik baginya . " Dokter menepuk pundak myungsoo dan berlalu pergi begitu saja

Myungsoo yang masih tidak di perbolehkan masuk ruang ICU itupun hanya bisa menunggu di ruang tunggu . Hatinya merasa menyesal karena sudah menyianyiakan sahabat terbaiknya . Ia mulai meng introspeksi dirinya sendiri , mengingat kembali hal apa saja yang membuatnya membenci hoya seperti ini .

" MinAh . " Gumamnya

MinAh adalah penyebab semua ini . Dulu sebelum MinAh hadir di kehidupan myungsoo , hubungannya dengan hoya baik baik saja . Namun setelah MinAh datang dan menghiasi hari harinya , ia malah membiarkan hoya begitu saja . Apalagi setelah ia mengetahui jika minah sebenarnya juga mencintai hoya . Mulai dari situlah , persahabatannya mulai retak . Ia mulai menyesal , selama ini ia memang egois , ia lebih memilih seorang yeoja yang sudah menyakitinya dan meninggalkan sahabat yang menyayanginya . Tanpa Woohyun dan Sunggyeol mungkin dia tidak akan membenci hoya seperti ini . Karena , ia tahu minah mencintai hoya dari kedua mulut mereka . Mulut yang hanya bisa membuat gosip dan menjelek jelekan orang lain .

" Myungsoo hyung ... " Panggil sunggyu terengah engah

Myungsoo melihat adiknya sekilas , raut mukanya berubah seketika sa'at melihat sunggyu membawa amplop besar yang berisi uang .

" Duduklah ... "

" Dimana hoya hyung ? Apa dia baik baik saja ? "

" Nde , dia baik . "

" Syukurlah kalau begitu . "

Suasana kembali hening . Myungsoo melirik ke arah sunggyu yang asik dengan ponselnya .

" Sunggyu ... " Panggilnya lirih

Sunggyu menoleh ke arah hyungnya dengan tampang watadosnya .

" Hyung minta ma'af karena telah mengusirmu dari rumah . Hyung sadar , hyung salah padamu . Mianhae ... "

Sunggyu tersenyum manis pada hyungnya . Ia merasa lega karena hyung nya sudah mema'afkan kesalahan yang telah ia perbuat .

" Aku juga minta ma'af padamu hyung . Kita sama sama salah . Hyung mau kann ma'afin aku?"

" Tentu saja dongsaengku , hyung mema'afkanmu . " Hoya memeluk tubuh sunggyu dengan penuh kasih sayang . Sunggyu pun membalas pelukan dari hyungnya tersebut .

Setelah menunggu sekitar 3 jam , akhirnya myungsoo dan sunggyu di persilahkan masuk oleh salah seorang dokter . Sebelum masuk ke dalam ruang ICU , myungsoo dan sunggyu di haruskan untuk memakai baju khusus . Mereka memasuki ruang ICU dengan berhati-hati , sunggyu yang tidak sengaja melihat salah seorang pasien yang tengah sekarat pun langsung bergidik ngeri . Ia memilih berlindung di belakang tubuh hyungnya .
Myungsoo membuka gorden yang menutupi ruangan hoya . Ia memandang hoya yang masih tertidur lelap .

" Sepertinya kita harus keluar lagi , hoya sedang tertidur . " Bisiknya pada sunggyu

" Baiklah hyung . Kita kesini besok saja . Lagi pula hari ini aku ada urusan dengan dongwoo . "

" Kau mengenal dongwoo ? " Tanya myungsoo terkejut

" Iya . Memangnya kenapa hyung ? " Tanya sunggyu balik . Sebenarnya sunggyu telah mengetahui akal bulus hyungnya dari dongwoo , tp ia berusaha menyembunyikannya dan menganggap semuanya baik-baik saja .

" Ah aniya , kau boleh pergi sekarang . "

" Baiklah hyung , aku pergi dulu. "

Myungsoo terlihat ketakutan dengan ucapan sunggyu tadi . Ia memegang kepalanya dan berjalan mondar mandir di depan kamar hoya . Ia takut jika hoya telah mengetahui semuanya dari sunggyu .

" Ooh God , apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Myungsoo menggigit kuku nya dan memandang ke arah Hoya

" Aku harus tenang . Aku tidak boleh terlihat gugup seperti ini . " Myungsoo menghela nafas panjang . Ia memilih duduk di kursi yang ada di samping hoya .

" Dorawajwo , I want u back back back back back ... " Myungsoo menyanyikan lagu favoritnya pada hoya . Perlahan ia meraih tangan hoya dan menggenggamnya erat

*Backsound Back*
" Can you save me?"

Myungsoo mengakhiri nyanyiannya dengan air mata yang mengalir .

" Apa kau menangis ? " Tanya hoya yang tiba tiba saja sudah membuka kedua matanya

" Kau sudah bangun ? " Jawab myungsoo sembari menghapus air matanya

Hoya mengangguk . Mukanya masih terlihat pucat pasi karena baru tersadar .

" Mianhae , " myungsoo tertunduk

Hoya masih memandang myungsoo tanpa ekspresi . Tangannya masih terikat dengan tangan myungsoo .

" Untuk kali ini aku tidak bisa mema'afkanmu ." Hoya melepaskan tangannya dari genggaman myungsoo . Ia memalingkan wajahnya karena kecewa dengan myungsoo

" Apa yang kau ucapkan barusan ? Kenapa kau tidak mau mema'afkanku ? "

Hoya terdiam . Ia menahan air mata yang seakan ingin keluar .

