Tittle. : Back ( Can You Save Me )~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Sad Ending
Cast. : Sunggyeol ,
Woohyun ,
MinAh ,
Hoya ,
Myungsoo ,
Dongwoo ,
Sunggyu
Rating. : PG 15+
Length. : Oneshoot
Can You Save Me , Please ...
Sunggyeol terisak dalam tangisnya . Ia memandang jeruji besi yang
kini ia tinggali bersama WooHyun dengan air mata yang mengucur deras .
Betapa tidak , Mereka berdua akan menjalani Hukuman mati jika tidak ada
satu orang pun yang menyelamatkannya . Mereka berdua baru saja terlibat
kasus atas kematian sahabatnya sendiri yaitu MinAh , sebenarnya mereka
sama sekali tidak berniat untuk membunuh yeoja cantik tersebut . Namun
apa boleh buat , nasi sudah menjadi bubur . Lelucon yang mereka buat
sa'at malam natal berakhir tragis seperti ini .
-FLASHBACK-
" MinAh , apakah malam ini kau mau tidur denganku ? " Goda sunggyeol
" Aniyaa , aku tidak mau . Kau jelek ! Haha " MinAh membalas godaan dari sunggyeol dengan tawa khasnya
" Haha , Kau dengar sendirikan ? Kau jelek sunggyeol . " Seru Woohyun
" Yak! Kalian berdua memang setan . " Sunggyeol mendorong tubuh mereka berdua hingga terjatuh ke lantai .
" Appo , Sakit oppa ... " Rengek Minah
" Iya nih , sunggyeol bercandanya kelewatan . "
" Salah sendiri , kalian dulu kan yang mulai . " Sunggyeol melipat
kedua tangannya di dada . Sepertinya ia memang marah kepada sunggyeol
dan minah .
" Yah , apa kau marah betulan ?" Tanya woohyun mencoba memastikan
" Bagaimana menurutmu ? "
" Aish , dasar pemarah , jelek pula . Haha . "
Bruakk !!!
Sunggyeol melempar sepatu sneakers yang memiliki duri-duri tajam di atasnya ke arah Woohyun . Namun ...
" Wheekk , tidak kena . " Woohyun menjulurkan lidahnya ke arah
sunggyeol . Ia tidak tahu jika sepatu yang lumayan tajam tadi tepat
mengenai minah yang berada di belakangnya .
" Minah , apa kau tidak apa-apa . " Sunggyeol mendekat ke arah minah
dengan ekspresi ketakutan . Pasalnya , minah langsung terkapar tak
berdaya di lantai .
" Woohyun apa yang harus kita lakukan ? "
" Aku tidak tahu . Ini salahmu . "
" Ini salah kita berdua , kau jangan egois . "
Mereka berdua di selimuti rasa gugup sekaligus ketakutan . Bagaimana
tidak , meski badannya sudah di goyang-goyangkan minah tetap tidak
sadar . Bahkan Badannya juga berubah menjadi dingin layaknya balok es .
" Apa minah sudah meninggal ?" Tanya woohyun
" Entahlah . Aku juga tidak tahu . " Sunggyeol mendekatkan jari telunjuknya ke hidung minah .
" Astaga , Oh my god . " Sunggyeol tersentak kaget , badannya
perlahan mulai menjauh dari tubuh minah . Ia ketakutan karena minah
sudah tak bernyawa lagi
" Wae ? "
" Jangan dekati minah lagi . Dia sudah meninggal . Menjauhlah woohyun . " Seru Sunggyeol
" Jinjja ? Eottheoke ? "
" Kita kabur saja . Aku tidak ingin di penjara . Aku takut . "
" Baiklah ... "
-FLASHBACK OFF-
Tak ada yang mengira jika sebuah lelucon natal akan mengakibatkan
hal setragis ini . Mereka berdua sangat terpukul atas kematian
sahabatnya yang tidak masuk akal seperti ini . Bahkan , sunggyeol sudah
hampir bunuh diri karena ketakutan akan dosa besar yang telah ia perbuat
. Untung saja woohyun datang dan menggagalkan upaya sunggyeol untuk
bunuh diri . Jika woohyun telat dalam satu detik saja , pasti sunggyeol
sudah menyusul minah ke alam sana .
" Saudara sunggyeol dan woohyun , ada orang yang ingin menemuimu . " Ucap salah seorang polisi
" Jinjja ? Siapa dia ? " Tanya sunggyeol tak percaya
" Bukan dia , tapi mereka . " Polisi itu menunjuk ke arah pintu masuk
Datanglah ketiga Namja tampan yang membawa kantong plastik yang
entah apa isinya . Ketiga namja itu mendekat dan di sambut gembira oleh
sunggyeol dan woohyun .
" Omoo ... Bagaimana kalian bisa tahu jika kita ada disini ?" Ucap Woohyun
" Tentu saja kita tahu , seluruh sekolah sedang heboh membicarakan
kasus kalian . Maka dari itu , kita ingin memastikan keadaan kalian . "
Pungkas Myungsoo
" Gomawo , " Woohyun meraih tangan Hoya dari balik jeruji besi
" Apa kau juga sudah tahu kita akan di hukum mati ?" Ucap Sunggyeol
" Kita sudah mengetahui semuanya , maka dari itu kita datang kesini . " Balas Dongwoo
" Kalian kesini ingin membantu kita kan ? Iyakan ? "
" Kata siapa kita ingin membantumu ? " Tanya dongwoo balik
" Lalu , apa yang kalian lakukan disini ? "
" Kita datang kemari untuk memberimu ini . " Hoya memberikan kanton plastik yang di pegangnya pada sunggyeol
" Apa ini ? " Tanya sunggyeol yang mencoba membongkar isi dari kantong plastik tersebut
" Al-Kitab ? Kenapa kalian memberikanku Al-kitab ? " Tanya sunggyeol lagi
" Kalian ingin tahu ? " Ucap Myungsoo sembari menatap sinis ke arah mereka berdua
Mereka mengangguk pasti , wajahnya nampak ceria karena mereka berfikir jika teman-temannya akan membebaskannya hari ini .
" Supaya kalian bertobat sebelum mati , kalian pikir kita akan
membebaskanmu . Cih , manusia semacam kalian pantas mendapat hukuman
mati ." Jawab Myungsoo sembari menyeringai pada mereka berdua
" Omoo ... Apa telingaku baru saja mendengar kata-kata yang tak sepantasnya aku dengar ?" Tanya Woohyun
" Tentu saja , Kalian pikir aku akan membantumu . Tidak sama sekali ,
hatiku sudah tergores atas perbuatan kalian berdua . Kalian kan yang
sudah menabrakku hingga aku mengalami patah tulang kaki , iyakan ?
Kalian memang setan . " Jawab Hoya dengan amarah yang semakin memuncak
" Kalian juga yang sudah membullyku , apa kalian sadar atas
perbuatan yang telah kalian perbuat , hah ? Jawab , jangan hanya
menangis . Kalian pikir aku akan merasa kasihan jika kalian menangis
seperti itu , Tidak ! Aku akan pergi sekarang , aku muak melihat muka
kalian berdua . Kajja kita pergi . " Dongwoo menarik tangan Hoya dan
myungsoo , dan berlalu pergi dari hadapan tahanan hukuman mati .
" Mianhae , Mianhae ... " Teriak woohyun , namun mereka sudah berlalu dan tak ada di hadapannya lagi
" Akuu benar-benar tidak percaya , mungkinkah ini karma bagi kita ? "
Sunggyeol menoleh ke arah woohyun dengan air mata yang mengucur deras
" Maybe . Bunuh aku . Bunuh akuu sunggyeol. " Jawab Woohyun sembari menarik-narik tangan sunggyeol
" Tenang saja , besok kita akan mati bersama . Tolong berpeganglah
padaku , aku tidak ingin masuk neraka sendirian . Aku takut woohyun ."
" Aku juga . Kita tunggu saja esok hari , "
#########
31 Des 2014
Tepat di penghujung tahun kali ini , woohyun dan sunggyeol akan
meninggalkan indahnya kehidupan di dunia . Mereka berdua akan memasuki
dunia yang kekal abadi di akhirat nanti . Sebelum di eksekusi mati ,
mereka berdua di berikan kebebasan untuk melihat keindahan kembang api
yang akan di nyalakan tepat pukul 12 malam . Lalu , mereka akan bersiap
di suntik mati dan melepaskan gelar sebagai King Of bullying .
" Apa kau gugup ? " Tanya salah seorang polisi
" Tidak , aku sudah siap . " Jawab mereka serempak
" Baguslah kalau begitu , aku harap kalian tenang di alam sana . "
Mereka berdua mengangguk sembari menatap kosong ke arah langit .
Mereka tidak ingin melewatkan malam pergantian tahun kali ini . Meskipun
setelah acara kembang api , mereka sudah mati .
12 PM
Doorr...Dorr...Dorrr......
Suara Kembang api mulai bergemuruh di atas langit . Begitu indah dan
sayang jika di lewatkan . Sunggyeol dan woohyun menyaksikan pesta
pergantian tahun dengan hati yang senang . Mereka berdua mencoba
menikmati malam ini , meski tak dapat di pungkiri jika hati mereka
tengah gugup dan takut .
" Sunggyeol , Ma'afkan aku jika selama ini aku sering melukaimu . "
Ucap woohyun yang langsung di sambut sunggyeol dengan pelukan hangat
" Nado , ma'afkan aku juga woohyun . "
Waktu eksekusi sudah datang . Kini sa'atnya mereka berdua untuk
bersiap menjalani kehidupannya di alam kekal . Mereka sama sekali tidak
ingin melepaskan pelukannya . Tangannya pun berpegang erat satu sama
lain .
Para Polisi yang melihat mereka berdua tengah berpelukan seperti itu
merasakan sedikit rasa iba di hatinya . Apalagi polisi yang akan
mengeksekusinya , ia pun mendekat ke arah mereka untuk meminta ma'af
sekaligus menyuntikkan suntik mati .
" Mianhae Sunggyeol-ah , woohyun-ah . Semoga kalian tenang di alam sana . "
Dan Cuss .... Suntik itu sudah masuk ke dalam tubuh mereka berdua ,
perlahan-lahan tubuh mereka berdua mulai terjatuh ke lantai dan
mengejang . Kematian mereka di saksikan para polisi yang menemaninya
malam ini . Tak hanya itu , Hoya , Myungsoo , dongwoo dan sunggyu juga
melihat kematian mereka . Mereka berempat sengaja datang untuk
menyaksikan kematian dari King of Bullying yang mengenaskan .
" Can You save Me ? " Ucap Hoya
" Noooo ...... " Jawab Dongwoo , Myungsoo dan sunggyu serempak dan di akhiri dengan gelak tawa
###########END##########
Jumat, 03 Juli 2015
(FANFICTION) Back ( Can You Save Me )
(FANFICTION) BACK
Tittle. : Back~
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Drama , Friendship
Cast. : Hoya , Myungsoo , MinAh , Dongwoo , Sunggyu , Sunggyeol , Woohyun , Sungjong
Rating. : PG 13+
Length. : Oneshoot
Butiran butiran salju mulai turun secara perlahan . membuat seorang namja yang sedang menunggu bus kedinginan karena ia tidak membawa mantel . Namja yang tengah duduk seorang diri itu menatap kosong ke arah jalan . Matanya tersirat segudang masalah yang sedang ia pendam . Entah apa yang sedang hoya pikirkan sekarang . Yang pasti , ia hanya terdiam tanpa sepatah katapun yang ia ucapkan .
Bus yang ia tunggu akhirnya datang , hoya bergegas masuk dan memilih tempat duduk paling belakang . Raut mukanya tak berubah sama sekali , ia masih murung dan terlihat sangat sedih . Ia menatap ke arah luar sembari menyandarkan kepalanya di jendela .
@KoreanNationalHighSchool
Hoya berlari ke arah namja yang tengah bersama dengan seorang gadis . Namja itu adalah sahabat terbaiknya , Kim Myungsoo . Ia menghampiri myungsoo karena ingin meminta bantuan padanya .
" Myungsoo , bisakah kau membantuku sekarang? "
" Ma'af . Untuk kali ini aku tidak bisa membantumu ." Jawab myungsoo sedikit ketus
" Τp kan kau belum tahu permintaanku ?"
" Aku tahu . Kau pasti ingin meminjam uang kan? Ma'af , aku tidak punya uang . "
Jleb ! Myungsoo berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan hoya yang masih berdiri kokoh . Ia langsung menarik tubuh minah dengan paksa .
" Dimana myung soo yang dulu , dimana ? " Batinnya
Hoya duduk di kursi tempat myungsoo tadi. Air matanya perlahan menetes , ia menyeka air mata itu dengan jemari mungilnya . Ia benar benar kecewa dengan tingkah myung soo kali ini . Ia merindukan myung soo yang dulu . Bukan myung soo yang sekarang . Akhir-akhir ini myungsoo memang terlihat bersikap aneh padanya . Semenjak ia berpacaran dengan MinAh , ia seakan sudah tidak dibutuhkan lagi . Hal itulah yang membuat hatinya sedih dan kecewa .
" Hey Hoya kau kemana saja , aku mencarimu ." Ucap Dongwoo
" Ada apa kau mencariku ? "
Dong woo menatap hoya lekat .
" Apa kau baru saja menangis ?" Tanya dongwoo
Hoya menggeleng . Ia masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .
" Kau tidak bisa membohongiku , aku tahu dari matamu yang sembab itu . Kenapa kau menangis ? Apa aku bisa membantumu ? "
Hoya langsung memeluk dongwoo erat . Ia menangis di pundak dongwoo dengan keras . Ia tidak malu lagi jika ia dikatakan banci dan sebagainya . Ia menangis karena punya alasan tersendiri .
" Jika aku menangis apa aku tidak gentle lagi ? " Ucapnya sesenggukan
" Tentu saja tidak , pria juga bsa menangis . Menangis itu untuk meluapkan emosi kita , kau menangis pasti punya alasan tersendiri kan?. " Dongwoo menepuk punggung Hoya
" Menangislah , luapkan semua uneg-uneg yang ada di hatimu . Aku siap menjadi sandaranmu Hoya . " Ucap dongwoo lagi
" Gomawo dongwoo , aku tidak tahu harus dengan siapa aku begini . Hanya kamu satu-satunya orang yang care denganku . "
Dongwoo melepas pelukan dari hoya . Ia menatap hoya sembari tersenyum manis . Ia pun menyodorkan sebuah tissue pada hoya .
" Ini , ambilah . Hapus airmatamu , kau sudah di tunggu di ruang guru . Jika ada apa-apa , panggilah aku . Aku siap membantumu . "
" Gomawo , baiklah aku pergi dulu . "
@Ruang Guru
" Permisi ... Apa seongsaengnim mencari saya ?"
" Nde , duduklah . "
Hoya mendudukkan dirinya tepat di depan Sungjong seongsaengnim .
" Apa kau tahu kenapa aku menyuruhmu datang kesini ?" Tanya sungjong dengan death glarenya
" Saya tahu . Ma'afkan saya karena tidak bisa membayar uang sekolah . " Hoya tertunduk
" Dan apakah kau tahu konsekuensinya ?" Kali ini sungjong sedikit menaikkan suaranya
" Jelas aku tahu . Tapi aku tidak mampu untuk melunasinya . Aku tidak punya uang . Ekonomi keluargaku juga tidak baik . Aku minta ma'af , seongsaengnim boleh mengeluarkanku dari sekolah . Aku sudah tidak mampu untuk bersekolah disini . " Pungkas Hoya dan di akhiri dengan tetesan air matanya
Sungjong yang melihat hoya menangis pun sedikit terharu . Ia memberikan sehelai tisu untuk mengusap air matanya .
" Ma'afkan saya karena sedikit kasar padamu . Tapi ini sudah kebijakan sekolah . Aku tidak bisa membantumu . " Sungjong memberikan sebuah amplop pengeluaran dari sekolah pada hoya
Hoya meraih amplop itu dan mengucapkan terima kasih pada sungjong seongsaengnim . Ia membungkukkan badannya dan bergegas keluar dari ruang itu .
@Class
Kelas yang penuh dengan canda dan tawa kini perlahan akan sirna . Beberapa sa'at lagi , salah satu penghuni yang terkenal dengan ke geniusannya , akan pergi . Dia adalah hoya , namja beruntung yang bisa bersekolah disini karena beasiswa . Namun , entah apa yang terjadi tiba-tiba saja beasiswanya di cabut oleh orang yang tidak ia ketahui . Hal inilah yang mengakibatkan ia di keluarkan dari sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah . Dengan berat hati , ia pun meninggalkan sekolah yang amat ia cintai ini dengan sejuta kenangan manis yang pernah ia buat bersama dengan teman temannya terutama , myung soo .
Hoya merapikan semua barang barang miliknya ke dalam tas . Di sisi lain , myung soo melihat sekilas ke arah hoya dan membiarkannya begitu saja . Hoya yang melihat sahabatnya bersikap seperti itu pun hanya bisa membiarkannya . Setelah rampung merapikan barang barangnya , hoya langsung keluar dari kelas tanpa berpamitan pada myungsoo . Ia benar benar kecewa padanya . Hatinya sakit , mengingat kejadian tadi pagi . Ia merindukan myungsoo yang dulu . Namun sekarang , myungsoo yang dulu hilang seakan di telan bumi .
" Hoya kau mau kemana ? " Tanya Dongwoo yang berpapasan dengannya
" Aku out dari sekolah . " Jawabnya singkat
" Mwo? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa kau bisa out dari sekolah ? Dimana myungsoo , kenapa dia tidak ada disampingmu ? " Dongwoo celingukan mencari sosok myungsoo yang biasanya selalu ada pada hoya
" Entahlah , Sekarang tidak ada myungsoo lagi . Dia sudah meninggalkanku , dan memilih seorang gadis . "
" Jadi Rumor itu benar ? "
" Rumor tentang apa ? "
" Rumor tentang keretakan persahabatan mu dengan myungsoo . "
Hoya terkejut . Siapa yang menyebarkan sebuah rumor tentang dirinya .
" Siapa yang bilang seperti itu ? "
" Woohyun dan Sunggyeol . "
" Selalu saja mereka . Kenapa mereka selalu saja menggangguku . "
" Aku mendengar ucapanmu . " Ucap woohyun yang entah dari mana datangnya . Ia di temani sunggyeol membawa sebuah ember berisi air penuh .
" Ini yang kau mau . " Sunggyeol menumpahkan semua isi dari ember tersebut ke tubuh hoya
" Hentikan ! Apa salah hoya pada kalian ? " Dongwoo melemparkan ember itu dan tepat mengenai wajah woohyun
Woo hyun merintih kesakitan karena bibirnya sedikit berdarah .
" Kau jangan ikut campur , dongwoo !" Ancam Sunggyeol
" Aku tanya , kenapa kau melakukan ini pada hoya ? Apa salah dia pada kalian ,hah ? " Bentak dongwoo
" Dia dengan temannya , si myungsoo itu sudah merebut gadis impianku , MinAh . " Bentak Sunggyeol
" Halah , banyak bacot . Pukul saja mereka . " Seru woo hyun
Mereka berempat pun terlibat perkelahian di lobby sekolah . Hingga mengakibatkan ke empat namja tersebut terluka di bagian wajah dan tangannya .
######
" Hoya , bangunlah . Apa kau tidak berangkat sekolah ? "
Teriak ibu hoya dari dapur . Hoya yang sudah setengah sadar itupun menghampiri ibunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami kali ini .
" Jadi kau sudah di keluarkan dari sekolah ?" Tanya ibunya yang masih tidak percaya
" Nde eomma . Ma'afkan hoya . " Hoya berlutut sembari menangis di hadapan ibunya . Hati kecilnya memang masih terasa berat harus berhenti bersekolah . Ia masih menunggu suatu keajaiban dari tuhan . Agar ia bisa bersekolah kembali .
" Bangunlah , eomma tahu apa yang kau rasakan sa'at ini . Tp eomma tidak tahu apa yang harus eomma lakukan sekarang . Ma'afkan eomma karena sudah mengecewakanmu , sayang . " Dengan setulus hatinya , ibu hoya memeluk dirinya yang tengah menangis tersedu-sedu . Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya , melihat ia menangis seperti itu .
@National High School
" Apa dia sudah di keluarkan dari sini ? "
" Nde , kalau boleh tahu . Kenapa kau mencabut beasiswanya ? "
" Karena , aku tidak suka hubunganku di ganggu dia . "
" Ap yang kau maksud ? "
" MinAh menyukai Hoya . Aku tidak ingin MinAh dekat-dekat dengannya , sekalipun ia sahabatku , aku tidak akan membiarkan itu . "
Myungsoo keluar dari ruang guru dengan puas . Ia berjalan layaknya seorang binatang yang sudah melumpuhkan mangsanya . Dongwoo yang sedari tadi mendengar semua ucapan Myungsoo dan Sungjong seongsaengnim pun hanya bsa geleng geleng kepala . Ia tidak percaya , myungsoo setega ini dengan Hoya . Padahal , ia tahu betul jika myungsoo adalah sahabat terdekat hoya selama ini .
Saking kesalnya dengan myungsoo , dongwoo berjalan membuntutinya dan melemparkan sebuah buku yang sedang ia pegang . Myungsoo berbalik ke arah dongwoo . Ia tersenyum kecut melihat dongwoo yang penuh dengan amarah .
" Apa ? Kau mau apa denganku,hah ? " Bentak myungsoo
" Kau benar-benar iblis ! Kau tega dengan sahabatmu sendiri . "
Dduakk ! Myungsoo memukul wajah dongwoo hingga lebam .
" Shit ! Kau pikir aku takut denganmu . " Dongwoo memegang pipinya yang membiru
" Haha . Manusia tidak berguna . Bulsshit . " Myungsoo mendorong tubuh dongwoo hingga terjatuh ke lantai . Sebelum ia pergi , ia menyempatkan untuk menginjak buku milik Dongwoo hingga rusak .
" Dasar Bajingan ! " Teriak Dongwoo
@Toko Bunga
Dengan tampangnya yang begitu mempesona , toko bunga milik ibunya kebanjiran pembeli . Para pembeli sengaja mampir ke tokonya , karena ingin melihat wajahnya secara dekat .
" Wah , kau benar benar tampan . Apa kau artis ?"Tanya salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah
" Ani , aku anak dari pemilik toko ini . " Balasnya
" Tapi wajahmu benar benar tampan . Bolehkah saya berfoto denganmu ? "
" Tentu saja , Kajja . "
Mereka berdua mengambil foto dengan ekspresi yang cute .
" Gomawo oppa . " Yeoja itu membungkukkan badannya pada hoya
" Cheonmaneyo . "
Ibu hoya yang melihat tokonya kebanjiran pembeli hanya bisa tersenyum puas . Ia benar benar berterima kasih pada hoya , berkat wajah tampannya toko bunga yang biasanya sepi kini berubah menjadi ramai seperti pasar .
" Eomma , aku lelah . Bolehkah aku istirahat sebentar ? " Tanya Hoya
" Istirahatlah , eomma yang akan menggantikanmu . "
" Baiklah eomma , aku istirahat dulu . "
Hoya meraih ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja . Ia melihat galeri fotonya dengan myungsoo , semuanya tampan . Ia tersenyum sembari terus menelusuri galerinya hingga ke bawah .
" Kau bilang akan tidur ? " Ucap Eomma yang ada di belakangnya
" Baiklah eomma aku akan tidur . "
Sebelum tidur , ia memasang headset dan mendengarkan sebuah lagu ciptaannya bersama myungsoo .
@Apgujeong
Myungsoo dan MinAh menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di kawasan Apgujeong . Mereka berdua sengaja menghabiskan waktu berdua untuk merayakan satu bulan hubungan mereka. Namun disisi lain , MinAh ingin sekali bertemu hoya . Ia pun sengaja bilang pada Myungsoo bahwa ia ingin sekali ke toko bunga . Myungsoo pun mengiyakan permintaan MinAh begitu saja .
Mereka berjalan menuju sebuah jalan setapak yang cukup ramai . Di samping kanan dan kiri terdapat toko toko kecil yang menjual berbagai macam makanan serta accesories .
" Oppa , Kita ke toko bunga itu saja ya ? " MinAh menunjuk ke arah toko milik Hoya
" Kenapa harus yang itu ? Kita ke toko lain saja ya . " Ajak Myungsoo
" Aku ingin yang disana oppa . Disana bunganya bagus bagus dan masih segar . " Rayu MinAh
" Baiklah jika itu maumu . "
Myungsoo berjalan di belakang MinAh . Kali ini ia sengaja membiarkan MinAh untuk berjalan sendirian . Ia masih belum bisa jika bertemu dengan Hoya .
" Bi , bunga mawar merah 1 buket berapa ? " Tanya MinAh sembari memegang sebuket bunga mawar yang ada di depannya .
" 10 Won noona . "
" Semahal itukah ? "
" Nde , soalnya bunga ini baru saya petik dari kebun. "
MinAh bingung apakah ia mau membeli atau tidak . Ia pun bertanya pada Myungsoo yang ada di sampingnya .
" Bagaimana oppa , apa aku harus beli atau tidak ? "
" Terserah kamu saja . " Myungsoo memilih duduk daripada nantinya ketahuan oleh hoya . Ia duduk di kursi yang ada di pojok jendela
Brakk! Ponsel Hoya terjatuh dari genggamannya . Otomatis headset yang sedari tadi ia pakai terputus begitu saja . Lantunan lagu Back pun mulai terdengar dengan nyaring . Myungsoo yang mendengar Lagu itu sontak langsung celingukan mencari ke sumber suara . Ia malu jika ketahuan oleh hoya sedang berada disini .
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Lagu itu terdengar semakin keras , hingga membuat myungsoo merasa sedikit kebingungan . Seketika raut mukanya berubah seperti sedang ketakutan .
" Oppa kau kenapa ? " MinAh terkejut melihat myungsoo bersikap seperti itu
" Kajja kita pulang . " Myungsoo menarik tangan minah dengan paksa
" Lepaskan ! " Bentak minah
" Kenapa kau membentakku seperti itu,hah?"
" Aku tidak suka di perlakukan kasar seperti itu oppa ! Aku tahu kau ingin segera pulang karena kau tidak ingin ketahuan oleh Hoya , iyakan ? "
Plak!
MinAh memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan myungsoo .
" Baiklah , jika ini maumu . Kita sudahi saja hubungan ini . Aku muak denganmu " Pungkas MinAh
" Dasar wanita jalang ! " Myungsoo kembali mengangkat tangannya untuk menampar minah
" Ayoo tampar aku ! Aku memang wanita jalang . "
" Aish . "
Myungsoo memilih pergi dari tempat itu . Daripada berdebat dengan wanita jalang seperti minah .
######
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Hoya melirik ke arah meja belajarnya . Sebuah panggilan masuk dari Sunggyu .
" Yeobeoseyo ? "
" Apa kau berada di rumah . "
" Tentu saja . "
" Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini ? Aku di usir hyungku . "
" Baiklah , aku tunggu . "
Hoya mematikan sambungan telfon itu dan memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur . Ia melihat ke atas plafon rumahnya , ia berfikir tentang masalah yang sedang di hadapi sunggyu dan myungsoo .
" Kenapa mereka bisa bertengkar ? Apa myungsoo berubah secepat ini ? Bukankah dia sangat menyayangi sunggyu , baru kali ini aku mendengar mereka berdua bertengkar . Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada mereka berdua . " Batinnya
Di sisi lain , Myungsoo tengah marah besar pada sunggyu . Ia benar benar membenci sunggyu sekarang . Pasalnya , ia mendapati sebuah foto kemesraan mereka berdua terpampang di meja belajar .
Saking geramnya , myungsoo menghubungi minah dan mencaci makinya lewat telepon .
" Jadi kau memutuskanku gara-gara sunggyu,hah ? Dasar wanita murahan ! Apa kau tidak tahu jika sunggyu itu adik kandungku sendiri . Wanita macam apa kau ! "
" Hahahaha ... Kau yang bodoh , sebelum aku berpacaran denganmu , aku sudah lebih dulu menyukai adikmu . "
" Dasar wanita Gila ! Wanita Jalang ! "
Myungsoo menutup sambungan telfonnya dan melemparkan ponselnya begitu saja
" Hah ! Apa-apa'an bisa-bisanya dia memacari adik kandungku sendiri . Sunggyu , kau juga bodoh ! Kenapa kau mau menjadi kekasih wanita jalang seperti dia . Aish dasar bodoh , tolol ! "
Myungsoo membakar foto yang sedang ia pegang sembari terus mencaci maki adik kandungnya dan minah .
@Hoya's House
" Permisi , Hoya hyung ... " Panggil sunggyu lirih
" Masuklah , aku berada di kamar . "
Sunggyu segera memasuki kamar hoya dengan cepat . Persis di depan pintu kamarnya , masih terpampang foto kedekatan antara hoya dan myungsoo . Sunggyu yang melihat foto itupun merasa senang melihatnya . Ia membuka pintu perlahan dan menyapa hoya yang tengah melamun .
" Annyeong hyung ... "
" Aish , kau mengagetkanku saja . Kemarilah . "
Sunggyu berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tepat di samping hoya .
" Apa masalahmu dengan myungsoo ? " Selidik hoya
" Ini semua tentang MinAh , mantan myungsoo hyung . "
" Jadi mereka sudah putus ? "
" Nde , mereka baru saja putus kemarin sore . "
" Lalu apa hubungannya denganmu ? Kenapa dia bisa marah padamu ? "
" Jadi sebenarnya , MinAh itu selingkuh denganku . Aku tidak tahu jika selama ini mereka pacaran , aku kira mereka hanya sebatas teman dekat . "
" Dasar babo ! Kenapa kau mau berpacaran dengan kekasih hyungmu sendiri . "
" Semua namja yang melihatnya pun pasti tidak akan menolak jika berpacaran dengannya . Hyung tahu kan secantik apa wajah minah ? Lagipula aku tidak tahu jika dia pacar myungsoo hyung . Aku benar benar tidak tahu . "
" Sudahlah , Lupakan . "
" Lalu apa masalahmu dengan myungsoo hyung ?" Kali ini sunggyu yang mulai bertanya pada hoya
Hoya menatap sunggyu tajam .
" Kata siapa ? Aku tidak punya masalah apa-apa dengannya . "
" Hyung jangan berpura-pura seperti itu . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung . Dia sudah menceritakan semuanya padaku . "
" Kau mengenal dongwoo ? "
" Tentu saja aku kenal , dia kan kakak dari teman sekelasku . Aku sering main ke rumahnya . "
" Dia bilang apa saja padamu ? "
" Yah , hyung mulai kepo deh . " Goda sunggyu
" Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku , kau boleh keluar sekarang . "
" Aniyaa , baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu . Tapi hyung jangan mengusirku nde . Promise ? " Sunggyu mengacungkan jari manis nya
" Promise . Kajja katakan . "
" Jadi sebenarnya , ... " Sunggyu menghela nafas panjang
" Kenapa berhenti ? "
" Sebentar hyung , aku mau kentut dulu ... Tutt .."
Aroma busuk mulai menyeruak masuk ke dalam hidung hoya .
" Aish menjijikkan , bau sekali ... " Hoya menutup hidungnya rapat
" Hehehehe , jadi begini hyung ... Sebenarnya , dalang dari semua ini adalah myungsoo hyung . "
" Maksudnya ? Aku tidak mengerti . "
" Ish , hyung babo sekali . Sebenarnya myungsoo hyung yang telah mencabut beasiswamu . "
Hoya langsung terkejut . Matanya melotot seakan ingin copot mendengar ucapan dari sunggyu barusan .
" Apa kau serius dengan ucapanmu ? " Hoya meyakinkan sunggyu lagi
" Aku serius hyung . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung , dia tidak berani mengatakan padamu karena ia di ancam akan di keluarkan dari sekolah . "
" Sebenarnya ada apa dengan myungsoo sekarang ? Kenapa dia begitu membenciku? Apa kau tahu ? "
" Tentu saja aku tahu , dia melakukan ini semua karena MinAh , ternyata diam diam minah juga mencintaimu hyung . Dia tidak mau melihat minah mendekatimu . Makanya dia melakukan hal apa saja agar kau meninggalkan sekolah itu . Ternyata minah benar-benar wanita murahan ya Hyung , semua namja disukainya."
" Ternyata dia sekejam itu padaku . Aku masih tidak percaya dengan apa yang telah ia perbuat padaku . Hanya karena minah , dia tega mengeluarkanku dari sekolah . Sebenarnya apa arti persahabatanku dengannya ? "
" Bersabarlah hyung , tenangkanlah hatimu . Aku yakin myungsoo hyung pasti akan kembali padamu . Dia begini karena , ia baru saja merasakan arti cinta pertama . Hyung mengerti ucapanku kan ? "
Hoya mengangguk .
" Sudahlah , aku tidur dulu hyung . Bibirku seakan sudah berbusa sejak tadi bicara terus . Selamat malam hyung . " Sunggyu meraih selimutnya dan mulai memejamkan matanya
Hoya mematikan lampu kamarnya dan memilih tidur membelakangi sunggyu .
####
Pagi yang begitu dingin di terjang oleh hoya begitu saja . Ia mengendarai sepeda miliknya menuju ke rumah Dongwoo . Ia ingin memastikan apakah ucapan sunggyu tadi malam benar atau tidak .
Hoya sengaja datang pagi pagi karena tidak ingin ketahuan oleh myungsoo . Pasalnya , kurang satu jam lagi myungsoo pasti akan tiba di halte dekat rumah dongwoo . Maka dari itu ia harus lebih sigap agar tidak ketahuan oleh myungsoo .
Ia terus mengayuh sepedanya dengan cepat , tak peduli gundukan gundukan salju yang ada di sekelilingnya .
@Dongwoo House
Dengan tangan yang gemetaran , Hoya memencet bel rumah dongwoo perlahan .
" Permisi ... "
Tak ada jawaban apapun . Rumahnya pun terlihat sepi , seperti tidak berpenghuni .
" Permisi , Dongwoo apakah kau di dalam ? " Teriak Hoya
Namun masih tidak ada jawaban . Ia pun membalikkan badannya dan mendapati Myungsoo sedang duduk di halte . Mereka berdua saling bertatap muka , namun tanpa menyapa satu sama lain .
" Ternyata dugaanku salah , dia berangkat lebih pagi . " Batin Hoya
Hoya ingin sekali pergi dari rumah dongwoo . Namun perasaan tidak enak muncul di hati kecilnya . Tiba tiba saja perasaannya mulai kacau , hatinya seakan sedang di tusuk tusuk ribuan duri . Hoya terus memegang dadanya yang sesak . Ia tidak tahu apa arti dari semua ini . Ia pun merintih kesakitan sembari terus memegang dadanya , ia menggigit bibir bawahnya karena sudah tidak mampu menahan rasa sesak yang ada . Myungsoo yang melihat hanya membiarkannya . Ia kembali memandang lurus ke arah jalan tanpa memperdulikan hoya yang sedang kesakitan . Dengan langkah tertatih , hoya berjalan ke arah myungsoo sembari memegang sepedanya untuk meminta bantuan .
Di ujung jalan , tepat menghadap ke arah myungsoo , Woohyun dan sunggyeol tengah mengincarnya . Mereka ingin sekali membunuh myungsoo yang telah menghina Minah . Mereka sudah tahu semuanya dari mulut manis MinAh .
" Kita harus secepatnya menghabisi dia . Jangan biarkan dia hidup . " Ucap Sunggyeol yang sudah bersiap dengan pedal gas yang sudah di injaknya
" Apa kau benar benar akan menghabisi myungsoo ? " Tanya Woohyun yang merasa ketakutan
" Tentu saja . Kenapa ? Apa kau takut ? "
" Tentu saja tidak . Aku tidak takut apapun . "
" Bersiaplah , aku akan membunuhnya sekarang juga . " Sunggyeol menyeringai pada woohyun
Pedal Gas sudah di injaknya , ia sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh . Mobil ferrari merah itu mulai memasuki kawasan jalan raya yang masih sepi , dengan secepat kilat mobil itu langsung menabrak Hoya yang tengah berjalan di depan myungsoo .
Bruaaakkk !!!
Sepeda Hoya terlempar mengenai sisi belakang mobil Sunggyeol . Mereka ketakutan karena sasarannya kali ini meleset . Tanpa basa basi mereka berduapun langsung pergi meninggalkan Hoya yang tengah terluka parah .
" Bodoh , kau bodoh sekali . Kenapa kau malah membunuh hoya , bukannya myungsoo . " Kesal Woohyun
" Kau juga bodoh . Kenapa kau tidak bilang jika hoya tadi sedang mendekat ke arah myungsoo . "
Semuanya terdiam . Suasana mobil menjadi sepi tanpa adanya pembicaraan antara woohyun dan sunggyeol .
Myungsoo menghubungi ambulan secepatnya , ia seakan ingin menumpahkan air matanya . Namun rasa gengsi yang masih menyelimuti hatinya membuatnya memutuskan untuk tidak menangis . Ia hanya bisa meratapi nasib buruk yang sedang menimpa hoya .
Setibanya di tempat kejadian , tubuh hoya langsung dimasukkan ke dalam ambulan dan langsung membawanya ke rumah sakit . Sedangkan myungsoo tengah di periksa polisi di kantor . Ia menceritakan semua yang dilihatnya , mulai dari siapa pelaku yang dengan sengaja menabrak hoya hingga mobil yang di gunakannya . Setelah selesai dengan proses interogasi , myungsoo segera pergi ke rumah sakit tempat hoya di opname .
Ia menghubungi sunggyu yang masih tertidur di rumah Hoya . Ia memberitahu sunggyu agar cepat datang kesini dengan membawa sedikit uang untuk proses administrasi . Myungsoo sengaja tidak memberitahukan ibu hoya karena ia tahu betul ibu hoya mempunyai penyakit jantung .
Sunggyu keluar dari rumah hoya tanpa berpamitan dengan ibunya . Ia segera mengenakan jaket tebalnya dan bergegas menyusul hyungnya .
" Dokter , apa teman saya baik baik saja sekarang ? " Tanya myungsoo khawatir
" Dia baik baik saja . Tapi tulang kakinya patah dan harus di gips untuk sementara waktu . "
" Kata dokter dia baik baik saja , Τapi kenapa ada bagian tubuhnya yang terluka . " Omel myungsoo
" Tapi temanmu kelak bisa berjalan dengan normal kembali . Kau tenang saja , berdoalah yang terbaik baginya . " Dokter menepuk pundak myungsoo dan berlalu pergi begitu saja
Myungsoo yang masih tidak di perbolehkan masuk ruang ICU itupun hanya bisa menunggu di ruang tunggu . Hatinya merasa menyesal karena sudah menyianyiakan sahabat terbaiknya . Ia mulai meng introspeksi dirinya sendiri , mengingat kembali hal apa saja yang membuatnya membenci hoya seperti ini .
" MinAh . " Gumamnya
MinAh adalah penyebab semua ini . Dulu sebelum MinAh hadir di kehidupan myungsoo , hubungannya dengan hoya baik baik saja . Namun setelah MinAh datang dan menghiasi hari harinya , ia malah membiarkan hoya begitu saja . Apalagi setelah ia mengetahui jika minah sebenarnya juga mencintai hoya . Mulai dari situlah , persahabatannya mulai retak . Ia mulai menyesal , selama ini ia memang egois , ia lebih memilih seorang yeoja yang sudah menyakitinya dan meninggalkan sahabat yang menyayanginya . Tanpa Woohyun dan Sunggyeol mungkin dia tidak akan membenci hoya seperti ini . Karena , ia tahu minah mencintai hoya dari kedua mulut mereka . Mulut yang hanya bisa membuat gosip dan menjelek jelekan orang lain .
" Myungsoo hyung ... " Panggil sunggyu terengah engah
Myungsoo melihat adiknya sekilas , raut mukanya berubah seketika sa'at melihat sunggyu membawa amplop besar yang berisi uang .
" Duduklah ... "
" Dimana hoya hyung ? Apa dia baik baik saja ? "
" Nde , dia baik . "
" Syukurlah kalau begitu . "
Suasana kembali hening . Myungsoo melirik ke arah sunggyu yang asik dengan ponselnya .
" Sunggyu ... " Panggilnya lirih
Sunggyu menoleh ke arah hyungnya dengan tampang watadosnya .
" Hyung minta ma'af karena telah mengusirmu dari rumah . Hyung sadar , hyung salah padamu . Mianhae ... "
Sunggyu tersenyum manis pada hyungnya . Ia merasa lega karena hyung nya sudah mema'afkan kesalahan yang telah ia perbuat .
" Aku juga minta ma'af padamu hyung . Kita sama sama salah . Hyung mau kann ma'afin aku?"
" Tentu saja dongsaengku , hyung mema'afkanmu . " Hoya memeluk tubuh sunggyu dengan penuh kasih sayang . Sunggyu pun membalas pelukan dari hyungnya tersebut .
Setelah menunggu sekitar 3 jam , akhirnya myungsoo dan sunggyu di persilahkan masuk oleh salah seorang dokter . Sebelum masuk ke dalam ruang ICU , myungsoo dan sunggyu di haruskan untuk memakai baju khusus . Mereka memasuki ruang ICU dengan berhati-hati , sunggyu yang tidak sengaja melihat salah seorang pasien yang tengah sekarat pun langsung bergidik ngeri . Ia memilih berlindung di belakang tubuh hyungnya .
Myungsoo membuka gorden yang menutupi ruangan hoya . Ia memandang hoya yang masih tertidur lelap .
" Sepertinya kita harus keluar lagi , hoya sedang tertidur . " Bisiknya pada sunggyu
" Baiklah hyung . Kita kesini besok saja . Lagi pula hari ini aku ada urusan dengan dongwoo . "
" Kau mengenal dongwoo ? " Tanya myungsoo terkejut
" Iya . Memangnya kenapa hyung ? " Tanya sunggyu balik . Sebenarnya sunggyu telah mengetahui akal bulus hyungnya dari dongwoo , tp ia berusaha menyembunyikannya dan menganggap semuanya baik-baik saja .
" Ah aniya , kau boleh pergi sekarang . "
" Baiklah hyung , aku pergi dulu. "
Myungsoo terlihat ketakutan dengan ucapan sunggyu tadi . Ia memegang kepalanya dan berjalan mondar mandir di depan kamar hoya . Ia takut jika hoya telah mengetahui semuanya dari sunggyu .
" Ooh God , apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Myungsoo menggigit kuku nya dan memandang ke arah Hoya
" Aku harus tenang . Aku tidak boleh terlihat gugup seperti ini . " Myungsoo menghela nafas panjang . Ia memilih duduk di kursi yang ada di samping hoya .
" Dorawajwo , I want u back back back back back ... " Myungsoo menyanyikan lagu favoritnya pada hoya . Perlahan ia meraih tangan hoya dan menggenggamnya erat
*Backsound Back*
" Can you save me?"
Myungsoo mengakhiri nyanyiannya dengan air mata yang mengalir .
" Apa kau menangis ? " Tanya hoya yang tiba tiba saja sudah membuka kedua matanya
" Kau sudah bangun ? " Jawab myungsoo sembari menghapus air matanya
Hoya mengangguk . Mukanya masih terlihat pucat pasi karena baru tersadar .
" Mianhae , " myungsoo tertunduk
Hoya masih memandang myungsoo tanpa ekspresi . Tangannya masih terikat dengan tangan myungsoo .
" Untuk kali ini aku tidak bisa mema'afkanmu ." Hoya melepaskan tangannya dari genggaman myungsoo . Ia memalingkan wajahnya karena kecewa dengan myungsoo
" Apa yang kau ucapkan barusan ? Kenapa kau tidak mau mema'afkanku ? "
Hoya terdiam . Ia menahan air mata yang seakan ingin keluar .
" Jawab aku hoya , why ? "
Hoya menghela nafas panjang . Wajahnya mulai menatap myungsoo kembali .
" Apa kau tahu , apa yang sudah kau lakukan padaku ?" Bentak hoya dengan mata berkaca-kaca
" Aku tahu . Aku memang salah , ma'afkan aku ."
" Apa kau juga tahu , gara-gara kau hidupku jadi begini . "
" Ma'afkan aku hoya , ma'afkan aku . " Myungsoo tak kuasa menahan air matanya begitu saja . Ia tahu selama ini dia yang sudah membuat hoya seperti ini . Dia yang sudah mengeluarkan hoya dari sekolah , dia juga yang telah membuat hoya di bully habis habisan oleh woohyun dan sunggyeol .
" Pergilah ... Aku ingin sendiri , aku tidak pernah membencimu . Suatu sa'at nanti , aku pasti akan menemuimu lagi . " Pungkasnya
" Tapii ..... "
" Silahkan pergi , pintu keluar ada di sebelah sana ... " Hoya mempersilahkan myungsoo untuk segera keluar
Dengan berat hati , myungsoo meninggalkan hoya yang sudah mengusirnya mentah-mentah .
" HuHuHuHu .... "
Tangisnya mulai pecah sesaat setelah myungsoo keluar dari kamarnya . Ia benar benar tidak sanggup menahan beban yang begitu besar kali ini .
" Ma'afkan aku myungsoo , aku masih terluka atas perbuatanmu . Aku butuh waktu untuk memulihkan semua ini , " ucapnya sambil sesenggukan
Ia meraih ponselnya dan memutar lagu yang baru saja di nyanyikan oleh myungsoo .
*Now Playing-Back*
Hoya berusaha memejamkan kedua matanya berharap hatinya akan sedikit lebih tenang .
######
25 Desember ,
Natal kali ini terasa sangat sepi dan terkesan biasa saja . Pasalnya , setelah kejadian beberapa minggu yang lalu , Hoya masih belum menemui myungsoo sama sekali . Entah sampai kapan mereka berdua akan saling membenci seperti ini . Yang pasti , mereka berdua menunggu sebuah keajaiban yang kelak akan menyatukan persahabatan mereka lagi .
Sedangkan MinAh , woohyun dan Sunggyeol , mereka bertiga tengah terseret kasus penggunaan obat terlarang . Sampai sa'at ini , mereka bertiga memang masih berbuat onar . Mereka bertiga mulai dekat setelah minah memutuskan myungsoo . Pada sa'at itu , MinAh sedang berada di bar sendirian dan di susul oleh woohyun dan sunggyeol . Mereka berdua mendekati minah dan mengintrogasinya secara tidak langsung . Dan mulai dari situlah mereka akrab dan memutuskan untuk menjadi seorang sahabat .
Seorang Namja yang sedang mengenakan tongkat untuk menopang kakinya , berjalan perlahan menuju sebuah gereja . Tentu saja dia akan melakukan ibadah karena kali ini adalah hari natal . Ia di temani seorang ibu paruh baya yang ada di sampingnya . Mereka berdua memasuki gereja secara perlahan . Mengingat keadaan kaki seperti itu yang tidak mungkin berjalan seperti biasanya . Mereka mulai membaca al kitabnya sembari berdoa pada tuhan yang mereka sembah .
***skipp***
Hoya menghentikan langkahnya setelah ia melihat Myungsoo memasuki gereja dengan sunggyu .
" Eomma pulang saja duluan . Aku akan menemui myungsoo . " Pintanya
" Baiklah , jaga dirimu baik-baik ." Ibu melayangkan sebuah ciuman di kening hoya
" Hati-hati eomma . "
" Kau juga sayang ... "
Hoya berbalik arah dan berjalan menuju ke mobil Myungsoo . Ia sengaja memalingkan wajahnya agar myungsoo tidak mengetahui jika dirinya tengah berada disini juga .
Setelah menunggu sekitar 15 menit , myungsoo dan sunggyu keluar dari gereja dengan raut muka yang terlihat cerah . Mereka berdua berjalan mendekat ke mobil , namun tiba-tiba myungsoo menghentikan langkahnya . Sepertinya ia tahu siapa namja yang tengah berdiri di depan mobilnya . Hoya yang merasa myungsoo telah mengetahui keberadaannya pun membalikkan badannya . Kini mereka saling berhadapan satu sama lain .
" Kyaaa .... Itu Hoya Hyung ... " Teriak Sunggyu
Ia berlari ke arah Hoya dan langsung memeluknya .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah sembuh . " Panggil Sunggyu
Namun Myungsoo masih terdiam dan tak bergeming sama sekali . Ia seperti patung es yang berdiri kokoh di depan gereja .
" Dorawajwo , I want u back back back back. back , Back back back back back ,
Neowa nae gieok nareul sigane matgyeo duji ma"
Hoya melantunkan lagu back dengan penuh penghayatan . Ia telah siap mema'afkan dan kembali lagi pada myungsoo .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah mema'afkanmu . " Teriak sunggyu lagi
Myungsoo mengeluarkan air mata sesa'at setelah mendengar lantunan lagu yang telah di nyanyikan Hoya . Ia segera mendekat ke arah sahabat tercintanya dan memeluknya erat . Tangisnya pun pecah sa'at ia berada di pelukan hangat hoya .
Author. : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Genre. : Drama , Friendship
Cast. : Hoya , Myungsoo , MinAh , Dongwoo , Sunggyu , Sunggyeol , Woohyun , Sungjong
Rating. : PG 13+
Length. : Oneshoot
Butiran butiran salju mulai turun secara perlahan . membuat seorang namja yang sedang menunggu bus kedinginan karena ia tidak membawa mantel . Namja yang tengah duduk seorang diri itu menatap kosong ke arah jalan . Matanya tersirat segudang masalah yang sedang ia pendam . Entah apa yang sedang hoya pikirkan sekarang . Yang pasti , ia hanya terdiam tanpa sepatah katapun yang ia ucapkan .
Bus yang ia tunggu akhirnya datang , hoya bergegas masuk dan memilih tempat duduk paling belakang . Raut mukanya tak berubah sama sekali , ia masih murung dan terlihat sangat sedih . Ia menatap ke arah luar sembari menyandarkan kepalanya di jendela .
@KoreanNationalHighSchool
Hoya berlari ke arah namja yang tengah bersama dengan seorang gadis . Namja itu adalah sahabat terbaiknya , Kim Myungsoo . Ia menghampiri myungsoo karena ingin meminta bantuan padanya .
" Myungsoo , bisakah kau membantuku sekarang? "
" Ma'af . Untuk kali ini aku tidak bisa membantumu ." Jawab myungsoo sedikit ketus
" Τp kan kau belum tahu permintaanku ?"
" Aku tahu . Kau pasti ingin meminjam uang kan? Ma'af , aku tidak punya uang . "
Jleb ! Myungsoo berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan hoya yang masih berdiri kokoh . Ia langsung menarik tubuh minah dengan paksa .
" Dimana myung soo yang dulu , dimana ? " Batinnya
Hoya duduk di kursi tempat myungsoo tadi. Air matanya perlahan menetes , ia menyeka air mata itu dengan jemari mungilnya . Ia benar benar kecewa dengan tingkah myung soo kali ini . Ia merindukan myung soo yang dulu . Bukan myung soo yang sekarang . Akhir-akhir ini myungsoo memang terlihat bersikap aneh padanya . Semenjak ia berpacaran dengan MinAh , ia seakan sudah tidak dibutuhkan lagi . Hal itulah yang membuat hatinya sedih dan kecewa .
" Hey Hoya kau kemana saja , aku mencarimu ." Ucap Dongwoo
" Ada apa kau mencariku ? "
Dong woo menatap hoya lekat .
" Apa kau baru saja menangis ?" Tanya dongwoo
Hoya menggeleng . Ia masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun .
" Kau tidak bisa membohongiku , aku tahu dari matamu yang sembab itu . Kenapa kau menangis ? Apa aku bisa membantumu ? "
Hoya langsung memeluk dongwoo erat . Ia menangis di pundak dongwoo dengan keras . Ia tidak malu lagi jika ia dikatakan banci dan sebagainya . Ia menangis karena punya alasan tersendiri .
" Jika aku menangis apa aku tidak gentle lagi ? " Ucapnya sesenggukan
" Tentu saja tidak , pria juga bsa menangis . Menangis itu untuk meluapkan emosi kita , kau menangis pasti punya alasan tersendiri kan?. " Dongwoo menepuk punggung Hoya
" Menangislah , luapkan semua uneg-uneg yang ada di hatimu . Aku siap menjadi sandaranmu Hoya . " Ucap dongwoo lagi
" Gomawo dongwoo , aku tidak tahu harus dengan siapa aku begini . Hanya kamu satu-satunya orang yang care denganku . "
Dongwoo melepas pelukan dari hoya . Ia menatap hoya sembari tersenyum manis . Ia pun menyodorkan sebuah tissue pada hoya .
" Ini , ambilah . Hapus airmatamu , kau sudah di tunggu di ruang guru . Jika ada apa-apa , panggilah aku . Aku siap membantumu . "
" Gomawo , baiklah aku pergi dulu . "
@Ruang Guru
" Permisi ... Apa seongsaengnim mencari saya ?"
" Nde , duduklah . "
Hoya mendudukkan dirinya tepat di depan Sungjong seongsaengnim .
" Apa kau tahu kenapa aku menyuruhmu datang kesini ?" Tanya sungjong dengan death glarenya
" Saya tahu . Ma'afkan saya karena tidak bisa membayar uang sekolah . " Hoya tertunduk
" Dan apakah kau tahu konsekuensinya ?" Kali ini sungjong sedikit menaikkan suaranya
" Jelas aku tahu . Tapi aku tidak mampu untuk melunasinya . Aku tidak punya uang . Ekonomi keluargaku juga tidak baik . Aku minta ma'af , seongsaengnim boleh mengeluarkanku dari sekolah . Aku sudah tidak mampu untuk bersekolah disini . " Pungkas Hoya dan di akhiri dengan tetesan air matanya
Sungjong yang melihat hoya menangis pun sedikit terharu . Ia memberikan sehelai tisu untuk mengusap air matanya .
" Ma'afkan saya karena sedikit kasar padamu . Tapi ini sudah kebijakan sekolah . Aku tidak bisa membantumu . " Sungjong memberikan sebuah amplop pengeluaran dari sekolah pada hoya
Hoya meraih amplop itu dan mengucapkan terima kasih pada sungjong seongsaengnim . Ia membungkukkan badannya dan bergegas keluar dari ruang itu .
@Class
Kelas yang penuh dengan canda dan tawa kini perlahan akan sirna . Beberapa sa'at lagi , salah satu penghuni yang terkenal dengan ke geniusannya , akan pergi . Dia adalah hoya , namja beruntung yang bisa bersekolah disini karena beasiswa . Namun , entah apa yang terjadi tiba-tiba saja beasiswanya di cabut oleh orang yang tidak ia ketahui . Hal inilah yang mengakibatkan ia di keluarkan dari sekolah karena tidak mampu membayar biaya sekolah . Dengan berat hati , ia pun meninggalkan sekolah yang amat ia cintai ini dengan sejuta kenangan manis yang pernah ia buat bersama dengan teman temannya terutama , myung soo .
Hoya merapikan semua barang barang miliknya ke dalam tas . Di sisi lain , myung soo melihat sekilas ke arah hoya dan membiarkannya begitu saja . Hoya yang melihat sahabatnya bersikap seperti itu pun hanya bisa membiarkannya . Setelah rampung merapikan barang barangnya , hoya langsung keluar dari kelas tanpa berpamitan pada myungsoo . Ia benar benar kecewa padanya . Hatinya sakit , mengingat kejadian tadi pagi . Ia merindukan myungsoo yang dulu . Namun sekarang , myungsoo yang dulu hilang seakan di telan bumi .
" Hoya kau mau kemana ? " Tanya Dongwoo yang berpapasan dengannya
" Aku out dari sekolah . " Jawabnya singkat
" Mwo? Apa yang terjadi padamu ? Kenapa kau bisa out dari sekolah ? Dimana myungsoo , kenapa dia tidak ada disampingmu ? " Dongwoo celingukan mencari sosok myungsoo yang biasanya selalu ada pada hoya
" Entahlah , Sekarang tidak ada myungsoo lagi . Dia sudah meninggalkanku , dan memilih seorang gadis . "
" Jadi Rumor itu benar ? "
" Rumor tentang apa ? "
" Rumor tentang keretakan persahabatan mu dengan myungsoo . "
Hoya terkejut . Siapa yang menyebarkan sebuah rumor tentang dirinya .
" Siapa yang bilang seperti itu ? "
" Woohyun dan Sunggyeol . "
" Selalu saja mereka . Kenapa mereka selalu saja menggangguku . "
" Aku mendengar ucapanmu . " Ucap woohyun yang entah dari mana datangnya . Ia di temani sunggyeol membawa sebuah ember berisi air penuh .
" Ini yang kau mau . " Sunggyeol menumpahkan semua isi dari ember tersebut ke tubuh hoya
" Hentikan ! Apa salah hoya pada kalian ? " Dongwoo melemparkan ember itu dan tepat mengenai wajah woohyun
Woo hyun merintih kesakitan karena bibirnya sedikit berdarah .
" Kau jangan ikut campur , dongwoo !" Ancam Sunggyeol
" Aku tanya , kenapa kau melakukan ini pada hoya ? Apa salah dia pada kalian ,hah ? " Bentak dongwoo
" Dia dengan temannya , si myungsoo itu sudah merebut gadis impianku , MinAh . " Bentak Sunggyeol
" Halah , banyak bacot . Pukul saja mereka . " Seru woo hyun
Mereka berempat pun terlibat perkelahian di lobby sekolah . Hingga mengakibatkan ke empat namja tersebut terluka di bagian wajah dan tangannya .
######
" Hoya , bangunlah . Apa kau tidak berangkat sekolah ? "
Teriak ibu hoya dari dapur . Hoya yang sudah setengah sadar itupun menghampiri ibunya dan menceritakan apa yang sudah ia alami kali ini .
" Jadi kau sudah di keluarkan dari sekolah ?" Tanya ibunya yang masih tidak percaya
" Nde eomma . Ma'afkan hoya . " Hoya berlutut sembari menangis di hadapan ibunya . Hati kecilnya memang masih terasa berat harus berhenti bersekolah . Ia masih menunggu suatu keajaiban dari tuhan . Agar ia bisa bersekolah kembali .
" Bangunlah , eomma tahu apa yang kau rasakan sa'at ini . Tp eomma tidak tahu apa yang harus eomma lakukan sekarang . Ma'afkan eomma karena sudah mengecewakanmu , sayang . " Dengan setulus hatinya , ibu hoya memeluk dirinya yang tengah menangis tersedu-sedu . Ibunya pun tak kuasa menahan air matanya , melihat ia menangis seperti itu .
@National High School
" Apa dia sudah di keluarkan dari sini ? "
" Nde , kalau boleh tahu . Kenapa kau mencabut beasiswanya ? "
" Karena , aku tidak suka hubunganku di ganggu dia . "
" Ap yang kau maksud ? "
" MinAh menyukai Hoya . Aku tidak ingin MinAh dekat-dekat dengannya , sekalipun ia sahabatku , aku tidak akan membiarkan itu . "
Myungsoo keluar dari ruang guru dengan puas . Ia berjalan layaknya seorang binatang yang sudah melumpuhkan mangsanya . Dongwoo yang sedari tadi mendengar semua ucapan Myungsoo dan Sungjong seongsaengnim pun hanya bsa geleng geleng kepala . Ia tidak percaya , myungsoo setega ini dengan Hoya . Padahal , ia tahu betul jika myungsoo adalah sahabat terdekat hoya selama ini .
Saking kesalnya dengan myungsoo , dongwoo berjalan membuntutinya dan melemparkan sebuah buku yang sedang ia pegang . Myungsoo berbalik ke arah dongwoo . Ia tersenyum kecut melihat dongwoo yang penuh dengan amarah .
" Apa ? Kau mau apa denganku,hah ? " Bentak myungsoo
" Kau benar-benar iblis ! Kau tega dengan sahabatmu sendiri . "
Dduakk ! Myungsoo memukul wajah dongwoo hingga lebam .
" Shit ! Kau pikir aku takut denganmu . " Dongwoo memegang pipinya yang membiru
" Haha . Manusia tidak berguna . Bulsshit . " Myungsoo mendorong tubuh dongwoo hingga terjatuh ke lantai . Sebelum ia pergi , ia menyempatkan untuk menginjak buku milik Dongwoo hingga rusak .
" Dasar Bajingan ! " Teriak Dongwoo
@Toko Bunga
Dengan tampangnya yang begitu mempesona , toko bunga milik ibunya kebanjiran pembeli . Para pembeli sengaja mampir ke tokonya , karena ingin melihat wajahnya secara dekat .
" Wah , kau benar benar tampan . Apa kau artis ?"Tanya salah seorang gadis yang masih mengenakan seragam sekolah
" Ani , aku anak dari pemilik toko ini . " Balasnya
" Tapi wajahmu benar benar tampan . Bolehkah saya berfoto denganmu ? "
" Tentu saja , Kajja . "
Mereka berdua mengambil foto dengan ekspresi yang cute .
" Gomawo oppa . " Yeoja itu membungkukkan badannya pada hoya
" Cheonmaneyo . "
Ibu hoya yang melihat tokonya kebanjiran pembeli hanya bisa tersenyum puas . Ia benar benar berterima kasih pada hoya , berkat wajah tampannya toko bunga yang biasanya sepi kini berubah menjadi ramai seperti pasar .
" Eomma , aku lelah . Bolehkah aku istirahat sebentar ? " Tanya Hoya
" Istirahatlah , eomma yang akan menggantikanmu . "
" Baiklah eomma , aku istirahat dulu . "
Hoya meraih ponselnya yang sedari tadi tergeletak di atas meja . Ia melihat galeri fotonya dengan myungsoo , semuanya tampan . Ia tersenyum sembari terus menelusuri galerinya hingga ke bawah .
" Kau bilang akan tidur ? " Ucap Eomma yang ada di belakangnya
" Baiklah eomma aku akan tidur . "
Sebelum tidur , ia memasang headset dan mendengarkan sebuah lagu ciptaannya bersama myungsoo .
@Apgujeong
Myungsoo dan MinAh menghabiskan waktu untuk berjalan jalan di kawasan Apgujeong . Mereka berdua sengaja menghabiskan waktu berdua untuk merayakan satu bulan hubungan mereka. Namun disisi lain , MinAh ingin sekali bertemu hoya . Ia pun sengaja bilang pada Myungsoo bahwa ia ingin sekali ke toko bunga . Myungsoo pun mengiyakan permintaan MinAh begitu saja .
Mereka berjalan menuju sebuah jalan setapak yang cukup ramai . Di samping kanan dan kiri terdapat toko toko kecil yang menjual berbagai macam makanan serta accesories .
" Oppa , Kita ke toko bunga itu saja ya ? " MinAh menunjuk ke arah toko milik Hoya
" Kenapa harus yang itu ? Kita ke toko lain saja ya . " Ajak Myungsoo
" Aku ingin yang disana oppa . Disana bunganya bagus bagus dan masih segar . " Rayu MinAh
" Baiklah jika itu maumu . "
Myungsoo berjalan di belakang MinAh . Kali ini ia sengaja membiarkan MinAh untuk berjalan sendirian . Ia masih belum bisa jika bertemu dengan Hoya .
" Bi , bunga mawar merah 1 buket berapa ? " Tanya MinAh sembari memegang sebuket bunga mawar yang ada di depannya .
" 10 Won noona . "
" Semahal itukah ? "
" Nde , soalnya bunga ini baru saya petik dari kebun. "
MinAh bingung apakah ia mau membeli atau tidak . Ia pun bertanya pada Myungsoo yang ada di sampingnya .
" Bagaimana oppa , apa aku harus beli atau tidak ? "
" Terserah kamu saja . " Myungsoo memilih duduk daripada nantinya ketahuan oleh hoya . Ia duduk di kursi yang ada di pojok jendela
Brakk! Ponsel Hoya terjatuh dari genggamannya . Otomatis headset yang sedari tadi ia pakai terputus begitu saja . Lantunan lagu Back pun mulai terdengar dengan nyaring . Myungsoo yang mendengar Lagu itu sontak langsung celingukan mencari ke sumber suara . Ia malu jika ketahuan oleh hoya sedang berada disini .
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Lagu itu terdengar semakin keras , hingga membuat myungsoo merasa sedikit kebingungan . Seketika raut mukanya berubah seperti sedang ketakutan .
" Oppa kau kenapa ? " MinAh terkejut melihat myungsoo bersikap seperti itu
" Kajja kita pulang . " Myungsoo menarik tangan minah dengan paksa
" Lepaskan ! " Bentak minah
" Kenapa kau membentakku seperti itu,hah?"
" Aku tidak suka di perlakukan kasar seperti itu oppa ! Aku tahu kau ingin segera pulang karena kau tidak ingin ketahuan oleh Hoya , iyakan ? "
Plak!
MinAh memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan myungsoo .
" Baiklah , jika ini maumu . Kita sudahi saja hubungan ini . Aku muak denganmu " Pungkas MinAh
" Dasar wanita jalang ! " Myungsoo kembali mengangkat tangannya untuk menampar minah
" Ayoo tampar aku ! Aku memang wanita jalang . "
" Aish . "
Myungsoo memilih pergi dari tempat itu . Daripada berdebat dengan wanita jalang seperti minah .
######
" Dorawajwo , I want you back back back back back , back back back back back "
Hoya melirik ke arah meja belajarnya . Sebuah panggilan masuk dari Sunggyu .
" Yeobeoseyo ? "
" Apa kau berada di rumah . "
" Tentu saja . "
" Bolehkah aku menginap di rumahmu malam ini ? Aku di usir hyungku . "
" Baiklah , aku tunggu . "
Hoya mematikan sambungan telfon itu dan memilih membaringkan tubuhnya di tempat tidur . Ia melihat ke atas plafon rumahnya , ia berfikir tentang masalah yang sedang di hadapi sunggyu dan myungsoo .
" Kenapa mereka bisa bertengkar ? Apa myungsoo berubah secepat ini ? Bukankah dia sangat menyayangi sunggyu , baru kali ini aku mendengar mereka berdua bertengkar . Sebenarnya apa yang sedang terjadi pada mereka berdua . " Batinnya
Di sisi lain , Myungsoo tengah marah besar pada sunggyu . Ia benar benar membenci sunggyu sekarang . Pasalnya , ia mendapati sebuah foto kemesraan mereka berdua terpampang di meja belajar .
Saking geramnya , myungsoo menghubungi minah dan mencaci makinya lewat telepon .
" Jadi kau memutuskanku gara-gara sunggyu,hah ? Dasar wanita murahan ! Apa kau tidak tahu jika sunggyu itu adik kandungku sendiri . Wanita macam apa kau ! "
" Hahahaha ... Kau yang bodoh , sebelum aku berpacaran denganmu , aku sudah lebih dulu menyukai adikmu . "
" Dasar wanita Gila ! Wanita Jalang ! "
Myungsoo menutup sambungan telfonnya dan melemparkan ponselnya begitu saja
" Hah ! Apa-apa'an bisa-bisanya dia memacari adik kandungku sendiri . Sunggyu , kau juga bodoh ! Kenapa kau mau menjadi kekasih wanita jalang seperti dia . Aish dasar bodoh , tolol ! "
Myungsoo membakar foto yang sedang ia pegang sembari terus mencaci maki adik kandungnya dan minah .
@Hoya's House
" Permisi , Hoya hyung ... " Panggil sunggyu lirih
" Masuklah , aku berada di kamar . "
Sunggyu segera memasuki kamar hoya dengan cepat . Persis di depan pintu kamarnya , masih terpampang foto kedekatan antara hoya dan myungsoo . Sunggyu yang melihat foto itupun merasa senang melihatnya . Ia membuka pintu perlahan dan menyapa hoya yang tengah melamun .
" Annyeong hyung ... "
" Aish , kau mengagetkanku saja . Kemarilah . "
Sunggyu berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tepat di samping hoya .
" Apa masalahmu dengan myungsoo ? " Selidik hoya
" Ini semua tentang MinAh , mantan myungsoo hyung . "
" Jadi mereka sudah putus ? "
" Nde , mereka baru saja putus kemarin sore . "
" Lalu apa hubungannya denganmu ? Kenapa dia bisa marah padamu ? "
" Jadi sebenarnya , MinAh itu selingkuh denganku . Aku tidak tahu jika selama ini mereka pacaran , aku kira mereka hanya sebatas teman dekat . "
" Dasar babo ! Kenapa kau mau berpacaran dengan kekasih hyungmu sendiri . "
" Semua namja yang melihatnya pun pasti tidak akan menolak jika berpacaran dengannya . Hyung tahu kan secantik apa wajah minah ? Lagipula aku tidak tahu jika dia pacar myungsoo hyung . Aku benar benar tidak tahu . "
" Sudahlah , Lupakan . "
" Lalu apa masalahmu dengan myungsoo hyung ?" Kali ini sunggyu yang mulai bertanya pada hoya
Hoya menatap sunggyu tajam .
" Kata siapa ? Aku tidak punya masalah apa-apa dengannya . "
" Hyung jangan berpura-pura seperti itu . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung . Dia sudah menceritakan semuanya padaku . "
" Kau mengenal dongwoo ? "
" Tentu saja aku kenal , dia kan kakak dari teman sekelasku . Aku sering main ke rumahnya . "
" Dia bilang apa saja padamu ? "
" Yah , hyung mulai kepo deh . " Goda sunggyu
" Baiklah kalau kau tidak mau memberitahuku , kau boleh keluar sekarang . "
" Aniyaa , baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu . Tapi hyung jangan mengusirku nde . Promise ? " Sunggyu mengacungkan jari manis nya
" Promise . Kajja katakan . "
" Jadi sebenarnya , ... " Sunggyu menghela nafas panjang
" Kenapa berhenti ? "
" Sebentar hyung , aku mau kentut dulu ... Tutt .."
Aroma busuk mulai menyeruak masuk ke dalam hidung hoya .
" Aish menjijikkan , bau sekali ... " Hoya menutup hidungnya rapat
" Hehehehe , jadi begini hyung ... Sebenarnya , dalang dari semua ini adalah myungsoo hyung . "
" Maksudnya ? Aku tidak mengerti . "
" Ish , hyung babo sekali . Sebenarnya myungsoo hyung yang telah mencabut beasiswamu . "
Hoya langsung terkejut . Matanya melotot seakan ingin copot mendengar ucapan dari sunggyu barusan .
" Apa kau serius dengan ucapanmu ? " Hoya meyakinkan sunggyu lagi
" Aku serius hyung . Aku tahu semuanya dari dongwoo hyung , dia tidak berani mengatakan padamu karena ia di ancam akan di keluarkan dari sekolah . "
" Sebenarnya ada apa dengan myungsoo sekarang ? Kenapa dia begitu membenciku? Apa kau tahu ? "
" Tentu saja aku tahu , dia melakukan ini semua karena MinAh , ternyata diam diam minah juga mencintaimu hyung . Dia tidak mau melihat minah mendekatimu . Makanya dia melakukan hal apa saja agar kau meninggalkan sekolah itu . Ternyata minah benar-benar wanita murahan ya Hyung , semua namja disukainya."
" Ternyata dia sekejam itu padaku . Aku masih tidak percaya dengan apa yang telah ia perbuat padaku . Hanya karena minah , dia tega mengeluarkanku dari sekolah . Sebenarnya apa arti persahabatanku dengannya ? "
" Bersabarlah hyung , tenangkanlah hatimu . Aku yakin myungsoo hyung pasti akan kembali padamu . Dia begini karena , ia baru saja merasakan arti cinta pertama . Hyung mengerti ucapanku kan ? "
Hoya mengangguk .
" Sudahlah , aku tidur dulu hyung . Bibirku seakan sudah berbusa sejak tadi bicara terus . Selamat malam hyung . " Sunggyu meraih selimutnya dan mulai memejamkan matanya
Hoya mematikan lampu kamarnya dan memilih tidur membelakangi sunggyu .
####
Pagi yang begitu dingin di terjang oleh hoya begitu saja . Ia mengendarai sepeda miliknya menuju ke rumah Dongwoo . Ia ingin memastikan apakah ucapan sunggyu tadi malam benar atau tidak .
Hoya sengaja datang pagi pagi karena tidak ingin ketahuan oleh myungsoo . Pasalnya , kurang satu jam lagi myungsoo pasti akan tiba di halte dekat rumah dongwoo . Maka dari itu ia harus lebih sigap agar tidak ketahuan oleh myungsoo .
Ia terus mengayuh sepedanya dengan cepat , tak peduli gundukan gundukan salju yang ada di sekelilingnya .
@Dongwoo House
Dengan tangan yang gemetaran , Hoya memencet bel rumah dongwoo perlahan .
" Permisi ... "
Tak ada jawaban apapun . Rumahnya pun terlihat sepi , seperti tidak berpenghuni .
" Permisi , Dongwoo apakah kau di dalam ? " Teriak Hoya
Namun masih tidak ada jawaban . Ia pun membalikkan badannya dan mendapati Myungsoo sedang duduk di halte . Mereka berdua saling bertatap muka , namun tanpa menyapa satu sama lain .
" Ternyata dugaanku salah , dia berangkat lebih pagi . " Batin Hoya
Hoya ingin sekali pergi dari rumah dongwoo . Namun perasaan tidak enak muncul di hati kecilnya . Tiba tiba saja perasaannya mulai kacau , hatinya seakan sedang di tusuk tusuk ribuan duri . Hoya terus memegang dadanya yang sesak . Ia tidak tahu apa arti dari semua ini . Ia pun merintih kesakitan sembari terus memegang dadanya , ia menggigit bibir bawahnya karena sudah tidak mampu menahan rasa sesak yang ada . Myungsoo yang melihat hanya membiarkannya . Ia kembali memandang lurus ke arah jalan tanpa memperdulikan hoya yang sedang kesakitan . Dengan langkah tertatih , hoya berjalan ke arah myungsoo sembari memegang sepedanya untuk meminta bantuan .
Di ujung jalan , tepat menghadap ke arah myungsoo , Woohyun dan sunggyeol tengah mengincarnya . Mereka ingin sekali membunuh myungsoo yang telah menghina Minah . Mereka sudah tahu semuanya dari mulut manis MinAh .
" Kita harus secepatnya menghabisi dia . Jangan biarkan dia hidup . " Ucap Sunggyeol yang sudah bersiap dengan pedal gas yang sudah di injaknya
" Apa kau benar benar akan menghabisi myungsoo ? " Tanya Woohyun yang merasa ketakutan
" Tentu saja . Kenapa ? Apa kau takut ? "
" Tentu saja tidak . Aku tidak takut apapun . "
" Bersiaplah , aku akan membunuhnya sekarang juga . " Sunggyeol menyeringai pada woohyun
Pedal Gas sudah di injaknya , ia sengaja mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh . Mobil ferrari merah itu mulai memasuki kawasan jalan raya yang masih sepi , dengan secepat kilat mobil itu langsung menabrak Hoya yang tengah berjalan di depan myungsoo .
Bruaaakkk !!!
Sepeda Hoya terlempar mengenai sisi belakang mobil Sunggyeol . Mereka ketakutan karena sasarannya kali ini meleset . Tanpa basa basi mereka berduapun langsung pergi meninggalkan Hoya yang tengah terluka parah .
" Bodoh , kau bodoh sekali . Kenapa kau malah membunuh hoya , bukannya myungsoo . " Kesal Woohyun
" Kau juga bodoh . Kenapa kau tidak bilang jika hoya tadi sedang mendekat ke arah myungsoo . "
Semuanya terdiam . Suasana mobil menjadi sepi tanpa adanya pembicaraan antara woohyun dan sunggyeol .
Myungsoo menghubungi ambulan secepatnya , ia seakan ingin menumpahkan air matanya . Namun rasa gengsi yang masih menyelimuti hatinya membuatnya memutuskan untuk tidak menangis . Ia hanya bisa meratapi nasib buruk yang sedang menimpa hoya .
Setibanya di tempat kejadian , tubuh hoya langsung dimasukkan ke dalam ambulan dan langsung membawanya ke rumah sakit . Sedangkan myungsoo tengah di periksa polisi di kantor . Ia menceritakan semua yang dilihatnya , mulai dari siapa pelaku yang dengan sengaja menabrak hoya hingga mobil yang di gunakannya . Setelah selesai dengan proses interogasi , myungsoo segera pergi ke rumah sakit tempat hoya di opname .
Ia menghubungi sunggyu yang masih tertidur di rumah Hoya . Ia memberitahu sunggyu agar cepat datang kesini dengan membawa sedikit uang untuk proses administrasi . Myungsoo sengaja tidak memberitahukan ibu hoya karena ia tahu betul ibu hoya mempunyai penyakit jantung .
Sunggyu keluar dari rumah hoya tanpa berpamitan dengan ibunya . Ia segera mengenakan jaket tebalnya dan bergegas menyusul hyungnya .
" Dokter , apa teman saya baik baik saja sekarang ? " Tanya myungsoo khawatir
" Dia baik baik saja . Tapi tulang kakinya patah dan harus di gips untuk sementara waktu . "
" Kata dokter dia baik baik saja , Τapi kenapa ada bagian tubuhnya yang terluka . " Omel myungsoo
" Tapi temanmu kelak bisa berjalan dengan normal kembali . Kau tenang saja , berdoalah yang terbaik baginya . " Dokter menepuk pundak myungsoo dan berlalu pergi begitu saja
Myungsoo yang masih tidak di perbolehkan masuk ruang ICU itupun hanya bisa menunggu di ruang tunggu . Hatinya merasa menyesal karena sudah menyianyiakan sahabat terbaiknya . Ia mulai meng introspeksi dirinya sendiri , mengingat kembali hal apa saja yang membuatnya membenci hoya seperti ini .
" MinAh . " Gumamnya
MinAh adalah penyebab semua ini . Dulu sebelum MinAh hadir di kehidupan myungsoo , hubungannya dengan hoya baik baik saja . Namun setelah MinAh datang dan menghiasi hari harinya , ia malah membiarkan hoya begitu saja . Apalagi setelah ia mengetahui jika minah sebenarnya juga mencintai hoya . Mulai dari situlah , persahabatannya mulai retak . Ia mulai menyesal , selama ini ia memang egois , ia lebih memilih seorang yeoja yang sudah menyakitinya dan meninggalkan sahabat yang menyayanginya . Tanpa Woohyun dan Sunggyeol mungkin dia tidak akan membenci hoya seperti ini . Karena , ia tahu minah mencintai hoya dari kedua mulut mereka . Mulut yang hanya bisa membuat gosip dan menjelek jelekan orang lain .
" Myungsoo hyung ... " Panggil sunggyu terengah engah
Myungsoo melihat adiknya sekilas , raut mukanya berubah seketika sa'at melihat sunggyu membawa amplop besar yang berisi uang .
" Duduklah ... "
" Dimana hoya hyung ? Apa dia baik baik saja ? "
" Nde , dia baik . "
" Syukurlah kalau begitu . "
Suasana kembali hening . Myungsoo melirik ke arah sunggyu yang asik dengan ponselnya .
" Sunggyu ... " Panggilnya lirih
Sunggyu menoleh ke arah hyungnya dengan tampang watadosnya .
" Hyung minta ma'af karena telah mengusirmu dari rumah . Hyung sadar , hyung salah padamu . Mianhae ... "
Sunggyu tersenyum manis pada hyungnya . Ia merasa lega karena hyung nya sudah mema'afkan kesalahan yang telah ia perbuat .
" Aku juga minta ma'af padamu hyung . Kita sama sama salah . Hyung mau kann ma'afin aku?"
" Tentu saja dongsaengku , hyung mema'afkanmu . " Hoya memeluk tubuh sunggyu dengan penuh kasih sayang . Sunggyu pun membalas pelukan dari hyungnya tersebut .
Setelah menunggu sekitar 3 jam , akhirnya myungsoo dan sunggyu di persilahkan masuk oleh salah seorang dokter . Sebelum masuk ke dalam ruang ICU , myungsoo dan sunggyu di haruskan untuk memakai baju khusus . Mereka memasuki ruang ICU dengan berhati-hati , sunggyu yang tidak sengaja melihat salah seorang pasien yang tengah sekarat pun langsung bergidik ngeri . Ia memilih berlindung di belakang tubuh hyungnya .
Myungsoo membuka gorden yang menutupi ruangan hoya . Ia memandang hoya yang masih tertidur lelap .
" Sepertinya kita harus keluar lagi , hoya sedang tertidur . " Bisiknya pada sunggyu
" Baiklah hyung . Kita kesini besok saja . Lagi pula hari ini aku ada urusan dengan dongwoo . "
" Kau mengenal dongwoo ? " Tanya myungsoo terkejut
" Iya . Memangnya kenapa hyung ? " Tanya sunggyu balik . Sebenarnya sunggyu telah mengetahui akal bulus hyungnya dari dongwoo , tp ia berusaha menyembunyikannya dan menganggap semuanya baik-baik saja .
" Ah aniya , kau boleh pergi sekarang . "
" Baiklah hyung , aku pergi dulu. "
Myungsoo terlihat ketakutan dengan ucapan sunggyu tadi . Ia memegang kepalanya dan berjalan mondar mandir di depan kamar hoya . Ia takut jika hoya telah mengetahui semuanya dari sunggyu .
" Ooh God , apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Myungsoo menggigit kuku nya dan memandang ke arah Hoya
" Aku harus tenang . Aku tidak boleh terlihat gugup seperti ini . " Myungsoo menghela nafas panjang . Ia memilih duduk di kursi yang ada di samping hoya .
" Dorawajwo , I want u back back back back back ... " Myungsoo menyanyikan lagu favoritnya pada hoya . Perlahan ia meraih tangan hoya dan menggenggamnya erat
*Backsound Back*
" Can you save me?"
Myungsoo mengakhiri nyanyiannya dengan air mata yang mengalir .
" Apa kau menangis ? " Tanya hoya yang tiba tiba saja sudah membuka kedua matanya
" Kau sudah bangun ? " Jawab myungsoo sembari menghapus air matanya
Hoya mengangguk . Mukanya masih terlihat pucat pasi karena baru tersadar .
" Mianhae , " myungsoo tertunduk
Hoya masih memandang myungsoo tanpa ekspresi . Tangannya masih terikat dengan tangan myungsoo .
" Untuk kali ini aku tidak bisa mema'afkanmu ." Hoya melepaskan tangannya dari genggaman myungsoo . Ia memalingkan wajahnya karena kecewa dengan myungsoo
" Apa yang kau ucapkan barusan ? Kenapa kau tidak mau mema'afkanku ? "
Hoya terdiam . Ia menahan air mata yang seakan ingin keluar .
" Jawab aku hoya , why ? "
Hoya menghela nafas panjang . Wajahnya mulai menatap myungsoo kembali .
" Apa kau tahu , apa yang sudah kau lakukan padaku ?" Bentak hoya dengan mata berkaca-kaca
" Aku tahu . Aku memang salah , ma'afkan aku ."
" Apa kau juga tahu , gara-gara kau hidupku jadi begini . "
" Ma'afkan aku hoya , ma'afkan aku . " Myungsoo tak kuasa menahan air matanya begitu saja . Ia tahu selama ini dia yang sudah membuat hoya seperti ini . Dia yang sudah mengeluarkan hoya dari sekolah , dia juga yang telah membuat hoya di bully habis habisan oleh woohyun dan sunggyeol .
" Pergilah ... Aku ingin sendiri , aku tidak pernah membencimu . Suatu sa'at nanti , aku pasti akan menemuimu lagi . " Pungkasnya
" Tapii ..... "
" Silahkan pergi , pintu keluar ada di sebelah sana ... " Hoya mempersilahkan myungsoo untuk segera keluar
Dengan berat hati , myungsoo meninggalkan hoya yang sudah mengusirnya mentah-mentah .
" HuHuHuHu .... "
Tangisnya mulai pecah sesaat setelah myungsoo keluar dari kamarnya . Ia benar benar tidak sanggup menahan beban yang begitu besar kali ini .
" Ma'afkan aku myungsoo , aku masih terluka atas perbuatanmu . Aku butuh waktu untuk memulihkan semua ini , " ucapnya sambil sesenggukan
Ia meraih ponselnya dan memutar lagu yang baru saja di nyanyikan oleh myungsoo .
*Now Playing-Back*
Hoya berusaha memejamkan kedua matanya berharap hatinya akan sedikit lebih tenang .
######
25 Desember ,
Natal kali ini terasa sangat sepi dan terkesan biasa saja . Pasalnya , setelah kejadian beberapa minggu yang lalu , Hoya masih belum menemui myungsoo sama sekali . Entah sampai kapan mereka berdua akan saling membenci seperti ini . Yang pasti , mereka berdua menunggu sebuah keajaiban yang kelak akan menyatukan persahabatan mereka lagi .
Sedangkan MinAh , woohyun dan Sunggyeol , mereka bertiga tengah terseret kasus penggunaan obat terlarang . Sampai sa'at ini , mereka bertiga memang masih berbuat onar . Mereka bertiga mulai dekat setelah minah memutuskan myungsoo . Pada sa'at itu , MinAh sedang berada di bar sendirian dan di susul oleh woohyun dan sunggyeol . Mereka berdua mendekati minah dan mengintrogasinya secara tidak langsung . Dan mulai dari situlah mereka akrab dan memutuskan untuk menjadi seorang sahabat .
Seorang Namja yang sedang mengenakan tongkat untuk menopang kakinya , berjalan perlahan menuju sebuah gereja . Tentu saja dia akan melakukan ibadah karena kali ini adalah hari natal . Ia di temani seorang ibu paruh baya yang ada di sampingnya . Mereka berdua memasuki gereja secara perlahan . Mengingat keadaan kaki seperti itu yang tidak mungkin berjalan seperti biasanya . Mereka mulai membaca al kitabnya sembari berdoa pada tuhan yang mereka sembah .
***skipp***
Hoya menghentikan langkahnya setelah ia melihat Myungsoo memasuki gereja dengan sunggyu .
" Eomma pulang saja duluan . Aku akan menemui myungsoo . " Pintanya
" Baiklah , jaga dirimu baik-baik ." Ibu melayangkan sebuah ciuman di kening hoya
" Hati-hati eomma . "
" Kau juga sayang ... "
Hoya berbalik arah dan berjalan menuju ke mobil Myungsoo . Ia sengaja memalingkan wajahnya agar myungsoo tidak mengetahui jika dirinya tengah berada disini juga .
Setelah menunggu sekitar 15 menit , myungsoo dan sunggyu keluar dari gereja dengan raut muka yang terlihat cerah . Mereka berdua berjalan mendekat ke mobil , namun tiba-tiba myungsoo menghentikan langkahnya . Sepertinya ia tahu siapa namja yang tengah berdiri di depan mobilnya . Hoya yang merasa myungsoo telah mengetahui keberadaannya pun membalikkan badannya . Kini mereka saling berhadapan satu sama lain .
" Kyaaa .... Itu Hoya Hyung ... " Teriak Sunggyu
Ia berlari ke arah Hoya dan langsung memeluknya .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah sembuh . " Panggil Sunggyu
Namun Myungsoo masih terdiam dan tak bergeming sama sekali . Ia seperti patung es yang berdiri kokoh di depan gereja .
" Dorawajwo , I want u back back back back. back , Back back back back back ,
Neowa nae gieok nareul sigane matgyeo duji ma"
Hoya melantunkan lagu back dengan penuh penghayatan . Ia telah siap mema'afkan dan kembali lagi pada myungsoo .
" Hyung kemarilah , Hoya hyung sudah mema'afkanmu . " Teriak sunggyu lagi
Myungsoo mengeluarkan air mata sesa'at setelah mendengar lantunan lagu yang telah di nyanyikan Hoya . Ia segera mendekat ke arah sahabat tercintanya dan memeluknya erat . Tangisnya pun pecah sa'at ia berada di pelukan hangat hoya .
(FANFICTION) The Tree Of My Life
Tittle : The Tree Of My Life
Cast :
- Jeje
- Min Ji
- Ren
- Nara
- Other cast
Genre : Romance , Drama
Lenght : Oneshoot
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Summary : Ketika cinta sejati di uji dengan sebuah perpisahan :')
'' Chagi ,Sesulit apapun cobaan yang tuhan berikan pada kita , aku ingin melewatinya bersamamu. Hanya bersamamu . . . '' Ucap Jeje lembut
Hari ini , tepat di penghujung tahun 2014 . Kedua orang tua Min Ji pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya . Kedua orang tuanya meninggal akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan indonesia . Betapa sakit dan terpukulnya hati Min Ji sekarang. Bagaimana tidak , Sekarang Ia hidup seorang diri di ibu kota korea yaitu seoul , Tak ada saudara ataupun kerabat yang tinggal disini . Ia hanyalah seorang imigran gelap yang meninggalkan tempat kelahirannya demi meraih sebuah angan dan cita-cita . Dulunya , Kedua orang tuanya adalah pedagang kecil Yang selalu berpindah-pindah tempat untuk berjualan.
'' Aku akan selalu menemanimu hingga maut menjemputku . '' Ucap Jeje untuk kedua kalinya Ia mengusap air mata min ji yang terus mengalir.
'' aku sudah tidak tahan lagi . Ini seperti mimpi buruk bagiku . '' Celoteh min ji
'' Ini Bukanlah mimpi buruk , ini kenyataan pahit yang harus kau terima chagiya. ''
'' Tuhan tidak adil ! Kenapa dia selalu memberikanku cobaan sebesar ini ? Apa tidak cukup dengan kematian dongsaengku ? ''
'' Chagiya , kau tidak boleh berbicara seperti itu. Tenang ya . . . '' Jeje memeluk tubuh min ji erat Ia tidak ingin melihat kekasihnya berbicara yang aneh di acara pemakaman seperti ini .
'' Noona , kedua orang tua anda akan segera di kremasi sekarang . Kumohon anda sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini . '' ucap salah seorang pendeta
'' Ani . . . Aniya !!! Appa , eomma , jangan tinggalkan min ji sendirian disini . Min ji tidak punya siapa-siapa lagi eomma , appa . Bangunlah , temani min ji . . . '' teriak min ji dan langsung berlari ke arah peti mati kedua orang tuanya
'' Mianhae noona , anda harus kembali duduk. ''
'' Ani ! aku ingin disini . . . Aku tidak akan pergi.''
'' Chagiya . . . Kemarilah . '' Jeje berdiri tepat di belakang Min Ji . Ia mengulurkan tangan kanannya pada min ji
'' Aku tidak akan pergi . '' teriak min ji
'' Dengarkan aku , biarkanlah kedua orang tuamu beristirahat dengan tenang .''
'' Memang apa urusanmu ? Mereka kedua orang tuaku. Aku membutuhkan mereka , bukan kau.''
Jleb! Ucapan kasar yang baru saja di lontarkan min ji membuat hati jeje seakan tersayat pisau tajam . Perlahan , ia mulai meneteskan air matanya . Ia tidak tahan lagi dengan ucapan min ji barusan .
'' Baiklah aku akan pergi . '' Jeje membalikkan tubuhnya
'' Pergilah .'' usir min ji kasar
Jeje keluar dari gereja dengan air mata yang terus menetes . Sedangkan min ji , ia tidak memperdulikan jeje dan masih memandangi wajah kedua orang tuanya . Ia sama sekali tidak mau pergi meskipun sudah di tarik oleh pendeta yang akan mengkremasi jenazah kedua orang tuanya .
----000----
Suasana duka masih menyelimuti hati min ji . Meski kedua orang tuanya sudah berpulang 3 hari yang lalu , namun ia masih berlarut dalam kesedihan . Ia juga tidak mau makan dan tidak mau menemui jeje , yang ada dihatinya sekarang hanyalah ingin bertemu dengan kedua orang tuanya .
'' Dear , aku masih berduka atas kematian eomma dan appa . Aku berfikir jika tuhan tidak adil bagiku , aku selalu saja diberikan cobaan yang membuat hatiku terluka . Aku sudah tidak kuat dengan semua ini . Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi . Tapi aku masih bersyukur karena jeje masih ada buatku , meski aku sering kali memarahinya dia tetap berada di sampingku . Saranghae jeje oppa . ''
Min Ji menutup diary Pink nya setelah menyelesaikan tulisannya . Ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur , matanya memandang foto kedua orang tuanya yang masih terpampang jelas di sudut kamarnya .
'' Eomma , Appa . . . '' ucapnya lirih
Tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk di ponselnya .
'' Ren . '' ucapnya
'' Yeobeoseyo . . . ''
'' Aku dengar kedua orang tuamu kecelakaan , aku turut berduka cita noona . ''
'' Nde , gomawo oppa . ''
'' sekarang kau tinggal dengan siapa noona ?''
'' aku sekarang tinggal sendiri.''
'' Bolehkah aku menemanimu ? aku bosan dengan kehidupan di sini .''
'' Baiklah , datang saja kemari . ''
'' Oke , aku akan segera meluncur kesana . See you noona . ''
'' See you . ''
Min Ji mengakhiri obrolannya dengan Ren . Dialah teman masa kecilnya yang tinggal di mokpo . Kota yang jauh dari hiburan dan tergolong masih kuno . Pantas saja jika ren bosan tinggal disana.
Kring...Kring...
Suara bel sepeda terdengar begitu nyaring di telinga min ji . Ia tahu persis siapa orang yang membunyikan bel itu . Dengan secepat kilat , ia keluar dari kamarnya dan menemui pemilik sepeda tersebut .
'' Oppa . . . '' Teriak Min Ji seraya memeluk tubuh kekasihnya
'' Bogoshipeo oppa , Chu~ '' Min Ji melayangkan ciuman manisnya di bibir jeje
'' Nado bogoshipeo chagiya . '' Jeje mencubit kedua pipi min ji saking gemasnya
'' Sakit . . . '' Min Ji mengusap kedua pipinya yang memerah
'' Sudah berapa lama aku tidak memelukmu seperti ini? ''
'' Entahlah , aku lupa oppa.''
'' Mau ikut denganku sekarang?'' ajak jeje
'' Kemana oppa ?''
'' Ke tempat biasanya . ''
'' Kajja . . . ''
Mereka berdua bergegas pergi ke suatu tempat yang bersejarah baginya . Tempat dimana mereka pertama kali bertemu dan akhirnya memutuskan berpacaran di tempat itu juga .
Selama perjalanan menuju nami island , Jeje dan Min Ji terlihat sangat bahagia . Mereka seringkali tertawa terbahak-bahak hingga tak sadar mereka sedang di perhatikan banyak orang . Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.
-SKIP-
'' Tempat ini masih sama seperti 3 tahun yang lalu . '' Ucap Min Ji
'' Nde . . . ''
Jeje memegang erat tangan min ji dan mengajaknya ke sebuah pohon yang bersejarah baginya . Pohon yang masih berdiri kokoh di tepi laut itu mengingatkannya pada sa'at pertama kali bertemu . Banyak kenangan yang mereka ukir di bawah pohon yang mereka juluki sebagai pohon pembawa cinta . Tak banyak orang yang tahu keberadaan pohon tersebut , karena letaknya yang memang sangat terpencil dan jauh dari keramaian nami island .
-FLASHBACK-
Sa'at itu , Min Ji sedang meneliti sebuah pohon sebagai tugas akhir dari proposalnya . Di pohon besar itu juga , sosok namja berpostur tinggi sedang mengeluarkan sesuatu dari balik celananya.
'' Kyaaaa . . . . . Kau yadong ! '' teriak min ji histeris .
'' Hey~ siapa kau ! Kau mengintipku ya . '' jawab jeje terkejut
'' Hahaha . . . Aish kau ini , pipis sembarangan.'' ledek min ji
'' Ssstt . . . Jangan keras-keras , aku malu .''
'' Hahaha . . . Ada orang yadong disini.'' teriak min ji
'' Ssstt . . . '' jeje langsung menutup mulut min ji dengan tangannya .
'' Ungh. . . Lepaskan aku! Babo,ya!'' Min Ji menjitak kepala jeje keras
'' Auh . . . Kau ini , rasakan ini . '' Jeje langsung mencium bibir min ji dengan agresif . Ia tidak peduli jika mereka baru saja bertemu dan belum mengenal satu sama lain .
'' uh , lepaskan!'' min ji mendorong tubuh jeje hingga tersungkur ke tanah
'' Cih! Namja yadong .'' Min Ji langsung memungut buku dan pulpennya yang terjatuh dan langsung pergi meninggalkan jeje .
'' hey~ namamu siapa? Aku Jeje .'' teriaknya
Min Ji tidak memperdulikan ucapan jeje barusan . Namun dalam hatinya , ia senang bisa bertemu namja setampan dan seaneh jeje .
'' Yeoja cantik yang menggemaskan . '' ucap jeje
Ia mendudukkan tubuhnya tepat di bawah pohon itu , ia masih memikirkan wajah cantik dari yeoja yang baru saja ia temui .
PLOKK!!!
sebuah name tag terjatuh di sampingnya . Ia mendongkakkan kepalanya ke atas . Betapa terkejutnya dia sa'at orang yang dilihatnya sekarang adalah yeoja yang baru saja ia temui . Ia pun menyunggingkan senyuman manis dan mengambil name tag nya .
'' Park Min Ji . Seoul High School . ''
Min Ji mendudukkan tubuhnya tepat disamping jeje .
'' senang bertemu denganmu je . '' Min Ji mengulurkan tangannya pada jeje
'' Nado noona . ''
Dan dari situlah mereka mulai menghabiskan waktu seharian di bawah pohon pinus . Dan pada hari itu juga , mereka memutuskan untuk berpacaran .
-FLASHBACK OFF-
'' Will You marry Me ? '' Jeje mengeluarkan kotak cincin berwarna merah di hadapan min ji
Min Ji hanya bisa terdiam . Ia spechless dan tidak tahu harus berbicara apa . Namja yang sudah 3 tahun menjadi kekasihnya itu kini tengah mengeluarkan sebuah cincin untuk dirinya .
'' Bagaimana ?'' Tanya Jeje lagi
'' Nde oppa , aku mau . '' Jeje langsung memakaikan cincin ruby itu di jari manis min ji
'' Jika aku mati nanti , jangan pernah lupakan tempat ini chagi . Chu~ ''
'' kenapa oppa bilang seperti itu? Memangnya oppa mau mati sekarang? ''
'' Aku tidak tahu . Kematian adalah rahasia terbesar yang tuhan miliki . ''
'' Oppa jangan bilang seperti itu . '' Min ji langsung memeluk tubuh jeje karena tidak ingin berpisah dengannya.
'' Jangan pernah tinggalin aku oppa , aku sangat menyayangimu... ''
'' Nado chagiya ...''
---000---
Ren Sudah menunggu kepulangan min ji hingga berjam-jam . Ia sudah beberapa kali menghubungi min ji namun tidak ada jawaban sama sekali .
'' Kemana dia? '' Batin Ren
Ia pun memutuskan untuk beristirahat di sofa yang berada di depan rumah min ji . Ia memasang earphone dan mulai memejamkan matanya .
'' Sampai jumpa chagiya . . . '' Ucap Min Ji sembari melambaikan tangannya pada Jeje
Min Ji memasuki rumahnya dengan santai , ia terlihat senang karena sudah bertemu dengan kekasihnya. Namun ia terkejut sa'at melihat seorang namja tengah tertidur ngorok di sofa miliknya.
'' Oh My God , siapa ini .'' ia mulai mendekati namja itu dan mencolek-colek tubuhnya
'' Hoaamm . . . '' Namja itu menggeliat
'' Ren . '' Ucap Min Ji terkejut
'' Oh hey min ji , kau sudah pulang? Aku sudah menunggumu berjam-jam . '' Jawab ren seadanya
'' Kajja masuklah , di luar dingin . ''
'' Baiklah . ''
---000---
Pukul 03.00 Malam
Jeje terbangun dari tidur nyenyaknya . Ia memegang hatinya yang terasa sangat menyakitkan . Perlahan , tangannya mulai meraih gelas berisi air mineral di sampingnya . Ia pun menenggak air mineral itu sampai habis dan tak tersisa .
'' Kenapa hatiku begitu sakit seperti ini?'' batinnya sembari mengelus dadanya
Ia pun kembali untuk memejamkan matanya karena hari masih gelap .
Sedangkan di sisi lain , min ji dan ren tengah asik bercerita hingga mereka tidak sadar jika sekarang sudah jam 3 tepat . Konon , setiap jam 3 malam para hantu mulai keluar dan menghantui manusia yang belum tidur .
'' Aku merasakan hal yang aneh . '' ucap min ji sambil mengelus tengkuknya
'' Haha , pasti hantu . ''
'' sstt . . . Kau tidak boleh seperti itu . ''
'' Kenapa? Apa kau takut dengan hantu?''
Min Ji menggeleng . Ia langsung menarik selimutnya dan bergegas untuk tidur .
-----000-----
Kring...Kring...
Seperti biasa , suara bel sepeda milik jeje mulai terdengar nyaring . Min Ji yang baru saja tidur 3 jam yang lalu pun masih enggan untuk membuka matanya . Ia malah mengambil bantal untuk menutup kedua telinganya dengan rapat .
Kring...kring...
'' Aish , siapa sih yang diluar . '' gumam ren , ia segera turun dari tempat tidurnya untuk menemui jeje
Dibukalah pintu rumah min ji yang berwarna putih itu .
'' Hey kau , kenapa kau berisik sekali di depan rumah orang ! '' Bentak ren
Jeje yang melihat namja tanpa mengenakan kaos itupun langsung shock . Hatinya seketika langsung merasakan sakit Yang amat dalam .
'' Kau siapa?'' Tanya jeje Sembari menahan sakit di dadanya
'' Aku penghuni rumah ini. Sudah sana pergi . '' usir ren se'enaknya
'' Dimana min ji ? ''
'' Dia sedang tidur . Sudah pergilah , aku ingin tidur lagi . '' Ren langsung menutup pintunya dan bergegas tidur lagi
'' Apa min ji berselingkuh dengan namja tersebut . astaga , cobaan apa lagi ini . . . '' Jeje menuntun sepedanya karena tubuhnya begitu lemas dan tak berdaya . Hatinya terasa sakit dan Tak kuasa menahan sedih yang di alaminya pagi ini . Di sepanjang jalan menuju rumahnya , ia hanya bisa berfikir tentang min ji . Dia kecewa karena yeoja yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun menghianatinya seperti ini .
Tut...Tut...
Suara klakson mobil ferrari merah itu menghentikan langkah Jeje . Ia menoleh ke belakang tepat ke arah mobil itu . Keluarlah yeoja berparas cantik dan memiliki tubuh layaknya seorang model , yeoja itu tersenyum manis pada jeje . Perlahan ia mulai mendekat ke arah jeje dan membuka pembicaraan .
'' kau Kim Jeje kan? ''
'' Nde . ''
'' Perkenalkan , aku Jung Nara . ''
'' Nara?'' jeje mengernyitkan dahinya
'' Iya , ayahmu sudah memberitahumu tentang aku kan ? ''
'' Bukankah Kau yeoja yang akan tinggal bersamaku ?''
'' Yaps , aku akan tinggal bersamamu selama magang disini . Kajja masuklah, aku akan mengantarkanmu pulang''
'' tapi sepedaku?''
'' Taruh saja di sini , aku akan menghubungi supirku untuk mengambil sepedamu . Ayo . . ''
'' Baiklah . ''
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
'' Jadi apa yang kau lakukan disini ?'' Tanya nara
'' Aku... '' Jeje tertunduk
'' Kenapa kau sedih? Ma'afkan aku Jika pertanyaanku menyakitimu . ''
'' kau tidak salah. ''
'' lalu kenapa kau bersedih seperti ini ?''
'' Aku hanya . . . '' jeje sudah tidak sanggup meneruskan ucapannya . Kali ini hatinya benar-benar sakit seakan tertusuk ribuan duri . Ia merintih kesakitan hingga membuat nara panik dan akhirnya langsung menghentikan mobilnya Tepat di depan rumah sakit.
'' Je , kau kenapa ? ''
'' I i i ni , sakit . '' jeje memegang hatinya
'' Kajja kita turun , aku akan menggendongmu.''
'' Ti i ii dak usah , aku baik-baik saja .''
'' Kau sedang tidak baik je . '' dengan secepat kilat , nara keluar dari mobilnya untuk meminta pertolongan .
'' suster , suster , tolong saya . Ada pasien di dalam mobil saya . ''
'' Baiklah . ''
Para suster langsung berlarian ke arah mobil nara . tubuh jeje yang sudah tidak sadar pun langsung di angkat ke atas tempat tidur .
Di sisi lain , min ji dan ren masih tertidur pulas . Ia tidak sadar jika malapetaka besar akan menimpanya kali ini .
'' Arrrggghhh . . . . . '' Min ji terbangun dari mimpi buruknya , ia langsung mencari ponselnya untuk menghubungi jeje .
'' Kenapa kau berteriak sekencang itu?'' tanya ren
'' sstt . . . Aku sedang menghubungi seseorang.''
'' Aku tahu , pasti kau sedang menghubungi namja yang memiliki sepeda itukan ? ''
'' Darimana kau tahu?''
'' Tadi pagi dia kesini . Dan aku mengusirnya.''
'' Apa???!!!!''
Min Ji langsung menatap ren dengan tampang sinis . Ia kesal karena namjachingunya sudah di usir oleh temannya sendiri.
Plakk!!!
'' Kau tahu , dia namjachinguku,babo!'' bentak min ji . Ia pun langsung meraih jaketnya dan keluar dari rumahnya.
Beppbeppbepp . . .
Satu panggilan masuk dari jeje , dengan senyum yang mengembang di bibirnya , min ji langsung mengangkat telfon itu .
'' Chagiya . . . Ma'afkan aku .'' ucap min ji sedikit manja
'' Mianhae , benarkah ini Hwang Min Ji ?''
Deg! Mendengar suara seorang yeoja yang menelfonnya membuat min ji langsung berubah menjadi ketus.
'' Nde , kau siapa? Selingkuhannya jeje?'' balas min ji ketus
'' Bukan , aku nara . Aku menelfonmu karena ... '' Nara menghentikan ucapannya
'' Karena apa? '' pekik min ji
'' Karena sekarang kau tidak akan bertemu jeje lagi. Dia sudah tenang di alam sana.''
'' Mwo???!!! Apa yang kau bicarakan padaku,hah!''
'' sabarlah eonni , jeje oppa sudah tiada.''
Bruakk!!!
Ponsel min ji terlepas dari genggamannya . Tubuhnya seketika langsung terkulai lemas di jalan. Air matanya pun tumpah begitu saja. mimpi buruk yang baru saja ia alami akhirnya menjadi kenyataan pahit yang harus ia terima pagi ini .
'' Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkk . . . . . '' teriak min ji histeris , ia pun langsung lari ke rumah jeje tanpa mengenakan alas kaki apapun . Ia tak peduli dengan rasa sakit yang ada di kakinya . Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan sa'at ini . Jauh dari jeje saja ia sudah tidak sanggup apalagi di tinggal pergi dan tidak akan kembali untuk selamanya , Itu yang membuat min ji sudah tidak kuat dan ingin menyusul sang kekasih .
----000----
'' Temui aku di pohon pembawa cinta setiap tanggal 14 di tiap bulannya . Aku akan menemuimu disana. '' Tulis jeje untuk terakhir kalinya , nara yang memberikan sepucuk surat itu pada min ji tak kuasa menahan tangisnya. Ia juga merasakan apa yang sekarang dirasakan oleh min ji . Meski, ia baru saja mengenal min ji dan jeje , tapi hatinya seakan sudah menyatu dengan kuat.
'' Eonni yang sabar nde . '' Nara memeluk tubuh min ji dengan erat
'' Aku tahu inilah takdir yang harus aku terima. Mulai dari kehilangan dongsaengku , appa dan eomma , dan sekarang ... Aku harus kehilangan Orang yang amat aku cintai , hingga akhir hayatnya pun aku masih mencintainya. '' ucap min ji dengan air mata yang terus mengalir
'' tapi aku harus kuat , seberat apapun cobaan yang tuhan berikan kepadaku , itu tandanya tuhan masih menyayangiku .''
Nara tersenyum manis ke arah min ji .
Dari kejauhan , sosok ren muncul dalam pemakaman jeje . Ia membawa sebuket bunga dan sebuah surat kecil yang dipegangnya .
'' Min Ji ... '' Panggil ren lirih
'' Nde oppa .''
'' Ini untukmu .'' ren menyodorkan secarik kertas padanya
'' Apa ini . . . '' Min Ji membuka kertas itu dan membacanya dalam hati
'' Min Ji , ma'afkan aku karena selama ini aku tidak berkata jujur padamu . Aku hanya ingin menemanimu dan tak berniat untuk menyakitimu . Sebenarnya , aku hanyalah sebuah arwah dari Teman masa kecilmu,yaitu ren . Aku sudah meninggal 3 tahun yang lalu , persis di hari jadianmu . Sa'at itu , aku juga berada di nami island , aku sengaja datang kesana karena ingin bertemu denganmu . Aku ingin mengucapkan sesuatu padamu , tapi kau malah bersama dengan jeje , lalu akupun pergi meninggalkanmu . Tapi ternyata , sa'at aku hendak menyeberang jalan , aku tertabrak bus dan akhirnya meninggalkanmu untuk selamanya . Ma'afkan aku min ji , mulai sekarang aku akan menjauh dari hidupmu . Aku sudah tenang karena masih bisa bersamamu meski cuma sebentar . '' Min Ji membaca surat itu dengan air mata yang terus mengalir. Ia tidak percaya jika ren juga sudah meninggal .
'' Ma'afkan aku karena sudah menamparmu tadi pagi . '' ucap min ji
Ren hanya tersenyum manis , perlahan ia pun mulai pergi ke alam asalnya . Ia melambaikan tangannya pada min ji dan mengucapkan selamat tinggal .
'' Reeeennnn .....'' teriak min ji histeris
'' Tuhan , kapan engkau akan memberikanku sebuah kebahagiaan?'' Pekiknya
------END--------
Cast :
- Jeje
- Min Ji
- Ren
- Nara
- Other cast
Genre : Romance , Drama
Lenght : Oneshoot
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Summary : Ketika cinta sejati di uji dengan sebuah perpisahan :')
'' Chagi ,Sesulit apapun cobaan yang tuhan berikan pada kita , aku ingin melewatinya bersamamu. Hanya bersamamu . . . '' Ucap Jeje lembut
Hari ini , tepat di penghujung tahun 2014 . Kedua orang tua Min Ji pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya . Kedua orang tuanya meninggal akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di perairan indonesia . Betapa sakit dan terpukulnya hati Min Ji sekarang. Bagaimana tidak , Sekarang Ia hidup seorang diri di ibu kota korea yaitu seoul , Tak ada saudara ataupun kerabat yang tinggal disini . Ia hanyalah seorang imigran gelap yang meninggalkan tempat kelahirannya demi meraih sebuah angan dan cita-cita . Dulunya , Kedua orang tuanya adalah pedagang kecil Yang selalu berpindah-pindah tempat untuk berjualan.
'' Aku akan selalu menemanimu hingga maut menjemputku . '' Ucap Jeje untuk kedua kalinya Ia mengusap air mata min ji yang terus mengalir.
'' aku sudah tidak tahan lagi . Ini seperti mimpi buruk bagiku . '' Celoteh min ji
'' Ini Bukanlah mimpi buruk , ini kenyataan pahit yang harus kau terima chagiya. ''
'' Tuhan tidak adil ! Kenapa dia selalu memberikanku cobaan sebesar ini ? Apa tidak cukup dengan kematian dongsaengku ? ''
'' Chagiya , kau tidak boleh berbicara seperti itu. Tenang ya . . . '' Jeje memeluk tubuh min ji erat Ia tidak ingin melihat kekasihnya berbicara yang aneh di acara pemakaman seperti ini .
'' Noona , kedua orang tua anda akan segera di kremasi sekarang . Kumohon anda sabar dan tabah dalam menghadapi cobaan ini . '' ucap salah seorang pendeta
'' Ani . . . Aniya !!! Appa , eomma , jangan tinggalkan min ji sendirian disini . Min ji tidak punya siapa-siapa lagi eomma , appa . Bangunlah , temani min ji . . . '' teriak min ji dan langsung berlari ke arah peti mati kedua orang tuanya
'' Mianhae noona , anda harus kembali duduk. ''
'' Ani ! aku ingin disini . . . Aku tidak akan pergi.''
'' Chagiya . . . Kemarilah . '' Jeje berdiri tepat di belakang Min Ji . Ia mengulurkan tangan kanannya pada min ji
'' Aku tidak akan pergi . '' teriak min ji
'' Dengarkan aku , biarkanlah kedua orang tuamu beristirahat dengan tenang .''
'' Memang apa urusanmu ? Mereka kedua orang tuaku. Aku membutuhkan mereka , bukan kau.''
Jleb! Ucapan kasar yang baru saja di lontarkan min ji membuat hati jeje seakan tersayat pisau tajam . Perlahan , ia mulai meneteskan air matanya . Ia tidak tahan lagi dengan ucapan min ji barusan .
'' Baiklah aku akan pergi . '' Jeje membalikkan tubuhnya
'' Pergilah .'' usir min ji kasar
Jeje keluar dari gereja dengan air mata yang terus menetes . Sedangkan min ji , ia tidak memperdulikan jeje dan masih memandangi wajah kedua orang tuanya . Ia sama sekali tidak mau pergi meskipun sudah di tarik oleh pendeta yang akan mengkremasi jenazah kedua orang tuanya .
----000----
Suasana duka masih menyelimuti hati min ji . Meski kedua orang tuanya sudah berpulang 3 hari yang lalu , namun ia masih berlarut dalam kesedihan . Ia juga tidak mau makan dan tidak mau menemui jeje , yang ada dihatinya sekarang hanyalah ingin bertemu dengan kedua orang tuanya .
'' Dear , aku masih berduka atas kematian eomma dan appa . Aku berfikir jika tuhan tidak adil bagiku , aku selalu saja diberikan cobaan yang membuat hatiku terluka . Aku sudah tidak kuat dengan semua ini . Sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi . Tapi aku masih bersyukur karena jeje masih ada buatku , meski aku sering kali memarahinya dia tetap berada di sampingku . Saranghae jeje oppa . ''
Min Ji menutup diary Pink nya setelah menyelesaikan tulisannya . Ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur , matanya memandang foto kedua orang tuanya yang masih terpampang jelas di sudut kamarnya .
'' Eomma , Appa . . . '' ucapnya lirih
Tiba-tiba saja ada sebuah panggilan masuk di ponselnya .
'' Ren . '' ucapnya
'' Yeobeoseyo . . . ''
'' Aku dengar kedua orang tuamu kecelakaan , aku turut berduka cita noona . ''
'' Nde , gomawo oppa . ''
'' sekarang kau tinggal dengan siapa noona ?''
'' aku sekarang tinggal sendiri.''
'' Bolehkah aku menemanimu ? aku bosan dengan kehidupan di sini .''
'' Baiklah , datang saja kemari . ''
'' Oke , aku akan segera meluncur kesana . See you noona . ''
'' See you . ''
Min Ji mengakhiri obrolannya dengan Ren . Dialah teman masa kecilnya yang tinggal di mokpo . Kota yang jauh dari hiburan dan tergolong masih kuno . Pantas saja jika ren bosan tinggal disana.
Kring...Kring...
Suara bel sepeda terdengar begitu nyaring di telinga min ji . Ia tahu persis siapa orang yang membunyikan bel itu . Dengan secepat kilat , ia keluar dari kamarnya dan menemui pemilik sepeda tersebut .
'' Oppa . . . '' Teriak Min Ji seraya memeluk tubuh kekasihnya
'' Bogoshipeo oppa , Chu~ '' Min Ji melayangkan ciuman manisnya di bibir jeje
'' Nado bogoshipeo chagiya . '' Jeje mencubit kedua pipi min ji saking gemasnya
'' Sakit . . . '' Min Ji mengusap kedua pipinya yang memerah
'' Sudah berapa lama aku tidak memelukmu seperti ini? ''
'' Entahlah , aku lupa oppa.''
'' Mau ikut denganku sekarang?'' ajak jeje
'' Kemana oppa ?''
'' Ke tempat biasanya . ''
'' Kajja . . . ''
Mereka berdua bergegas pergi ke suatu tempat yang bersejarah baginya . Tempat dimana mereka pertama kali bertemu dan akhirnya memutuskan berpacaran di tempat itu juga .
Selama perjalanan menuju nami island , Jeje dan Min Ji terlihat sangat bahagia . Mereka seringkali tertawa terbahak-bahak hingga tak sadar mereka sedang di perhatikan banyak orang . Mereka tidak peduli dengan orang-orang yang berada di sekitarnya.
-SKIP-
'' Tempat ini masih sama seperti 3 tahun yang lalu . '' Ucap Min Ji
'' Nde . . . ''
Jeje memegang erat tangan min ji dan mengajaknya ke sebuah pohon yang bersejarah baginya . Pohon yang masih berdiri kokoh di tepi laut itu mengingatkannya pada sa'at pertama kali bertemu . Banyak kenangan yang mereka ukir di bawah pohon yang mereka juluki sebagai pohon pembawa cinta . Tak banyak orang yang tahu keberadaan pohon tersebut , karena letaknya yang memang sangat terpencil dan jauh dari keramaian nami island .
-FLASHBACK-
Sa'at itu , Min Ji sedang meneliti sebuah pohon sebagai tugas akhir dari proposalnya . Di pohon besar itu juga , sosok namja berpostur tinggi sedang mengeluarkan sesuatu dari balik celananya.
'' Kyaaaa . . . . . Kau yadong ! '' teriak min ji histeris .
'' Hey~ siapa kau ! Kau mengintipku ya . '' jawab jeje terkejut
'' Hahaha . . . Aish kau ini , pipis sembarangan.'' ledek min ji
'' Ssstt . . . Jangan keras-keras , aku malu .''
'' Hahaha . . . Ada orang yadong disini.'' teriak min ji
'' Ssstt . . . '' jeje langsung menutup mulut min ji dengan tangannya .
'' Ungh. . . Lepaskan aku! Babo,ya!'' Min Ji menjitak kepala jeje keras
'' Auh . . . Kau ini , rasakan ini . '' Jeje langsung mencium bibir min ji dengan agresif . Ia tidak peduli jika mereka baru saja bertemu dan belum mengenal satu sama lain .
'' uh , lepaskan!'' min ji mendorong tubuh jeje hingga tersungkur ke tanah
'' Cih! Namja yadong .'' Min Ji langsung memungut buku dan pulpennya yang terjatuh dan langsung pergi meninggalkan jeje .
'' hey~ namamu siapa? Aku Jeje .'' teriaknya
Min Ji tidak memperdulikan ucapan jeje barusan . Namun dalam hatinya , ia senang bisa bertemu namja setampan dan seaneh jeje .
'' Yeoja cantik yang menggemaskan . '' ucap jeje
Ia mendudukkan tubuhnya tepat di bawah pohon itu , ia masih memikirkan wajah cantik dari yeoja yang baru saja ia temui .
PLOKK!!!
sebuah name tag terjatuh di sampingnya . Ia mendongkakkan kepalanya ke atas . Betapa terkejutnya dia sa'at orang yang dilihatnya sekarang adalah yeoja yang baru saja ia temui . Ia pun menyunggingkan senyuman manis dan mengambil name tag nya .
'' Park Min Ji . Seoul High School . ''
Min Ji mendudukkan tubuhnya tepat disamping jeje .
'' senang bertemu denganmu je . '' Min Ji mengulurkan tangannya pada jeje
'' Nado noona . ''
Dan dari situlah mereka mulai menghabiskan waktu seharian di bawah pohon pinus . Dan pada hari itu juga , mereka memutuskan untuk berpacaran .
-FLASHBACK OFF-
'' Will You marry Me ? '' Jeje mengeluarkan kotak cincin berwarna merah di hadapan min ji
Min Ji hanya bisa terdiam . Ia spechless dan tidak tahu harus berbicara apa . Namja yang sudah 3 tahun menjadi kekasihnya itu kini tengah mengeluarkan sebuah cincin untuk dirinya .
'' Bagaimana ?'' Tanya Jeje lagi
'' Nde oppa , aku mau . '' Jeje langsung memakaikan cincin ruby itu di jari manis min ji
'' Jika aku mati nanti , jangan pernah lupakan tempat ini chagi . Chu~ ''
'' kenapa oppa bilang seperti itu? Memangnya oppa mau mati sekarang? ''
'' Aku tidak tahu . Kematian adalah rahasia terbesar yang tuhan miliki . ''
'' Oppa jangan bilang seperti itu . '' Min ji langsung memeluk tubuh jeje karena tidak ingin berpisah dengannya.
'' Jangan pernah tinggalin aku oppa , aku sangat menyayangimu... ''
'' Nado chagiya ...''
---000---
Ren Sudah menunggu kepulangan min ji hingga berjam-jam . Ia sudah beberapa kali menghubungi min ji namun tidak ada jawaban sama sekali .
'' Kemana dia? '' Batin Ren
Ia pun memutuskan untuk beristirahat di sofa yang berada di depan rumah min ji . Ia memasang earphone dan mulai memejamkan matanya .
'' Sampai jumpa chagiya . . . '' Ucap Min Ji sembari melambaikan tangannya pada Jeje
Min Ji memasuki rumahnya dengan santai , ia terlihat senang karena sudah bertemu dengan kekasihnya. Namun ia terkejut sa'at melihat seorang namja tengah tertidur ngorok di sofa miliknya.
'' Oh My God , siapa ini .'' ia mulai mendekati namja itu dan mencolek-colek tubuhnya
'' Hoaamm . . . '' Namja itu menggeliat
'' Ren . '' Ucap Min Ji terkejut
'' Oh hey min ji , kau sudah pulang? Aku sudah menunggumu berjam-jam . '' Jawab ren seadanya
'' Kajja masuklah , di luar dingin . ''
'' Baiklah . ''
---000---
Pukul 03.00 Malam
Jeje terbangun dari tidur nyenyaknya . Ia memegang hatinya yang terasa sangat menyakitkan . Perlahan , tangannya mulai meraih gelas berisi air mineral di sampingnya . Ia pun menenggak air mineral itu sampai habis dan tak tersisa .
'' Kenapa hatiku begitu sakit seperti ini?'' batinnya sembari mengelus dadanya
Ia pun kembali untuk memejamkan matanya karena hari masih gelap .
Sedangkan di sisi lain , min ji dan ren tengah asik bercerita hingga mereka tidak sadar jika sekarang sudah jam 3 tepat . Konon , setiap jam 3 malam para hantu mulai keluar dan menghantui manusia yang belum tidur .
'' Aku merasakan hal yang aneh . '' ucap min ji sambil mengelus tengkuknya
'' Haha , pasti hantu . ''
'' sstt . . . Kau tidak boleh seperti itu . ''
'' Kenapa? Apa kau takut dengan hantu?''
Min Ji menggeleng . Ia langsung menarik selimutnya dan bergegas untuk tidur .
-----000-----
Kring...Kring...
Seperti biasa , suara bel sepeda milik jeje mulai terdengar nyaring . Min Ji yang baru saja tidur 3 jam yang lalu pun masih enggan untuk membuka matanya . Ia malah mengambil bantal untuk menutup kedua telinganya dengan rapat .
Kring...kring...
'' Aish , siapa sih yang diluar . '' gumam ren , ia segera turun dari tempat tidurnya untuk menemui jeje
Dibukalah pintu rumah min ji yang berwarna putih itu .
'' Hey kau , kenapa kau berisik sekali di depan rumah orang ! '' Bentak ren
Jeje yang melihat namja tanpa mengenakan kaos itupun langsung shock . Hatinya seketika langsung merasakan sakit Yang amat dalam .
'' Kau siapa?'' Tanya jeje Sembari menahan sakit di dadanya
'' Aku penghuni rumah ini. Sudah sana pergi . '' usir ren se'enaknya
'' Dimana min ji ? ''
'' Dia sedang tidur . Sudah pergilah , aku ingin tidur lagi . '' Ren langsung menutup pintunya dan bergegas tidur lagi
'' Apa min ji berselingkuh dengan namja tersebut . astaga , cobaan apa lagi ini . . . '' Jeje menuntun sepedanya karena tubuhnya begitu lemas dan tak berdaya . Hatinya terasa sakit dan Tak kuasa menahan sedih yang di alaminya pagi ini . Di sepanjang jalan menuju rumahnya , ia hanya bisa berfikir tentang min ji . Dia kecewa karena yeoja yang sudah menjadi kekasihnya selama 3 tahun menghianatinya seperti ini .
Tut...Tut...
Suara klakson mobil ferrari merah itu menghentikan langkah Jeje . Ia menoleh ke belakang tepat ke arah mobil itu . Keluarlah yeoja berparas cantik dan memiliki tubuh layaknya seorang model , yeoja itu tersenyum manis pada jeje . Perlahan ia mulai mendekat ke arah jeje dan membuka pembicaraan .
'' kau Kim Jeje kan? ''
'' Nde . ''
'' Perkenalkan , aku Jung Nara . ''
'' Nara?'' jeje mengernyitkan dahinya
'' Iya , ayahmu sudah memberitahumu tentang aku kan ? ''
'' Bukankah Kau yeoja yang akan tinggal bersamaku ?''
'' Yaps , aku akan tinggal bersamamu selama magang disini . Kajja masuklah, aku akan mengantarkanmu pulang''
'' tapi sepedaku?''
'' Taruh saja di sini , aku akan menghubungi supirku untuk mengambil sepedamu . Ayo . . ''
'' Baiklah . ''
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil.
'' Jadi apa yang kau lakukan disini ?'' Tanya nara
'' Aku... '' Jeje tertunduk
'' Kenapa kau sedih? Ma'afkan aku Jika pertanyaanku menyakitimu . ''
'' kau tidak salah. ''
'' lalu kenapa kau bersedih seperti ini ?''
'' Aku hanya . . . '' jeje sudah tidak sanggup meneruskan ucapannya . Kali ini hatinya benar-benar sakit seakan tertusuk ribuan duri . Ia merintih kesakitan hingga membuat nara panik dan akhirnya langsung menghentikan mobilnya Tepat di depan rumah sakit.
'' Je , kau kenapa ? ''
'' I i i ni , sakit . '' jeje memegang hatinya
'' Kajja kita turun , aku akan menggendongmu.''
'' Ti i ii dak usah , aku baik-baik saja .''
'' Kau sedang tidak baik je . '' dengan secepat kilat , nara keluar dari mobilnya untuk meminta pertolongan .
'' suster , suster , tolong saya . Ada pasien di dalam mobil saya . ''
'' Baiklah . ''
Para suster langsung berlarian ke arah mobil nara . tubuh jeje yang sudah tidak sadar pun langsung di angkat ke atas tempat tidur .
Di sisi lain , min ji dan ren masih tertidur pulas . Ia tidak sadar jika malapetaka besar akan menimpanya kali ini .
'' Arrrggghhh . . . . . '' Min ji terbangun dari mimpi buruknya , ia langsung mencari ponselnya untuk menghubungi jeje .
'' Kenapa kau berteriak sekencang itu?'' tanya ren
'' sstt . . . Aku sedang menghubungi seseorang.''
'' Aku tahu , pasti kau sedang menghubungi namja yang memiliki sepeda itukan ? ''
'' Darimana kau tahu?''
'' Tadi pagi dia kesini . Dan aku mengusirnya.''
'' Apa???!!!!''
Min Ji langsung menatap ren dengan tampang sinis . Ia kesal karena namjachingunya sudah di usir oleh temannya sendiri.
Plakk!!!
'' Kau tahu , dia namjachinguku,babo!'' bentak min ji . Ia pun langsung meraih jaketnya dan keluar dari rumahnya.
Beppbeppbepp . . .
Satu panggilan masuk dari jeje , dengan senyum yang mengembang di bibirnya , min ji langsung mengangkat telfon itu .
'' Chagiya . . . Ma'afkan aku .'' ucap min ji sedikit manja
'' Mianhae , benarkah ini Hwang Min Ji ?''
Deg! Mendengar suara seorang yeoja yang menelfonnya membuat min ji langsung berubah menjadi ketus.
'' Nde , kau siapa? Selingkuhannya jeje?'' balas min ji ketus
'' Bukan , aku nara . Aku menelfonmu karena ... '' Nara menghentikan ucapannya
'' Karena apa? '' pekik min ji
'' Karena sekarang kau tidak akan bertemu jeje lagi. Dia sudah tenang di alam sana.''
'' Mwo???!!! Apa yang kau bicarakan padaku,hah!''
'' sabarlah eonni , jeje oppa sudah tiada.''
Bruakk!!!
Ponsel min ji terlepas dari genggamannya . Tubuhnya seketika langsung terkulai lemas di jalan. Air matanya pun tumpah begitu saja. mimpi buruk yang baru saja ia alami akhirnya menjadi kenyataan pahit yang harus ia terima pagi ini .
'' Tidaaaaaaaaaaaaaakkkkk . . . . . '' teriak min ji histeris , ia pun langsung lari ke rumah jeje tanpa mengenakan alas kaki apapun . Ia tak peduli dengan rasa sakit yang ada di kakinya . Rasa sakit itu tidak sebanding dengan apa yang ia rasakan sa'at ini . Jauh dari jeje saja ia sudah tidak sanggup apalagi di tinggal pergi dan tidak akan kembali untuk selamanya , Itu yang membuat min ji sudah tidak kuat dan ingin menyusul sang kekasih .
----000----
'' Temui aku di pohon pembawa cinta setiap tanggal 14 di tiap bulannya . Aku akan menemuimu disana. '' Tulis jeje untuk terakhir kalinya , nara yang memberikan sepucuk surat itu pada min ji tak kuasa menahan tangisnya. Ia juga merasakan apa yang sekarang dirasakan oleh min ji . Meski, ia baru saja mengenal min ji dan jeje , tapi hatinya seakan sudah menyatu dengan kuat.
'' Eonni yang sabar nde . '' Nara memeluk tubuh min ji dengan erat
'' Aku tahu inilah takdir yang harus aku terima. Mulai dari kehilangan dongsaengku , appa dan eomma , dan sekarang ... Aku harus kehilangan Orang yang amat aku cintai , hingga akhir hayatnya pun aku masih mencintainya. '' ucap min ji dengan air mata yang terus mengalir
'' tapi aku harus kuat , seberat apapun cobaan yang tuhan berikan kepadaku , itu tandanya tuhan masih menyayangiku .''
Nara tersenyum manis ke arah min ji .
Dari kejauhan , sosok ren muncul dalam pemakaman jeje . Ia membawa sebuket bunga dan sebuah surat kecil yang dipegangnya .
'' Min Ji ... '' Panggil ren lirih
'' Nde oppa .''
'' Ini untukmu .'' ren menyodorkan secarik kertas padanya
'' Apa ini . . . '' Min Ji membuka kertas itu dan membacanya dalam hati
'' Min Ji , ma'afkan aku karena selama ini aku tidak berkata jujur padamu . Aku hanya ingin menemanimu dan tak berniat untuk menyakitimu . Sebenarnya , aku hanyalah sebuah arwah dari Teman masa kecilmu,yaitu ren . Aku sudah meninggal 3 tahun yang lalu , persis di hari jadianmu . Sa'at itu , aku juga berada di nami island , aku sengaja datang kesana karena ingin bertemu denganmu . Aku ingin mengucapkan sesuatu padamu , tapi kau malah bersama dengan jeje , lalu akupun pergi meninggalkanmu . Tapi ternyata , sa'at aku hendak menyeberang jalan , aku tertabrak bus dan akhirnya meninggalkanmu untuk selamanya . Ma'afkan aku min ji , mulai sekarang aku akan menjauh dari hidupmu . Aku sudah tenang karena masih bisa bersamamu meski cuma sebentar . '' Min Ji membaca surat itu dengan air mata yang terus mengalir. Ia tidak percaya jika ren juga sudah meninggal .
'' Ma'afkan aku karena sudah menamparmu tadi pagi . '' ucap min ji
Ren hanya tersenyum manis , perlahan ia pun mulai pergi ke alam asalnya . Ia melambaikan tangannya pada min ji dan mengucapkan selamat tinggal .
'' Reeeennnn .....'' teriak min ji histeris
'' Tuhan , kapan engkau akan memberikanku sebuah kebahagiaan?'' Pekiknya
------END--------
(FANFICTION) Love Is Blind
Tittle : Love Is Blind
Cast : Karen Ann, Mayumi, Pearly, Kendy
Genre : Girl X Girl, Friendship, Romance
Rate : 18++
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Karen Ann, gadis yang sekarang menetap bersama ibunya di Bangkok inipun memiliki style yang jauh dari kata feminim. Ann, sapaan akrabnya. Sejak kecil ia memang sering berpakaian layaknya seorang pria. Hal ini bukan hanya dilakukannya untuk semata-mata. Ia memiliki alasan kenapa ia menyukai dandanan ala pria daripada wanita. Dan alasan itupun yang membuat dirinya bisa berubah seperti ini.
-----0000-----
'' mom, Ann pergi dulu. Doakan Ann supaya hari ini ann bisa bertemu dengan rommate yang bisa mengerti ann. Chu~'' Ann mencium kening ibunya sekilas, ia berpamitan untuk pergi ke asrama barunya.
'' Be carefull darling, pai pai muuaah.''
'' Pai pai mom . . .''
Ann menyunggingkan senyum termanisnya pada sang ibu tercinta.
Sementara itu, di asrama sedang heboh dengan kedatangan penghuni baru yang memiliki paras secantik bidadari.
'' Hallo, nama saya Karenina Mayumi, panggil saja May.''
May memperkenalkan dirinya dengan senyum yang begitu ramah, para penghuni asrama yang lain pun tidak merasa keberatan dengan kehadiran gadis yang ramah sepertinya. Namun ada salah seorang gadis yang sejak tadi memasang wajah sinis ketika May memperkenalkan diri. Dialah Pearl, gadis yang juga tak kalah cantik namun mempunyai kelainan seksual yaitu suka sesama jenis.
'' Oh ya may, ini kunci kamarmu. '' ketua asrama menyerahkan kunci yang bernomor 211 itu pada may
'' Terima kasih nona.''
Dengan segera, ia pun langsung menuju ke kamarnya. Namun di tengah jalan, langkahnya terhenti sa'at melihat seorang gadis tampan membuka kamarnya terlebih dahulu. ia kesal seketika karena ia harus memiliki roomate yang aneh dan tidak wajar.
'' Permisi, ini kamarku. Apa yang kau lakukan disini.'' ucap May ketus
'' Oh, ini juga kamarku. Senang bertemu denganmu.'' Ann tersenyum manis pada may
'' Hah? Kau roomateku kali ini?''
'' Aha.''
'' ish. . . '' May memandang ann dengan tatapan yang jijik.
-----00000------
'' Hallo mom, doaku di kabulkan oleh tuhan. Aku senang karena roomateku seorang gadis yang sangat sangat sangat cantik.''
'' mommy juga turut bahagia darling, semoga kau nyaman dengan roomatemu kali ini.''
'' Tentu mom, aku akan sangat nyaman dengannya.''
'' Ok baiklah darling, mommy masih ada urusan dengan client, see youu muah.''
'' muaahh.'' Ann menutup sambungan telfonnya.
Ann keluar dari kamar mandi. Senyum sumringah nampak jelas di wajah tampannya. Namun, sesosok mata berwarna kecoklatan sedang memperhatikannya sejak tadi. Ia tahu siapa pemilik bola mata itu.
'' Apa kau mendengar semuanya? Aku bisa jelaskan may.'' Ucap ann lembut
'' tidak perlu! Aku sudah mendengar semuanya.''
'' Tapi itu semua tidak seburuk yang ada di pikiranmu.''
'' Halah, ternyata kau ini seorang tomboy yang juga lesbi.'' May memandang ann dengan ekspresi jijik
'' Jika aku memang lesbi, apa aku salah? Ini semua bukan urusanmu. Jadi berhentilah memandangku seperti itu.''bentak Ann
Ia pun keluar dari kamarnya karena merasa sakit hati dengan ucapan May barusan.
'' Ish, menyebalkan sekali! Kenapa aku harus bertemu roomate seperti dia.''
May mendudukkan dirinya di kursi belajar. Ia Memandang foto ann yang terpampang di dinding kamarnya, jijik. Itulah yang ada di pikirannya sa'at ini.
----0000-----
Ann merenung di tepi danau, ia tidak habis pikir tentang dirinya sa'at ini.
'' Apa aku salah menjadi seorang tomboy? Apa aku salah? Jawab aku!!!'' Teriaknya sembari melempar kerikil yang di pegangnya
'' Kau tidak salah.'' suara halus itu terdengar begitu nyaring di telinga ann, ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis yang tak kalah cantik dari may
'' Boleh aku duduk disini?'' ucapnya
'' Tentu saja.''
gadis itu mendudukkan dirinya tepat di samping ann, ia tersenyum manis.
'' Namaku pearl.''
'' Aku ann.''
'' senang bertemu denganmu ann.''
Ann tersenyum.
'' Jadi apa masalahmu?'' tanya pearl
'' Yaa begitulah. Aku malas menceritakannya, tak ada satu orangpun yang pernah mengerti keadaanku, kecuali mommy.''
'' Aku mengerti keadaanmu ann,''
'' Maksudmu?'' Ann menatap pearl heran
'' Aku juga memiliki kelainan sepertimu, memang terkadang hati kecilku sakit sa'at ada orang yang menghinaku. Tapi itulah yang membuat diriku kuat. Aku seperti ini juga punya alasan tersendiri, aku tidak suka dengan pria karena mereka semua jahat.'' Pearl mengakhiri ucapannya dengan air mata yang menetes
'' Ini.'' Ann menyodorkan tissue padanya
'' terima kasih ann.'' Pearl mengusap air matanya perlahan
'' Sekarang aku sudah menemukan orang yang bisa mengerti dengan keadaanku. So, kita bisa berteman kan?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
Pearl mengiyakan permintaan ann dengan senang hati.
'' Mulai sekarang, aku akan menghabiskan waktu denganmu. Kau mau kan?'' Tanya ann lembut
'' Tentu saja ann.''
-----0000------
Ann kembali ke kamarnya dengan menenteng plastik berisi kaos couple yang dibelinya bersama pearl. Ia senang sekali, berkat pearl ia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Ann membaringkan tubuhnya di tempat tidur sembari terus membayangkan wajah cantik pearl.
Bruakk!
Ann bangkit untuk memastikan suara yang mengganggunya.
'' Haha, dasar lelaki bodoh! Haha.'' Ucap May
Ann melongo melihat roomatenya mabuk berat.
'' Aduh, hahaha lelaki bodoh! Kau mau apakan tubuhku,tidak akan pernah bisa!'' Kali ini pearl mulai berbicara yang aneh-aneh. Tubuhnya pun sempoyongan tak karuan.
'' Ann... Haha''
Ann yang melihat may hampir terjatuh pun dengan sigap langsung menangkapnya. Ia membawanya ke ranjang miliknya.
'' ish, baru kali ini aku melihat gadis mabuk berat seperti ini. '' ujarnya
May melihat ann dengan tatapan yang tajam. Ia tersenyum manis, hingga membuat ann heran.
'' kenapa kau memandangku seperti itu may?'' tanya ann yang mulai merasa aneh
Tangan mungil may mulai mengelus pipi ann, ia tersenyum manis. Dengan secepat kilat, may mendekatkan wajahnya ke wajah ann dan langsung menciumnya secara agresif. Ann yang merasa spechless pun hanya bisa membulatkan matanya. Setelah beberapa menit berciuman, may pun langsung tak sadar. Ia terlelap hingga membuat ann bertanya-tanya dalam hati. ann memegang bibirnya, baru kali ini ia merasakan first kiss. Ia pun melihat ke arah may yang sedang tidur, wajahnya tak kalah cantik dari pearl. Ann pun memilih membaringkan tubuhnya di samping may, ia memeluk tubuh mungil may dengan hangat.
06.00 A.M
'' Hoekss... '' may memuntahkan isi perutnya ke wajah ann yang berada persis di sampingnya.
'' Aish, kenapa kau muntah di wajahku? Dasar tolol!'' ann mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya
'' Hoekss... ''
'' arrrgghh... '' teriaknya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Tok!tok!
'' Ann, apa kau di dalam? Aku pearl.''
'' Ya, masuk saja. Pintunya tidak di kunci.''
Pearl masuk ke kamar ann secara perlahan, ia menutup hidungnya rapat karena menghirup bau yang tidak sedap.
'' Bau apa ini.'' batinnya
'' Hey...'' ann keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer dan tanktop
'' Hah?'' pearl melongo melihat tubuh ann yang lebih mulus dari dirinya
'' hey, kenapa bengong? Ada yang aneh.'' tanya ann
'' Oh, tidak. Bau apa ini?''
'' Roomateku tadi malam mabuk berat, dan kau tahu sendiri kan pasti paginya bakal muntah-muntah.'' jelas ann
'' Jadi kau punya roomate?''
'' tentu saja.''
'' Dia cantik?seksi?'' selidik pearl
'' ya, dia cantik dan seksi sepertimu.''
'' Aku penasaran,boleh aku melihatnya?''
'' silahkan, tapi dia masih tidur.''
Pearl berjalan perlahan menuju tempat tidur may, hatinya mulai merasakan gejolak api cemburu yang amat dahsyat. Wajahnya pun seketika berubah layaknya monster yang siap menerkam mangsanya.
'' Uh...'' pearl menutup hidungnya, matanya dengan tajam melihat ke arah gadis yang hanya terbalut kaos tipis dan skirt pendek.
'' uunnghh...'' may menggeliat dan secara tidak sengaja memperlihatkan pusarnya yang memiliki tindik tepat di depan pearl. Pearl yang sudah mengetahui siapa gadis itupun langsung geram. Ternyata dugaannya benar, dia adalah may. Gadis cantik yang telah menghebohkan asrama.
'' Ann...'' Teriak pearl
'' sebentar, aku sedang ganti baju.''
Pearl melipat tangannya di dada. Ia benar-benar benci karena ann memiliki roomate yang lebih cantik dari dirinya.
'' Ada apa pearl?'' tanya ann
'' dia roomate mu?''
ann mengangguk.
'' kau menyukainya? Atau malah dia yang menyukaimu,jawab aku!''
'' hey, kenapa kau membentakku seperti ini. Memangnya apa salahnya jika aku menyukainya? Dia cantik.'' jawab ann enteng
'' Dasar tomboy sialan! Apa kau tidak mengerti apa isi hatiku padamu,hah?!!!''
Ann membulatkan matanya.
'' maksudmu apa pearl?''
'' Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.''
Ann menelan ludahnya. Ia kaget sekaligus spechless karena gadis yang sudah dianggapnya sebagai sahabat ternyata menyukai dirinya.
'' kau juga mencintaiku kan ann?'' pearl memegang tangan ann dengan lembut
'' jawab aku ann, kau mencintaiku kan?''
'' ma'afkan aku pearl, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat.'' ann melepaskan genggaman pearl
Plakk!!!
pearl menampar pipi ann keras.
'' Jadi selama ini, apa yang aku lakukan sia-sia saja? Kau memang bajingan ann, kau jahat!!! Aku membencimu!!!''
'' Kita kan baru dekat kemarin, kenapa kau malah seperti ini pearl?''
'' Aish... '' pearl bergegas keluar dari kamar ann. Ia berlari sembari menangis karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan
'' pearll... '' teriak ann
'' Ada apa sih ribut-ribut?'' ucap may dengan mata yang masih sedikit tertutup
Ann menoleh ke arah may yang terlihat menjijikkan, ia Pun menggelengkan kepalanya.
'' May, kau harus bangun dan mandi sekarang juga. Badanmu kotor dan bau.''
'' aku tidak mau. kepalaku pusing.''
'' Apa aku harus memandikanmu?'' tanya ann
'' terserah.''
Tanpa pikir panjang, ann membuka pakaian yang di kenakan may secara perlahan. Matanya tak berhenti berkedip karena melihat kemolekan tubuh roomatenya yang begitu indah.
'' Dasar tomboy bajingan!'' Teriak pearl yang sudah ada di belakang ann, ia memecahkan sebuah vas bunga Dan Langsung keluar dari kamar ann.
May pun seketika langsung tersadar. Ia menjerit sekencang angin tornado sa'at melihat tubuhnya tengah di telanjangi oleh ann.
'' apa yang kau lakukan denganku,hah!!!'' may menendang tubuh ann hingga tubuhnya tersungkur ke lantai dan mengenai pecahan vas bunga
'' Dasar bajingan!!!'' Caci may, ia tidak tahu jika ann tengah terluka
'' Hey, bajingan! Kenapa kau hanya diam saja. Apa kau bisu?''
Tak ada jawaban. May pun memutuskan untuk turun dari ranjangnya untuk memastikan keadaan ann.
'' Oh my god, ann apa kau tidak apa-apa?'' may membalikkan tubuh ann dengan hati-hati
'' Arrrrggggghhhhh . . . . . . . . '' teriakNya, tubuhnya langsung lemas seketika.
-------0000-------
Dengan di temani ibu ann, may menunggu hasil dari keterangan dokter yang masih berada di emergency room. Ia hanya bisa mondar mandir tidak jelas. Hati kecilnya merasa bersalah karena ia sudah menyebabkan ann kecelakaan. ia pun berjanji dengan dirinya sendiri, ia akan merawat ann hingga sembuh dan bersikap baik padanya.
'' May, duduklah.'' Pinta ibu ann
'' Aku tidak bisa duduk dengan tenang tante, lebih baik aku mondar-mandir seperti ini.''
Cklek,
Dokter membuka pintu emergency room dengan raut muka yang sedikit muram. Keringatnya pun terlihat mengucur deras dari pelipisnya.
'' bagaimana dokter? Anak saya baik-baik saja kan?''
'' tolong ibu dan nona tarik nafas yang dalam,lalu keluarkan.'' pinta sang dokter
'' ada apa dokter? Teman saya baik-baik saja kan?'' Tanya may
'' Ann tidak apa-apa, namun kemungkinan besar ia akan Buta. Karena saya menemukan pecahan vas bunga itu menusuk kedua bola mata ann. Saya turut bersedih atas kejadian ini bu.''
'' Oh my god.''
May langsung memeluk tubuh ibu ann yang masih tidak percaya jika anaknya akan buta. Air matanya pun seketika langsung membasahi pipinya.
'' Tapi jika ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk ann, ia pasti bisa melihat lagi. Baiklah, saya pergi dulu. Permisi.'' dokter itu tersenyum manis lalu pergi meninggalkan may dan ibu ann
-----0000-----
'' Ann... '' panggil may lirih
Tak ada jawaban
'' aku tahu ini menyakitkan bagimu, aku minta ma'af karena akulah penyebab semua ini. Aku benar-benar minta ma'af padamu ann...'' may memeluk tubuh ann dari belakang, ia menangis di pundak ann
'' selama ini aku tidak pernah baik padamu, tapi malah sebaliknya, aku sering menyakitimu. aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu hingga kau sembuh total. Aku tidak akan meninggalkanmu ann.''
Ann hanya bisa menangis. Ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun pada may. Bukan karena ia membencinya, tapi karena ia sangat menyayanginya.
'' ayo jawab aku ann, kenapa kau hanya diam saja? Aku menyayangimu.''
Mendengar kata sayang dari may, ann pun tersenyum simpul. Ia berusaha meraih tangan may untuk di genggamnya.
'' aku juga menyayangimu may.''
may tersenyum. Ia mencium pipi ann kilat.
'' Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan favoritmu.'' may melepas pelukannya dan bergegas mengambil sekotak bento di dalam tasnya
'' aku tidak mau makan.''
'' kau harus makan ann. Aku suapin mau ya.''
ann mengangguk.
'' nah gitu dong.''
------0000------
Semenjak kejadian yang baru saja mengenai ann, kehidupan may mulai berubah 360 derajat. Hampir setiap hari ia merawat ann yang sekarang berada di rumah. Ia juga sering bolos kuliah hanya demi ann, ia merasa sangat bersalah hingga membuatnya mau melakukan apapun demi ann. Sedangkan pearl, gadis cantik itu juga tak jauh berbeda dari may. Perasaan bersalah juga menghantui dirinya setiap hari. Ia sudah beberapa kali ke kamar asrama ann, namun hasilnya nihil. Ann sudah tidak tinggal disana lagi. Ia hanya bisa menangisi kepergian ann yang hilang Seperti di telan bumi.
'' May, jika aku mati. Apa kau masih menyayangiku?''
'' jangan bicara seperti itu. Memangnya kau ingin mati?''
'' Takdir tuhan siapa yang tahu may. Ayo jawab.''
'' tentu saja aku masih menyayangimu. Sampai kapanpun aku akan tetap menyayangimu.''
'' Promise?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
'' Promise.''
'' ann...'' panggil ibu ann
May menoleh ke arah ibu ann, matanya seakan tak asing lagi melihat gadis yang sekarang berada di samping ibunya. Gadis itu menyunggingkan senyumnya.
'' ann, ada pearl disini.'' bisik may
'' pearl? Pergi! Pergi kau! Wanita sialan! beraninya kau menginjakkan kakimu ke rumahku!'' bentak ann
'' aku kesini hanya ingin meminta ma'af padamu ann.'' ucap pearl dengan mata berkaca-kaca
'' tidak perlu! jangan pernah mengemis ma'af padaku, apa kau tidak pernah berfikir sekarang aku seperti apa? kau tahu ini semua ulah siapa? Ulahmu!!!''
'' ma'afkan aku ann. Ma'afkan aku.''
'' arrgghh! Aku tidak sudi menerima ma'afmu. Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku menyuruh anjingku untuk membunuhmu. Pergiii!!!!''
'' Tapi ann... '' pearl pun tak kuasa menahan tangisnya
'' pearl, lebih baik kau pulang saja. Mungkin ann masih belum bisa menerimamu. Kau mengerti maksudku kan?'' ucap may lembut
Pearl mengangguk.
'' ia sudah pergi ann.''
'' Baguslah, aku muak dengannya.''
-----00000-------
'' ann, ada kabar bahagia buatmu. Ada orang yang mau mendonorkan matanya untukmu. mommy senang sekali, akhirnya penantian panjang kita membuahkan hasil.''
'' Benarkah? Siapa orangnya mom?''
'' Dia tidak mau menyebutkan namanya ann.''
'' Baik sekali orang itu. lalu kapan aku harus operasi mom?''
'' besok. Persiapkan mentalmu ann.''
'' baiklah mom, aku akan istirahat sekarang.''
'' jaga kondisimu darling,chu~'' mommy mencium kening ann kilat
-----0000------
The day, hari ini mungkin menjadi hari paling menegangkan sekaligus menyenangkan bagi ann. pasalnya, hari ini ia akan memiliki mata baru.
'' kau siap kan ann?'' tanya may lembut
'' aku siap may.''
Ann di dorong para perawat menuju ruang operasi. ia terlihat sangat tenang karena ia mendapat support dari orang terkasihnya. May menunggu ann sendirian karena ibunya sedang ada meeting dengan clientnya. Ia pun memilih menulis sebuah catatan di blog pribadinya. Blog yang berisi tentang curahan hatinya itu telah mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Terutama dari kalangan lesbian. Yah, semenjak may pindah di asrama barunya dan sekamar dengan ann, hidupnya mulai berubah. Awalnya ia mengira perasaan yang muncul setiap kali melihat ann akan hilang dengan sendirinya, Namun perkiraannya salah. Perasaan itu pun makin besar ketika ia melihat ann tengah berduaan dengan pearl di danau. Ia makin merasa tidak waras. Hatinya merasakan cemburu yang amat dahsyat. Ia pun mendatangi seorang psikolog dan bercerita tentang perasaannya selama ini. Dan hasilnya cukup mencengangkan, ternyata ia menderita kelainan seksual yaitu lesbi. Karena shock dan merasa tidak terima, ia pun memutuskan untuk pergi ke diskotik dan mabuk berat. ia tidak sadar jika tubuhnya menjadi incaran para lelaki hidung belang. Untung saja ada seorang pria yang menyelamatkannya dan Mengantarnya pulang.
Operasi yang memakan waktu 2,5 jam itu kini selesai sudah. Ann sudah di pindahkan ke ruang Icu untuk perawatan intensif.
Kring...kring...
Sebuah panggilan masuk pada ponsel may. Tak ada nama yang tercantum di ponselnya.
'' halo...''
'' may, apa kau mau menemani di sisa hidupku?''
'' siapa ini?''
'' kemarilah, kau akan tahu siapa aku.''
'' kau dimana?''
'' aku berada di kamar no 13 ruang angel.''
'' baiklah,aku akan segera kesana.''
May berlari menuju ruangan orang misterius yang telah menelfonnya.
'' Cepat may.'' ucap seorang lelaki yang berada di belakangnya
'' kau.''
lelaki itu tersenyum manis.
'' Mari ku tunjukkan ruangannya.''
'' sebenarnya apa yang terjadi?''
'' sebentar lagi kau juga akan tahu semuanya.'' lelaki itu membukakan pintu ruang angel untuk may,
'' dia ada di pojok sebelah timur.''
Saking penasarannya, may mempercepat langkahnya. Ia ingin tahu siapa orang yang telah menerornya kali ini.
'' May.......''
Betapa terkejutnya ia sa'at melihat orang yang berada di depannya.
'' Pearl.''
'' iya may, ini aku. Ma'af aku telah merepotkanmu.''
'' bagaimana bisa kau ada disini? Kau sakit apa pearl?''
'' aku baik-baik saja kok. Hanya saja, umurku sudah tak panjang lagi.''
'' maksudmu apa?''
'' selama ini aku menderita Aids may, dokter juga sudah memvonisku seminggu yang lalu jika aku akan segera meninggal. ''
'' pearl, kenapa kau merahasiakan ini semua?''
'' ma'afkan aku may, aku tidak bisa menceritakan ini semua padamu. Aku memang bodoh.''
'' Pearl, meskipun kita tak saling dekat, aku akan menemani waktu terakhirmu di dunia.''
'' terima kasih may, kau memang baik. Pantas saja jika ann lebih memilihmu daripada aku.''
'' jangan bilang seperti itu, oiya, ann juga sekarang berada disini. Ia baru saja selesai operasi mata. Kata ibunya, ada seorang dermawan yang baik hati mau mendonorkan matanya untuk ann. Aku sangat berterima kasih pada orang itu, berkatnya ann bisa melihat lagi.''
Pearl meneteskan air matanya.
'' pearl, kenapa kau menangis? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Ma'afkan aku jika telah menyakitimu.''
'' kau tidak salah may. Aku yang salah. Jika aku boleh jujur, pendonor mata yang kau maksud adalah aku. Aku sengaja melakukan ini semua, karena aku merasa sangat bersalah padanya. kau pasti masih ingat kedatanganku kerumahnya dulu, dia mengusirku mentah-mentah. dan sa'at itu juga aku memutuskan untuk pergi dari hadapannya, namun tanpa kalian ketahui, sebenarnya aku sedang berdiskusi dengan ibunya. Aku merelakan mataku untuk dia, karena tepat hari itu juga dokter telah memvonis hidupku tidak akan lama lagi. Ku mohon jangan beritahu dia untuk semua ini may. Kau bisa merahasiakannya kan?''
Hanya tetesan air mata yang mampu keluar. Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun pada pearl. Ia benar-benar berterima kasih padanya. Ia pun memeluk tubuh pearl erat, ia seakan-akan tidak rela jika pearl akan meninggalkannya. Selama ini, ia telah salah menilai pearl. Gadis yang selama ini ia pikir sebagai seorang iblis ternyata adalah seorang malaikat yang baik hati. Ia menyesal karena telah menilai seseorang dari luarnya saja.
'' Aku menyayangimu pearl.'' ucap may lirih
Namun tak ada jawaban. Sontak may langsung panik. Ia melepas pelukannya dan mendapati tubuh pearl sudah kaku dan terasa dingin.
'' Pearrrllll . . . . . . '' teriaknya histeris
-------00000---------
'' may, apa kau baik-baik saja?'' tanya ann sembari menyodorkan segelas susu hangat
'' aku baik-baik saja.''
'' lalu kenapa akhir-akhir ini kau terlihat murung?''
'' benarkah? Mungkin perasaanmu saja ann.''
'' aneh. '' ann menggaruk kepalanya yang tak gatal
'' apanya yang aneh?'' tanya balik
'' entahlah. '' ann tertunduk
'' may, kau menyayangiku kan?''
'' tentu saja. ''
'' apa kau mau menuruti permintaanku?''
'' permintaan apa ann?''
'' menikahlah dengan pria yang sudah menyelamatkanmu di diskotik.''
'' hah? Kau mengenal pria itu.''
'' tentu saja. Dia teman masa kecilku dulu, dia baik dan aku yakin kau pasti akan bahagia bila dengannya. aku juga tidak ingin kau menjadi seorang wanita abnormal sepertiku. Kau cantik,kau seksi,kau sempurna may. Jangan sia-siakan hidupmu karena aku.''
'' maksudmu apa,hah!!!'' Bentak may
'' may, dengarkan aku. Kau seorang perempuan, aku juga seorang perempuan. Kita butuh sosok lelaki sebagai pelindung may. Aku memang tomboy, tapi aku juga masih mencintai seorang laki-laki. Kau tidak pernah tahu mengapa aku menjadi gadis tomboy.''
'' aku tidak perduli! Aku tidak mau menikah dengannya. Aku hanya ingin kau ann.''
'' may, ucapan ann benar. Jika kau menyayanginya, turutilah permintaannya. Ia akan bahagia jika melihat orang yang ia sayangi juga bahagia.'' ujar ibu ann
'' baiklah jika ini maumu, mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu ann. Jangan harap kau bisa bertemu denganku lagi. Selamat tinggal!''
May berlari keluar dari rumah ann dengan air mata yang mengucur deras. ia tak kuasa menahan tangisnya. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa orang yang telah membuatnya nyaman tega menyakitinya seperti ini? Berbulan-bulan sudah ia menghabiskan waktunya hanya untuk merawatnya, tapi apa balasan yang ia berikan? Ia rela melakukan apa saja demi dia, demi sang kekasih yang telah membuat hidupnya berubah. Mungkin ia memang bodoh karena telah mencintai seorang wanita, tapi cinta itu buta. Tak ada satu orang pun yang menyangka jika cinta juga tumbuh diantara sesama jenis. itulah cinta, cinta itu rumit dan tak mudah untuk di taklukkan.
------00000------
2 Tahun kemudian,
rangkaian bunga menghiasi setiap sudut ruangan dengan indah. ruangan bernuansa pink itu terlihat semakin menawan sa’at sepasang pengantin memasuki ruangan tersebut. 2 sejoli yang sudah mengucapkan janji suci tersebut melakukan ritual pelemparan bunga.
'' kalian sudah siap kan?'' teriak pengantin wanita
'' siappp ......'' ucap para undangan serentak
'' 1 2 3 .... '' pasangan itu melempar buket bunga mawar yang di pegangnya.
kericuhan pun tak terelakan sa'at proses perebutan sebuket bunga tersebut. Namun, sa'at para undangan lain sibuk meraih bunga itu, seorang gadis tampan dengan mudahnya mendapatkan bunga yang menjadi rebutan tersebut. Sang pengantin wanita tersenyum manis pada gadis tomboy itu. Ia mendekat ke arah gadis itu sembari mengucapkan selamat.
'' Selamat, kau pasti akan segera menemukan jodohmu. “
“ apa kau tahu siapa jodohku?” tanya wanita itu
Sang pengantin menggelengkan kepalanya.
“ kaulah jodohku may. “ Ann tersenyum manis lalu meninggalkan may yang masih shock
“aku sudah menuruti permintaanmu ann. Sekarang giliranmu menuruti permintaanku, tetaplah menjadi sahabatku.''
'' Tentu, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya may.''
Ann memberikan selamat pada kendy, suami sekaligus orang yang telah menyelamatkan may sa'at di diskotik dulu. Mereka bertiga pun melakukan foto bersama dengan senyum ceria yang mengembang di bibirnya.
'' Meski kau adalah sahabatku, tapi aku tidak akan pernah memberitahumu soal pearl. biarkanlah rahasia ini tersimpan manis di dalam hatiku. Selamat jalan pearl, aku akan selalu menjaga rahasia ini sampai aku menyusulmu nanti. Aku menyayangimu.'' Batin may.
------THE END-------
Cast : Karen Ann, Mayumi, Pearly, Kendy
Genre : Girl X Girl, Friendship, Romance
Rate : 18++
Author : Lee Dong Ra a.k.a Chickyis
Kisah ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Karen Ann, gadis yang sekarang menetap bersama ibunya di Bangkok inipun memiliki style yang jauh dari kata feminim. Ann, sapaan akrabnya. Sejak kecil ia memang sering berpakaian layaknya seorang pria. Hal ini bukan hanya dilakukannya untuk semata-mata. Ia memiliki alasan kenapa ia menyukai dandanan ala pria daripada wanita. Dan alasan itupun yang membuat dirinya bisa berubah seperti ini.
-----0000-----
'' mom, Ann pergi dulu. Doakan Ann supaya hari ini ann bisa bertemu dengan rommate yang bisa mengerti ann. Chu~'' Ann mencium kening ibunya sekilas, ia berpamitan untuk pergi ke asrama barunya.
'' Be carefull darling, pai pai muuaah.''
'' Pai pai mom . . .''
Ann menyunggingkan senyum termanisnya pada sang ibu tercinta.
Sementara itu, di asrama sedang heboh dengan kedatangan penghuni baru yang memiliki paras secantik bidadari.
'' Hallo, nama saya Karenina Mayumi, panggil saja May.''
May memperkenalkan dirinya dengan senyum yang begitu ramah, para penghuni asrama yang lain pun tidak merasa keberatan dengan kehadiran gadis yang ramah sepertinya. Namun ada salah seorang gadis yang sejak tadi memasang wajah sinis ketika May memperkenalkan diri. Dialah Pearl, gadis yang juga tak kalah cantik namun mempunyai kelainan seksual yaitu suka sesama jenis.
'' Oh ya may, ini kunci kamarmu. '' ketua asrama menyerahkan kunci yang bernomor 211 itu pada may
'' Terima kasih nona.''
Dengan segera, ia pun langsung menuju ke kamarnya. Namun di tengah jalan, langkahnya terhenti sa'at melihat seorang gadis tampan membuka kamarnya terlebih dahulu. ia kesal seketika karena ia harus memiliki roomate yang aneh dan tidak wajar.
'' Permisi, ini kamarku. Apa yang kau lakukan disini.'' ucap May ketus
'' Oh, ini juga kamarku. Senang bertemu denganmu.'' Ann tersenyum manis pada may
'' Hah? Kau roomateku kali ini?''
'' Aha.''
'' ish. . . '' May memandang ann dengan tatapan yang jijik.
-----00000------
'' Hallo mom, doaku di kabulkan oleh tuhan. Aku senang karena roomateku seorang gadis yang sangat sangat sangat cantik.''
'' mommy juga turut bahagia darling, semoga kau nyaman dengan roomatemu kali ini.''
'' Tentu mom, aku akan sangat nyaman dengannya.''
'' Ok baiklah darling, mommy masih ada urusan dengan client, see youu muah.''
'' muaahh.'' Ann menutup sambungan telfonnya.
Ann keluar dari kamar mandi. Senyum sumringah nampak jelas di wajah tampannya. Namun, sesosok mata berwarna kecoklatan sedang memperhatikannya sejak tadi. Ia tahu siapa pemilik bola mata itu.
'' Apa kau mendengar semuanya? Aku bisa jelaskan may.'' Ucap ann lembut
'' tidak perlu! Aku sudah mendengar semuanya.''
'' Tapi itu semua tidak seburuk yang ada di pikiranmu.''
'' Halah, ternyata kau ini seorang tomboy yang juga lesbi.'' May memandang ann dengan ekspresi jijik
'' Jika aku memang lesbi, apa aku salah? Ini semua bukan urusanmu. Jadi berhentilah memandangku seperti itu.''bentak Ann
Ia pun keluar dari kamarnya karena merasa sakit hati dengan ucapan May barusan.
'' Ish, menyebalkan sekali! Kenapa aku harus bertemu roomate seperti dia.''
May mendudukkan dirinya di kursi belajar. Ia Memandang foto ann yang terpampang di dinding kamarnya, jijik. Itulah yang ada di pikirannya sa'at ini.
----0000-----
Ann merenung di tepi danau, ia tidak habis pikir tentang dirinya sa'at ini.
'' Apa aku salah menjadi seorang tomboy? Apa aku salah? Jawab aku!!!'' Teriaknya sembari melempar kerikil yang di pegangnya
'' Kau tidak salah.'' suara halus itu terdengar begitu nyaring di telinga ann, ia menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis yang tak kalah cantik dari may
'' Boleh aku duduk disini?'' ucapnya
'' Tentu saja.''
gadis itu mendudukkan dirinya tepat di samping ann, ia tersenyum manis.
'' Namaku pearl.''
'' Aku ann.''
'' senang bertemu denganmu ann.''
Ann tersenyum.
'' Jadi apa masalahmu?'' tanya pearl
'' Yaa begitulah. Aku malas menceritakannya, tak ada satu orangpun yang pernah mengerti keadaanku, kecuali mommy.''
'' Aku mengerti keadaanmu ann,''
'' Maksudmu?'' Ann menatap pearl heran
'' Aku juga memiliki kelainan sepertimu, memang terkadang hati kecilku sakit sa'at ada orang yang menghinaku. Tapi itulah yang membuat diriku kuat. Aku seperti ini juga punya alasan tersendiri, aku tidak suka dengan pria karena mereka semua jahat.'' Pearl mengakhiri ucapannya dengan air mata yang menetes
'' Ini.'' Ann menyodorkan tissue padanya
'' terima kasih ann.'' Pearl mengusap air matanya perlahan
'' Sekarang aku sudah menemukan orang yang bisa mengerti dengan keadaanku. So, kita bisa berteman kan?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
Pearl mengiyakan permintaan ann dengan senang hati.
'' Mulai sekarang, aku akan menghabiskan waktu denganmu. Kau mau kan?'' Tanya ann lembut
'' Tentu saja ann.''
-----0000------
Ann kembali ke kamarnya dengan menenteng plastik berisi kaos couple yang dibelinya bersama pearl. Ia senang sekali, berkat pearl ia bisa kembali bangkit dari keterpurukan. Ann membaringkan tubuhnya di tempat tidur sembari terus membayangkan wajah cantik pearl.
Bruakk!
Ann bangkit untuk memastikan suara yang mengganggunya.
'' Haha, dasar lelaki bodoh! Haha.'' Ucap May
Ann melongo melihat roomatenya mabuk berat.
'' Aduh, hahaha lelaki bodoh! Kau mau apakan tubuhku,tidak akan pernah bisa!'' Kali ini pearl mulai berbicara yang aneh-aneh. Tubuhnya pun sempoyongan tak karuan.
'' Ann... Haha''
Ann yang melihat may hampir terjatuh pun dengan sigap langsung menangkapnya. Ia membawanya ke ranjang miliknya.
'' ish, baru kali ini aku melihat gadis mabuk berat seperti ini. '' ujarnya
May melihat ann dengan tatapan yang tajam. Ia tersenyum manis, hingga membuat ann heran.
'' kenapa kau memandangku seperti itu may?'' tanya ann yang mulai merasa aneh
Tangan mungil may mulai mengelus pipi ann, ia tersenyum manis. Dengan secepat kilat, may mendekatkan wajahnya ke wajah ann dan langsung menciumnya secara agresif. Ann yang merasa spechless pun hanya bisa membulatkan matanya. Setelah beberapa menit berciuman, may pun langsung tak sadar. Ia terlelap hingga membuat ann bertanya-tanya dalam hati. ann memegang bibirnya, baru kali ini ia merasakan first kiss. Ia pun melihat ke arah may yang sedang tidur, wajahnya tak kalah cantik dari pearl. Ann pun memilih membaringkan tubuhnya di samping may, ia memeluk tubuh mungil may dengan hangat.
06.00 A.M
'' Hoekss... '' may memuntahkan isi perutnya ke wajah ann yang berada persis di sampingnya.
'' Aish, kenapa kau muntah di wajahku? Dasar tolol!'' ann mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya
'' Hoekss... ''
'' arrrgghh... '' teriaknya, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Tok!tok!
'' Ann, apa kau di dalam? Aku pearl.''
'' Ya, masuk saja. Pintunya tidak di kunci.''
Pearl masuk ke kamar ann secara perlahan, ia menutup hidungnya rapat karena menghirup bau yang tidak sedap.
'' Bau apa ini.'' batinnya
'' Hey...'' ann keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer dan tanktop
'' Hah?'' pearl melongo melihat tubuh ann yang lebih mulus dari dirinya
'' hey, kenapa bengong? Ada yang aneh.'' tanya ann
'' Oh, tidak. Bau apa ini?''
'' Roomateku tadi malam mabuk berat, dan kau tahu sendiri kan pasti paginya bakal muntah-muntah.'' jelas ann
'' Jadi kau punya roomate?''
'' tentu saja.''
'' Dia cantik?seksi?'' selidik pearl
'' ya, dia cantik dan seksi sepertimu.''
'' Aku penasaran,boleh aku melihatnya?''
'' silahkan, tapi dia masih tidur.''
Pearl berjalan perlahan menuju tempat tidur may, hatinya mulai merasakan gejolak api cemburu yang amat dahsyat. Wajahnya pun seketika berubah layaknya monster yang siap menerkam mangsanya.
'' Uh...'' pearl menutup hidungnya, matanya dengan tajam melihat ke arah gadis yang hanya terbalut kaos tipis dan skirt pendek.
'' uunnghh...'' may menggeliat dan secara tidak sengaja memperlihatkan pusarnya yang memiliki tindik tepat di depan pearl. Pearl yang sudah mengetahui siapa gadis itupun langsung geram. Ternyata dugaannya benar, dia adalah may. Gadis cantik yang telah menghebohkan asrama.
'' Ann...'' Teriak pearl
'' sebentar, aku sedang ganti baju.''
Pearl melipat tangannya di dada. Ia benar-benar benci karena ann memiliki roomate yang lebih cantik dari dirinya.
'' Ada apa pearl?'' tanya ann
'' dia roomate mu?''
ann mengangguk.
'' kau menyukainya? Atau malah dia yang menyukaimu,jawab aku!''
'' hey, kenapa kau membentakku seperti ini. Memangnya apa salahnya jika aku menyukainya? Dia cantik.'' jawab ann enteng
'' Dasar tomboy sialan! Apa kau tidak mengerti apa isi hatiku padamu,hah?!!!''
Ann membulatkan matanya.
'' maksudmu apa pearl?''
'' Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu.''
Ann menelan ludahnya. Ia kaget sekaligus spechless karena gadis yang sudah dianggapnya sebagai sahabat ternyata menyukai dirinya.
'' kau juga mencintaiku kan ann?'' pearl memegang tangan ann dengan lembut
'' jawab aku ann, kau mencintaiku kan?''
'' ma'afkan aku pearl, aku hanya menganggapmu sebagai sahabat.'' ann melepaskan genggaman pearl
Plakk!!!
pearl menampar pipi ann keras.
'' Jadi selama ini, apa yang aku lakukan sia-sia saja? Kau memang bajingan ann, kau jahat!!! Aku membencimu!!!''
'' Kita kan baru dekat kemarin, kenapa kau malah seperti ini pearl?''
'' Aish... '' pearl bergegas keluar dari kamar ann. Ia berlari sembari menangis karena ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan
'' pearll... '' teriak ann
'' Ada apa sih ribut-ribut?'' ucap may dengan mata yang masih sedikit tertutup
Ann menoleh ke arah may yang terlihat menjijikkan, ia Pun menggelengkan kepalanya.
'' May, kau harus bangun dan mandi sekarang juga. Badanmu kotor dan bau.''
'' aku tidak mau. kepalaku pusing.''
'' Apa aku harus memandikanmu?'' tanya ann
'' terserah.''
Tanpa pikir panjang, ann membuka pakaian yang di kenakan may secara perlahan. Matanya tak berhenti berkedip karena melihat kemolekan tubuh roomatenya yang begitu indah.
'' Dasar tomboy bajingan!'' Teriak pearl yang sudah ada di belakang ann, ia memecahkan sebuah vas bunga Dan Langsung keluar dari kamar ann.
May pun seketika langsung tersadar. Ia menjerit sekencang angin tornado sa'at melihat tubuhnya tengah di telanjangi oleh ann.
'' apa yang kau lakukan denganku,hah!!!'' may menendang tubuh ann hingga tubuhnya tersungkur ke lantai dan mengenai pecahan vas bunga
'' Dasar bajingan!!!'' Caci may, ia tidak tahu jika ann tengah terluka
'' Hey, bajingan! Kenapa kau hanya diam saja. Apa kau bisu?''
Tak ada jawaban. May pun memutuskan untuk turun dari ranjangnya untuk memastikan keadaan ann.
'' Oh my god, ann apa kau tidak apa-apa?'' may membalikkan tubuh ann dengan hati-hati
'' Arrrrggggghhhhh . . . . . . . . '' teriakNya, tubuhnya langsung lemas seketika.
-------0000-------
Dengan di temani ibu ann, may menunggu hasil dari keterangan dokter yang masih berada di emergency room. Ia hanya bisa mondar mandir tidak jelas. Hati kecilnya merasa bersalah karena ia sudah menyebabkan ann kecelakaan. ia pun berjanji dengan dirinya sendiri, ia akan merawat ann hingga sembuh dan bersikap baik padanya.
'' May, duduklah.'' Pinta ibu ann
'' Aku tidak bisa duduk dengan tenang tante, lebih baik aku mondar-mandir seperti ini.''
Cklek,
Dokter membuka pintu emergency room dengan raut muka yang sedikit muram. Keringatnya pun terlihat mengucur deras dari pelipisnya.
'' bagaimana dokter? Anak saya baik-baik saja kan?''
'' tolong ibu dan nona tarik nafas yang dalam,lalu keluarkan.'' pinta sang dokter
'' ada apa dokter? Teman saya baik-baik saja kan?'' Tanya may
'' Ann tidak apa-apa, namun kemungkinan besar ia akan Buta. Karena saya menemukan pecahan vas bunga itu menusuk kedua bola mata ann. Saya turut bersedih atas kejadian ini bu.''
'' Oh my god.''
May langsung memeluk tubuh ibu ann yang masih tidak percaya jika anaknya akan buta. Air matanya pun seketika langsung membasahi pipinya.
'' Tapi jika ada orang yang mau mendonorkan matanya untuk ann, ia pasti bisa melihat lagi. Baiklah, saya pergi dulu. Permisi.'' dokter itu tersenyum manis lalu pergi meninggalkan may dan ibu ann
-----0000-----
'' Ann... '' panggil may lirih
Tak ada jawaban
'' aku tahu ini menyakitkan bagimu, aku minta ma'af karena akulah penyebab semua ini. Aku benar-benar minta ma'af padamu ann...'' may memeluk tubuh ann dari belakang, ia menangis di pundak ann
'' selama ini aku tidak pernah baik padamu, tapi malah sebaliknya, aku sering menyakitimu. aku sudah berjanji pada diriku sendiri, aku akan menjagamu hingga kau sembuh total. Aku tidak akan meninggalkanmu ann.''
Ann hanya bisa menangis. Ia sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun pada may. Bukan karena ia membencinya, tapi karena ia sangat menyayanginya.
'' ayo jawab aku ann, kenapa kau hanya diam saja? Aku menyayangimu.''
Mendengar kata sayang dari may, ann pun tersenyum simpul. Ia berusaha meraih tangan may untuk di genggamnya.
'' aku juga menyayangimu may.''
may tersenyum. Ia mencium pipi ann kilat.
'' Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan favoritmu.'' may melepas pelukannya dan bergegas mengambil sekotak bento di dalam tasnya
'' aku tidak mau makan.''
'' kau harus makan ann. Aku suapin mau ya.''
ann mengangguk.
'' nah gitu dong.''
------0000------
Semenjak kejadian yang baru saja mengenai ann, kehidupan may mulai berubah 360 derajat. Hampir setiap hari ia merawat ann yang sekarang berada di rumah. Ia juga sering bolos kuliah hanya demi ann, ia merasa sangat bersalah hingga membuatnya mau melakukan apapun demi ann. Sedangkan pearl, gadis cantik itu juga tak jauh berbeda dari may. Perasaan bersalah juga menghantui dirinya setiap hari. Ia sudah beberapa kali ke kamar asrama ann, namun hasilnya nihil. Ann sudah tidak tinggal disana lagi. Ia hanya bisa menangisi kepergian ann yang hilang Seperti di telan bumi.
'' May, jika aku mati. Apa kau masih menyayangiku?''
'' jangan bicara seperti itu. Memangnya kau ingin mati?''
'' Takdir tuhan siapa yang tahu may. Ayo jawab.''
'' tentu saja aku masih menyayangimu. Sampai kapanpun aku akan tetap menyayangimu.''
'' Promise?'' ann mengacungkan jari kelingkingnya
'' Promise.''
'' ann...'' panggil ibu ann
May menoleh ke arah ibu ann, matanya seakan tak asing lagi melihat gadis yang sekarang berada di samping ibunya. Gadis itu menyunggingkan senyumnya.
'' ann, ada pearl disini.'' bisik may
'' pearl? Pergi! Pergi kau! Wanita sialan! beraninya kau menginjakkan kakimu ke rumahku!'' bentak ann
'' aku kesini hanya ingin meminta ma'af padamu ann.'' ucap pearl dengan mata berkaca-kaca
'' tidak perlu! jangan pernah mengemis ma'af padaku, apa kau tidak pernah berfikir sekarang aku seperti apa? kau tahu ini semua ulah siapa? Ulahmu!!!''
'' ma'afkan aku ann. Ma'afkan aku.''
'' arrgghh! Aku tidak sudi menerima ma'afmu. Lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku menyuruh anjingku untuk membunuhmu. Pergiii!!!!''
'' Tapi ann... '' pearl pun tak kuasa menahan tangisnya
'' pearl, lebih baik kau pulang saja. Mungkin ann masih belum bisa menerimamu. Kau mengerti maksudku kan?'' ucap may lembut
Pearl mengangguk.
'' ia sudah pergi ann.''
'' Baguslah, aku muak dengannya.''
-----00000-------
'' ann, ada kabar bahagia buatmu. Ada orang yang mau mendonorkan matanya untukmu. mommy senang sekali, akhirnya penantian panjang kita membuahkan hasil.''
'' Benarkah? Siapa orangnya mom?''
'' Dia tidak mau menyebutkan namanya ann.''
'' Baik sekali orang itu. lalu kapan aku harus operasi mom?''
'' besok. Persiapkan mentalmu ann.''
'' baiklah mom, aku akan istirahat sekarang.''
'' jaga kondisimu darling,chu~'' mommy mencium kening ann kilat
-----0000------
The day, hari ini mungkin menjadi hari paling menegangkan sekaligus menyenangkan bagi ann. pasalnya, hari ini ia akan memiliki mata baru.
'' kau siap kan ann?'' tanya may lembut
'' aku siap may.''
Ann di dorong para perawat menuju ruang operasi. ia terlihat sangat tenang karena ia mendapat support dari orang terkasihnya. May menunggu ann sendirian karena ibunya sedang ada meeting dengan clientnya. Ia pun memilih menulis sebuah catatan di blog pribadinya. Blog yang berisi tentang curahan hatinya itu telah mendapatkan banyak apresiasi dari masyarakat. Terutama dari kalangan lesbian. Yah, semenjak may pindah di asrama barunya dan sekamar dengan ann, hidupnya mulai berubah. Awalnya ia mengira perasaan yang muncul setiap kali melihat ann akan hilang dengan sendirinya, Namun perkiraannya salah. Perasaan itu pun makin besar ketika ia melihat ann tengah berduaan dengan pearl di danau. Ia makin merasa tidak waras. Hatinya merasakan cemburu yang amat dahsyat. Ia pun mendatangi seorang psikolog dan bercerita tentang perasaannya selama ini. Dan hasilnya cukup mencengangkan, ternyata ia menderita kelainan seksual yaitu lesbi. Karena shock dan merasa tidak terima, ia pun memutuskan untuk pergi ke diskotik dan mabuk berat. ia tidak sadar jika tubuhnya menjadi incaran para lelaki hidung belang. Untung saja ada seorang pria yang menyelamatkannya dan Mengantarnya pulang.
Operasi yang memakan waktu 2,5 jam itu kini selesai sudah. Ann sudah di pindahkan ke ruang Icu untuk perawatan intensif.
Kring...kring...
Sebuah panggilan masuk pada ponsel may. Tak ada nama yang tercantum di ponselnya.
'' halo...''
'' may, apa kau mau menemani di sisa hidupku?''
'' siapa ini?''
'' kemarilah, kau akan tahu siapa aku.''
'' kau dimana?''
'' aku berada di kamar no 13 ruang angel.''
'' baiklah,aku akan segera kesana.''
May berlari menuju ruangan orang misterius yang telah menelfonnya.
'' Cepat may.'' ucap seorang lelaki yang berada di belakangnya
'' kau.''
lelaki itu tersenyum manis.
'' Mari ku tunjukkan ruangannya.''
'' sebenarnya apa yang terjadi?''
'' sebentar lagi kau juga akan tahu semuanya.'' lelaki itu membukakan pintu ruang angel untuk may,
'' dia ada di pojok sebelah timur.''
Saking penasarannya, may mempercepat langkahnya. Ia ingin tahu siapa orang yang telah menerornya kali ini.
'' May.......''
Betapa terkejutnya ia sa'at melihat orang yang berada di depannya.
'' Pearl.''
'' iya may, ini aku. Ma'af aku telah merepotkanmu.''
'' bagaimana bisa kau ada disini? Kau sakit apa pearl?''
'' aku baik-baik saja kok. Hanya saja, umurku sudah tak panjang lagi.''
'' maksudmu apa?''
'' selama ini aku menderita Aids may, dokter juga sudah memvonisku seminggu yang lalu jika aku akan segera meninggal. ''
'' pearl, kenapa kau merahasiakan ini semua?''
'' ma'afkan aku may, aku tidak bisa menceritakan ini semua padamu. Aku memang bodoh.''
'' Pearl, meskipun kita tak saling dekat, aku akan menemani waktu terakhirmu di dunia.''
'' terima kasih may, kau memang baik. Pantas saja jika ann lebih memilihmu daripada aku.''
'' jangan bilang seperti itu, oiya, ann juga sekarang berada disini. Ia baru saja selesai operasi mata. Kata ibunya, ada seorang dermawan yang baik hati mau mendonorkan matanya untuk ann. Aku sangat berterima kasih pada orang itu, berkatnya ann bisa melihat lagi.''
Pearl meneteskan air matanya.
'' pearl, kenapa kau menangis? Apa ada yang salah dengan ucapanku? Ma'afkan aku jika telah menyakitimu.''
'' kau tidak salah may. Aku yang salah. Jika aku boleh jujur, pendonor mata yang kau maksud adalah aku. Aku sengaja melakukan ini semua, karena aku merasa sangat bersalah padanya. kau pasti masih ingat kedatanganku kerumahnya dulu, dia mengusirku mentah-mentah. dan sa'at itu juga aku memutuskan untuk pergi dari hadapannya, namun tanpa kalian ketahui, sebenarnya aku sedang berdiskusi dengan ibunya. Aku merelakan mataku untuk dia, karena tepat hari itu juga dokter telah memvonis hidupku tidak akan lama lagi. Ku mohon jangan beritahu dia untuk semua ini may. Kau bisa merahasiakannya kan?''
Hanya tetesan air mata yang mampu keluar. Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun pada pearl. Ia benar-benar berterima kasih padanya. Ia pun memeluk tubuh pearl erat, ia seakan-akan tidak rela jika pearl akan meninggalkannya. Selama ini, ia telah salah menilai pearl. Gadis yang selama ini ia pikir sebagai seorang iblis ternyata adalah seorang malaikat yang baik hati. Ia menyesal karena telah menilai seseorang dari luarnya saja.
'' Aku menyayangimu pearl.'' ucap may lirih
Namun tak ada jawaban. Sontak may langsung panik. Ia melepas pelukannya dan mendapati tubuh pearl sudah kaku dan terasa dingin.
'' Pearrrllll . . . . . . '' teriaknya histeris
-------00000---------
'' may, apa kau baik-baik saja?'' tanya ann sembari menyodorkan segelas susu hangat
'' aku baik-baik saja.''
'' lalu kenapa akhir-akhir ini kau terlihat murung?''
'' benarkah? Mungkin perasaanmu saja ann.''
'' aneh. '' ann menggaruk kepalanya yang tak gatal
'' apanya yang aneh?'' tanya balik
'' entahlah. '' ann tertunduk
'' may, kau menyayangiku kan?''
'' tentu saja. ''
'' apa kau mau menuruti permintaanku?''
'' permintaan apa ann?''
'' menikahlah dengan pria yang sudah menyelamatkanmu di diskotik.''
'' hah? Kau mengenal pria itu.''
'' tentu saja. Dia teman masa kecilku dulu, dia baik dan aku yakin kau pasti akan bahagia bila dengannya. aku juga tidak ingin kau menjadi seorang wanita abnormal sepertiku. Kau cantik,kau seksi,kau sempurna may. Jangan sia-siakan hidupmu karena aku.''
'' maksudmu apa,hah!!!'' Bentak may
'' may, dengarkan aku. Kau seorang perempuan, aku juga seorang perempuan. Kita butuh sosok lelaki sebagai pelindung may. Aku memang tomboy, tapi aku juga masih mencintai seorang laki-laki. Kau tidak pernah tahu mengapa aku menjadi gadis tomboy.''
'' aku tidak perduli! Aku tidak mau menikah dengannya. Aku hanya ingin kau ann.''
'' may, ucapan ann benar. Jika kau menyayanginya, turutilah permintaannya. Ia akan bahagia jika melihat orang yang ia sayangi juga bahagia.'' ujar ibu ann
'' baiklah jika ini maumu, mulai sekarang aku akan pergi dari kehidupanmu ann. Jangan harap kau bisa bertemu denganku lagi. Selamat tinggal!''
May berlari keluar dari rumah ann dengan air mata yang mengucur deras. ia tak kuasa menahan tangisnya. Hatinya terasa hancur berkeping-keping. Bagaimana bisa orang yang telah membuatnya nyaman tega menyakitinya seperti ini? Berbulan-bulan sudah ia menghabiskan waktunya hanya untuk merawatnya, tapi apa balasan yang ia berikan? Ia rela melakukan apa saja demi dia, demi sang kekasih yang telah membuat hidupnya berubah. Mungkin ia memang bodoh karena telah mencintai seorang wanita, tapi cinta itu buta. Tak ada satu orang pun yang menyangka jika cinta juga tumbuh diantara sesama jenis. itulah cinta, cinta itu rumit dan tak mudah untuk di taklukkan.
------00000------
2 Tahun kemudian,
rangkaian bunga menghiasi setiap sudut ruangan dengan indah. ruangan bernuansa pink itu terlihat semakin menawan sa’at sepasang pengantin memasuki ruangan tersebut. 2 sejoli yang sudah mengucapkan janji suci tersebut melakukan ritual pelemparan bunga.
'' kalian sudah siap kan?'' teriak pengantin wanita
'' siappp ......'' ucap para undangan serentak
'' 1 2 3 .... '' pasangan itu melempar buket bunga mawar yang di pegangnya.
kericuhan pun tak terelakan sa'at proses perebutan sebuket bunga tersebut. Namun, sa'at para undangan lain sibuk meraih bunga itu, seorang gadis tampan dengan mudahnya mendapatkan bunga yang menjadi rebutan tersebut. Sang pengantin wanita tersenyum manis pada gadis tomboy itu. Ia mendekat ke arah gadis itu sembari mengucapkan selamat.
'' Selamat, kau pasti akan segera menemukan jodohmu. “
“ apa kau tahu siapa jodohku?” tanya wanita itu
Sang pengantin menggelengkan kepalanya.
“ kaulah jodohku may. “ Ann tersenyum manis lalu meninggalkan may yang masih shock
“aku sudah menuruti permintaanmu ann. Sekarang giliranmu menuruti permintaanku, tetaplah menjadi sahabatku.''
'' Tentu, aku akan menjadi sahabatmu untuk selamanya may.''
Ann memberikan selamat pada kendy, suami sekaligus orang yang telah menyelamatkan may sa'at di diskotik dulu. Mereka bertiga pun melakukan foto bersama dengan senyum ceria yang mengembang di bibirnya.
'' Meski kau adalah sahabatku, tapi aku tidak akan pernah memberitahumu soal pearl. biarkanlah rahasia ini tersimpan manis di dalam hatiku. Selamat jalan pearl, aku akan selalu menjaga rahasia ini sampai aku menyusulmu nanti. Aku menyayangimu.'' Batin may.
------THE END-------
Kamis, 02 Juli 2015
Review Temen SMK Gue yuk Part II
Haihai, balik lagi sama postingan gue yang absurd ini. Hehe, gue seneng deh kalian yang udah gue cantumin di review Part I gak marah. Malah saling ngasih support ke gue, gue jadi tambah sayang deh sama kalian semua, mwahmwah :* :*
Oke langsung aja ya, this is last part bro and sis :) Enjoy yah :D
16. Viluna Bintang Vikarosa
" You are beautiful,beautiful,beautiful..." ingat lagu ini? Yaps, luna adalah leader dari cherrybelle nya XII PM 2. Entah siapa yang pertama kali manggil dia dengan sebutan kayak gitu. Meski dia dan temen2nya sering di katain cherrybelle, tapi mereka enjoy-enjoy aja tuh. Malah kadang cengar-cengir kek kuda lumping, hoho
17. Dian Safitri
Dian ini salah satu personelnya cherrybelle, orangnya terkadang childish banget. tau childish kan? kalo gak tau, sini gue kasih tau. Childish itu kayak anak kecil, yah namanya juga manusia. Butuh proses dalam menuju kedewasaan. iyakan yan? iyain aja deh hehe :P
18. Dyah Ayu Safitri
Yang jualan pulsa siapa? Dyah! Ora ndue saldo, hehe. Dyah juga anggota cherrybelle sama kayak dian, dyah ini orangnya woles, mau gak bayar pulsa seminggu lebih juga di biarin aja, makanya temen2 suka ngutang sama dia. Termasuk gue juga sih,haha
19. Astri Nurul Hidayah
Ciye yang foto sama mas pacar pas graduation...
Dia pinter sih, dari kelas 1-3 selalu juara 1 mulu. Tapi sayang, kalo pas lagi semesteran dia berubah jadi budhek. Dari gosip yang beredar selama ini, katanya astri ini sedikit muna. Hehe, jangan di ambil hati ya as, kita have fun aja ok :)
20. Siti Fatimah
Inget foto ini gak mbol? kalo masih inget berarti lo masih waras ( ingatannya maksudnya ) #eeaaa
Temen gue yang selalu ceria ya ini, gue hampir gak pernah liat dia nangis maupun sedih pas di sekolah. Yang gue suka dari dia itu, dia orangnya netral. Kalo ada masalah gamau ikut campur, tapi malah jadi tempat curhat manusia yang tengah berkonflik, dan terkadang dia merasa sedih karena gatau harus ngasih solusi apa. Jempol deh buat imbol (y)
21. Indria Vina Yulinar
Pemilik suara cetar membahana ini kalo ngomong bahasa inggris fasyih banget, saking fasihnya guru yang ngajar sampe nyengir monyet. Dia termasuk orang yang ceria kalo di dalam kelas, tapi terkadang dia bisa nangis guling-guling gara-gara cowok sebelah, itu tuh yang make seragam biru. hehe. yang tau berarti dia pernah jadi tempat curhatnya pintol :D
22. Wahyu Wibowo
Wo, gue mau nanya suatu hal penting sama lo. bolehkan? lo ini sebenernya cowok tulen apa cowok jadi-jadian sih? heran deh sama lo, tiap piknik pasti lo selalu mabuk. hehe
apalagi pas study tour ke bandung, haduh... sampe dimarahin supir bis dan parahnya "Di Picek2ake"
lo gak sakit hati wo di gituin? hehe :D
23. M. Feril Audi Akbar Alim
Feril kok lo pelit sih? minjem hape kadang boleh kadang gak boleh, ah dasar labil lo :P
Giliran cewek cakep aja langsung dipinjemin, yaelah cowok zaman sekarang emang kayak lo semua ril :D
24. Bima Pranowo Muktining Chandra
Selain punya temen seorang biduan dangdut, gue juga punya temen orang china, iya china KW 5! Orang awam pasti ngira kalo bima ini keturunan china asli.
Kok bisa ya? emak sama babenya punya muka indonesia banget, tapi kok nih bocah kayak gini? sebenernya lo anaknya siapa sih bim? jangan-jangan..... hahaha :D
25. Ahmad Arifiyanto ( Sumatel )
Gue kasih tau ya geng, sumatel itu pernah suka sama temen sekelas gue sendiri lho :)
yang pertama, dia pernah naksir fauziah, yang kedua dia naksir feni, yang ketiga dia naksir astri, terus yang ke empat dia naksir imbol. Banyak kan? yang ngerasa pernah di sukain sama sumatel, jangan berlaga buta ya pas baca postingan ini. Hahaha #KetawaJahat
26. Muhammad Arizal
Zal, lo ngapain pose kayak gitu? mau jadi model lo? haha
Lo tuh bego apa oon sih zal, kok bisa-bisanya lo pas buat proposal jualan telur asin di etalase?
Terus, udah tahu pas kita ke gua pindul itu mau main air, eh bawa CD cuma 1
Haduh, emang dasar tante risa (yang pkl di ramayana pasti tau sebutan ini):D
27. Febrian Ardiansyah (Kasbi)
Kasbi,kasbi, leluconmu itu loh yang buat kita miss banget sama kamu. Ngomong se'enaknya tapi keluarnya pasti lucu bin nyeleneh. Apalagi pas di wawancarai yahya di gua pindul, bisa-bisanya di tanyain cara buat sambel gimana, eh malah di jawab sambel dulek. maksudnya apa coba?
28. Saiful Yahya
Duh cantiknya tante yanti :D
Ini nih playboy cap kadalnya XII PM2, Masing mending sumatel cuma sekedar suka tapi gak berani macarin, lha ini? Kelas 1 macarin feni, kelas 2 nindy, and the last astri nurul hidayah. Tante-tante, sakitnya tuh disini <3
29. Feni Nur Maiyani
Ehem, udah bisa move on dari yang di atas fen? wkwk
Lo tuh kadang ngeselin, tapi kadang juga ngangenin. Sukanya hebring sendiri kalo di kelas, and suka banget yang namanya ke pasar, sama siska dan deski. Kebanyakan uang lo ya, tapi sayang gak pernah bagi-bagi sama gue :')
30. Anin Naima
Ex member cherrybelle, ayo yang ngrasa member cherrybelle, cepetan gih baikan sama anin. Gak baik lho berantem bertahun-tahun, kita kan satu kelas, satu perjuangan juga. Masa kalian gamau baikan sama dia? luna, dyah, dian, jangan pura-pura buta ya pas baca ini :)
31. Deskey Winda Sari Devi
Gue tau lo pasti shock pas liat foto ini #KetawaJahat
Tapi inilah yang membuat postingan ini lebih hidup, soalnya bisa ngetawain temen kita sendiri. hoho
Des,des, kenapa sih suara lo cempreng banget. Kenapa des? Jawab gue vliss #eaaaa
32. Fransiska Setiana Dewi
Siska? ehm apa ya? apa sis?
Oiya, gue baru tau lho, dibalik sifat lo yang pendiem, ternyata lo adalah anak yang Ce to the re to the wet. Apa coba? di baca sendiri yah :D
33. Dian Maulana ( Bolotok )
Yang punya kisah cinta paling tragis siapa?
Berbulan-bulan selalu bersama, suka maupun duka di jalani berdua
Tapi endingnya, beuh nyesek broh.
Bolotok menelan pahitnya cinta
oiya, btw lo udah bisa move on dari M*ega ( sensor gagal ) kan tok? hehe
And The last, kalian jangan pernah lupain temen kita yang satu ini. Meskipun mereka udah gak bersama kita lagi, tapi setidaknya mereka pernah ngisi kekosongan di kelas kita.
34. Putri Megawati
Semua cewek pun pasti gak pengen kan punya baby di sa'at kita masih menempuh pendidikan
Termasuk mega, dia gak pernah berfikir kalo bakalan seperti ini
Impian, Cita-cita nya hancur lebur karena perbuatannya sendiri
35. Sindi Puji Lestari
Hayo siapa ini?
Orang yang dulu sering kalian bully kan?
Yang sering kalian sia-siain di kelas?
Iya kan, hayo ngaku.....
And Finally, gue harap kalian gak marah dengan kata-kata maupun tulisan yang gue buat disini. Ini cuma buat have fun aja ya geng :D
Dan semoga kalian semua bisa menjadi manusia yang beruntung, dan bisa meraih kesuksesan dimasa depan. Salam cmiww :* :*
Gue kasih bonus pic buat nostalgia :D
Oke langsung aja ya, this is last part bro and sis :) Enjoy yah :D
16. Viluna Bintang Vikarosa
" You are beautiful,beautiful,beautiful..." ingat lagu ini? Yaps, luna adalah leader dari cherrybelle nya XII PM 2. Entah siapa yang pertama kali manggil dia dengan sebutan kayak gitu. Meski dia dan temen2nya sering di katain cherrybelle, tapi mereka enjoy-enjoy aja tuh. Malah kadang cengar-cengir kek kuda lumping, hoho
17. Dian Safitri
Dian ini salah satu personelnya cherrybelle, orangnya terkadang childish banget. tau childish kan? kalo gak tau, sini gue kasih tau. Childish itu kayak anak kecil, yah namanya juga manusia. Butuh proses dalam menuju kedewasaan. iyakan yan? iyain aja deh hehe :P
18. Dyah Ayu Safitri
Yang jualan pulsa siapa? Dyah! Ora ndue saldo, hehe. Dyah juga anggota cherrybelle sama kayak dian, dyah ini orangnya woles, mau gak bayar pulsa seminggu lebih juga di biarin aja, makanya temen2 suka ngutang sama dia. Termasuk gue juga sih,haha
19. Astri Nurul Hidayah
Ciye yang foto sama mas pacar pas graduation...
Dia pinter sih, dari kelas 1-3 selalu juara 1 mulu. Tapi sayang, kalo pas lagi semesteran dia berubah jadi budhek. Dari gosip yang beredar selama ini, katanya astri ini sedikit muna. Hehe, jangan di ambil hati ya as, kita have fun aja ok :)
20. Siti Fatimah
Inget foto ini gak mbol? kalo masih inget berarti lo masih waras ( ingatannya maksudnya ) #eeaaa
Temen gue yang selalu ceria ya ini, gue hampir gak pernah liat dia nangis maupun sedih pas di sekolah. Yang gue suka dari dia itu, dia orangnya netral. Kalo ada masalah gamau ikut campur, tapi malah jadi tempat curhat manusia yang tengah berkonflik, dan terkadang dia merasa sedih karena gatau harus ngasih solusi apa. Jempol deh buat imbol (y)
21. Indria Vina Yulinar
Pemilik suara cetar membahana ini kalo ngomong bahasa inggris fasyih banget, saking fasihnya guru yang ngajar sampe nyengir monyet. Dia termasuk orang yang ceria kalo di dalam kelas, tapi terkadang dia bisa nangis guling-guling gara-gara cowok sebelah, itu tuh yang make seragam biru. hehe. yang tau berarti dia pernah jadi tempat curhatnya pintol :D
22. Wahyu Wibowo
Wo, gue mau nanya suatu hal penting sama lo. bolehkan? lo ini sebenernya cowok tulen apa cowok jadi-jadian sih? heran deh sama lo, tiap piknik pasti lo selalu mabuk. hehe
apalagi pas study tour ke bandung, haduh... sampe dimarahin supir bis dan parahnya "Di Picek2ake"
lo gak sakit hati wo di gituin? hehe :D
23. M. Feril Audi Akbar Alim
Feril kok lo pelit sih? minjem hape kadang boleh kadang gak boleh, ah dasar labil lo :P
Giliran cewek cakep aja langsung dipinjemin, yaelah cowok zaman sekarang emang kayak lo semua ril :D
24. Bima Pranowo Muktining Chandra
Kok bisa ya? emak sama babenya punya muka indonesia banget, tapi kok nih bocah kayak gini? sebenernya lo anaknya siapa sih bim? jangan-jangan..... hahaha :D
25. Ahmad Arifiyanto ( Sumatel )
Gue kasih tau ya geng, sumatel itu pernah suka sama temen sekelas gue sendiri lho :)
yang pertama, dia pernah naksir fauziah, yang kedua dia naksir feni, yang ketiga dia naksir astri, terus yang ke empat dia naksir imbol. Banyak kan? yang ngerasa pernah di sukain sama sumatel, jangan berlaga buta ya pas baca postingan ini. Hahaha #KetawaJahat
26. Muhammad Arizal
Zal, lo ngapain pose kayak gitu? mau jadi model lo? haha
Lo tuh bego apa oon sih zal, kok bisa-bisanya lo pas buat proposal jualan telur asin di etalase?
Terus, udah tahu pas kita ke gua pindul itu mau main air, eh bawa CD cuma 1
Haduh, emang dasar tante risa (yang pkl di ramayana pasti tau sebutan ini):D
27. Febrian Ardiansyah (Kasbi)
Kasbi,kasbi, leluconmu itu loh yang buat kita miss banget sama kamu. Ngomong se'enaknya tapi keluarnya pasti lucu bin nyeleneh. Apalagi pas di wawancarai yahya di gua pindul, bisa-bisanya di tanyain cara buat sambel gimana, eh malah di jawab sambel dulek. maksudnya apa coba?
28. Saiful Yahya
Duh cantiknya tante yanti :D
Ini nih playboy cap kadalnya XII PM2, Masing mending sumatel cuma sekedar suka tapi gak berani macarin, lha ini? Kelas 1 macarin feni, kelas 2 nindy, and the last astri nurul hidayah. Tante-tante, sakitnya tuh disini <3
29. Feni Nur Maiyani
Ehem, udah bisa move on dari yang di atas fen? wkwk
Lo tuh kadang ngeselin, tapi kadang juga ngangenin. Sukanya hebring sendiri kalo di kelas, and suka banget yang namanya ke pasar, sama siska dan deski. Kebanyakan uang lo ya, tapi sayang gak pernah bagi-bagi sama gue :')
30. Anin Naima
Ex member cherrybelle, ayo yang ngrasa member cherrybelle, cepetan gih baikan sama anin. Gak baik lho berantem bertahun-tahun, kita kan satu kelas, satu perjuangan juga. Masa kalian gamau baikan sama dia? luna, dyah, dian, jangan pura-pura buta ya pas baca ini :)
31. Deskey Winda Sari Devi
Gue tau lo pasti shock pas liat foto ini #KetawaJahat
Tapi inilah yang membuat postingan ini lebih hidup, soalnya bisa ngetawain temen kita sendiri. hoho
Des,des, kenapa sih suara lo cempreng banget. Kenapa des? Jawab gue vliss #eaaaa
32. Fransiska Setiana Dewi
Siska? ehm apa ya? apa sis?
Oiya, gue baru tau lho, dibalik sifat lo yang pendiem, ternyata lo adalah anak yang Ce to the re to the wet. Apa coba? di baca sendiri yah :D
33. Dian Maulana ( Bolotok )
Yang punya kisah cinta paling tragis siapa?
Berbulan-bulan selalu bersama, suka maupun duka di jalani berdua
Tapi endingnya, beuh nyesek broh.
Bolotok menelan pahitnya cinta
oiya, btw lo udah bisa move on dari M*ega ( sensor gagal ) kan tok? hehe
And The last, kalian jangan pernah lupain temen kita yang satu ini. Meskipun mereka udah gak bersama kita lagi, tapi setidaknya mereka pernah ngisi kekosongan di kelas kita.
34. Putri Megawati
Semua cewek pun pasti gak pengen kan punya baby di sa'at kita masih menempuh pendidikan
Termasuk mega, dia gak pernah berfikir kalo bakalan seperti ini
Impian, Cita-cita nya hancur lebur karena perbuatannya sendiri
35. Sindi Puji Lestari
Hayo siapa ini?
Orang yang dulu sering kalian bully kan?
Yang sering kalian sia-siain di kelas?
Iya kan, hayo ngaku.....
And Finally, gue harap kalian gak marah dengan kata-kata maupun tulisan yang gue buat disini. Ini cuma buat have fun aja ya geng :D
Dan semoga kalian semua bisa menjadi manusia yang beruntung, dan bisa meraih kesuksesan dimasa depan. Salam cmiww :* :*
Gue kasih bonus pic buat nostalgia :D
Langganan:
Komentar (Atom)