" Jawab aku hoya , why ? "

Hoya menghela nafas panjang . Wajahnya mulai menatap myungsoo kembali .

" Apa kau tahu , apa yang sudah kau lakukan padaku ?" Bentak hoya dengan mata berkaca-kaca

" Aku tahu . Aku memang salah , ma'afkan aku ."

" Apa kau juga tahu , gara-gara kau hidupku jadi begini . "

" Ma'afkan aku hoya , ma'afkan aku . " Myungsoo tak kuasa menahan air matanya begitu saja . Ia tahu selama ini dia yang sudah membuat hoya seperti ini . Dia yang sudah mengeluarkan hoya dari sekolah , dia juga yang telah membuat hoya di bully habis habisan oleh woohyun dan sunggyeol .

" Pergilah ... Aku ingin sendiri , aku tidak pernah membencimu . Suatu sa'at nanti , aku pasti akan menemuimu lagi . " Pungkasnya

" Tapii ..... "

" Silahkan pergi , pintu keluar ada di sebelah sana ... " Hoya mempersilahkan myungsoo untuk segera keluar
Dengan berat hati , myungsoo meninggalkan hoya yang sudah mengusirnya mentah-mentah .

" HuHuHuHu .... "

Tangisnya mulai pecah sesaat setelah myungsoo keluar dari kamarnya . Ia benar benar tidak sanggup menahan beban yang begitu besar kali ini .

" Ma'afkan aku myungsoo , aku masih terluka atas perbuatanmu . Aku butuh waktu untuk memulihkan semua ini , " ucapnya sambil sesenggukan

Ia meraih ponselnya dan memutar lagu yang baru saja di nyanyikan oleh myungsoo .
*Now Playing-Back*
Hoya berusaha memejamkan kedua matanya berharap hatinya akan sedikit lebih tenang .

######
25 Desember ,

Natal kali ini terasa sangat sepi dan terkesan biasa saja . Pasalnya , setelah kejadian beberapa minggu yang lalu , Hoya masih belum menemui myungsoo sama sekali . Entah sampai kapan mereka berdua akan saling membenci seperti ini . Yang pasti , mereka berdua menunggu sebuah keajaiban yang kelak akan menyatukan persahabatan mereka lagi .

Sedangkan MinAh , woohyun dan Sunggyeol , mereka bertiga tengah terseret kasus penggunaan obat terlarang . Sampai sa'at ini , mereka bertiga memang masih berbuat onar . Mereka bertiga mulai dekat setelah minah memutuskan myungsoo . Pada sa'at itu , MinAh sedang berada di bar sendirian dan di susul oleh woohyun dan sunggyeol . Mereka berdua mendekati minah dan mengintrogasinya secara tidak langsung . Dan mulai dari situlah mereka akrab dan memutuskan untuk menjadi seorang sahabat .

Seorang Namja yang sedang mengenakan tongkat untuk menopang kakinya , berjalan perlahan menuju sebuah gereja . Tentu saja dia akan melakukan ibadah karena kali ini adalah hari natal . Ia di temani seorang ibu paruh baya yang ada di sampingnya . Mereka berdua memasuki gereja secara perlahan . Mengingat keadaan kaki seperti itu yang tidak mungkin berjalan seperti biasanya . Mereka mulai membaca al kitabnya sembari berdoa pada tuhan yang mereka sembah .
***skipp***
Hoya menghentikan langkahnya setelah ia melihat Myungsoo memasuki gereja dengan sunggyu .

" Eomma pulang saja duluan . Aku akan menemui myungsoo . " Pintanya

" Baiklah , jaga dirimu baik-baik ." Ibu melayangkan sebuah ciuman di kening hoya

" Hati-hati eomma . "

" Kau juga sayang ... "

Hoya berbalik arah dan berjalan menuju ke mobil Myungsoo . Ia sengaja memalingkan wajahnya agar myungsoo tidak mengetahui jika dirinya tengah berada disini juga .
Setelah menunggu sekitar 15 menit , myungsoo dan sunggyu keluar dari gereja dengan raut muka yang terlihat cerah . Mereka berdua berjalan mendekat ke mobil , namun tiba-tiba myungsoo menghentikan langkahnya . Sepertinya ia tahu siapa namja yang tengah berdiri di depan mobilnya . Hoya yang merasa myungsoo telah mengetahui keberadaannya pun membalikkan badannya . Kini mereka saling berhadapan satu sama lain .

" Kyaaa .... Itu Hoya Hyung ... " Teriak Sunggyu
Ia berlari ke arah Hoya dan langsung memeluknya .

" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah sembuh . " Panggil Sunggyu

Namun Myungsoo masih terdiam dan tak bergeming sama sekali . Ia seperti patung es yang berdiri kokoh di depan gereja .

" Dorawajwo , I want u back back back back. back , Back back back back back ,
Neowa nae gieok nareul sigane matgyeo duji ma"

Hoya melantunkan lagu back dengan penuh penghayatan . Ia telah siap mema'afkan dan kembali lagi pada myungsoo .

" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah mema'afkanmu . " Teriak sunggyu lagi

Myungsoo mengeluarkan air mata sesa'at setelah mendengar lantunan lagu yang telah di nyanyikan Hoya . Ia segera mendekat ke arah sahabat tercintanya dan memeluknya erat . Tangisnya pun pecah sa'at ia berada di pelukan hangat hoya .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar